Mulai Karier di Aprilia, Valentino Rossi Ngotot Ingin Pensiun di Yamaha
Anindhya Danartikanya | 11 September 2020 12:05
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, tak memungkiri dirinya banyak berpikir soal masa depannya selama masa karantina akibat pandemi virus corona (Covid-19). Namun, kepada GPOne, Rossi mengaku memutuskan akan tetap balapan di MotoGP 2021 karena belum mau melepas kehidupannya sebagai seorang atlet.
Rossi tak membantah dirinya telah menuju pengujung kariernya, namun fakta bahwa dirinya masih punya motivasi tinggi untuk berkendara dan bersaing sengit, ditambah rutinitasnya sebagai olahragawan, membuatnya urung untuk gantung helm akhir tahun nanti.
"Dalam periode ini, saya banyak berpikir soal karier, dan yang penting adalah saya masih punya motivasi tinggi untuk balapan dan menjalani hidup sebagai atlet: berlatih, mengendarai motor, membandingkan diri dengan rider lain, dan pergi balapan. Semua ini menghadirkan perbedaan," ujarnya, Kamis (10/9/2020).
Level Persaingan dan Masalah Yamaha

Rossi juga meyakini bahwa usianya yang telah mencapai 41 tahun sejatinya sama sekali bukan penyebab dirinya sulit menang atau memperebutkan gelar dunia, melainkan makin kuatnya para rider dari generasi baru, serta performa motor semua pabrikan yang makin setara. Tak hanya itu, kebetulan Yamaha memang sedang bermasalah.
"Hal-hal yang rumit terjadi akibat level persaingan, yang kini sangat tinggi. Semua rival dan para rider top sangat kuat, dan bagi mereka, usia muda sangatlah penting. Apalagi, sisi teknis Yamaha saat ini sedang buruk, dan hasilnya membuktikan bahwa kami kesulitan. Untuk usia saya, ini bikin rumit," ungkapnya.
Hati yang Selalu Ada di Yamaha

Meski belum tanda tangan kontrak, Rossi mengaku sudah 99% mantap membela Petronas Yamaha SRT pada 2021. Namun, sebelumnya ia juga sempat digosipkan bakal pindah ke Aprilia Racing, pabrikan di mana ia sukses merebut gelar dunia GP125 1997 dan GP250 1999. Tapi, Rossi mengaku tak pernah mempertimbangkan opsi ini.
"Karier saya memang dimulai di Aprilia. Saya agak mirip pesepak bola, yang memulai karier di tim lokalnya, lalu keliling dunia dan kembali ke rumah untuk jadi penyerang. Tapi hati saya selalu di Yamaha, saya pembalap Yamaha, jadi saya ingin mengakhiri karier dengan mereka. Saya tak pernah serius berpikir ganti pabrikan, dan hanya memikirkan mengakhiri karier di Yamaha," tutupnya.
Sumber: GPOne
Video: Maverick Vinales Jatuhkan Diri dalam Kecepatan Tinggi di MotoGP Styria
Baca Juga:
Valentino Rossi Super 'Cemburu' Mugello Dipakai Formula 1 Balapan
Masih Bungkam, Andrea Dovizioso Belum Dapat Rayuan Nyata dari Tim Lain
Rossi-Quartararo Jengkel Yamaha Tak Turunkan Lorenzo dalam Uji Coba Misano
Tertawakan Rumor Pensiun, Valentino Rossi Sebut Kontraknya Diumumkan di Catalunya
Positif Covid-19, Jorge Martin Resmi Absen dari Moto2 San Marino
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 20:01
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47










