Murni Insiden, Bautista Anggap Hukumannya Berlebihan
Editor Bolanet | 4 Juli 2012 20:45
- Pebalap tim San Carlo Honda Gresini, Alvaro Bautista memang telah berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya di tikungan pertama Sirkuit Assen akhir pekan lalu. Meski begitu, ia berpendapat bahwa sanksi yang diberikan pengawas balap MotoGP berlebihan.
Pebalap asal Spanyol itu kehilangan grip ban depan saat hendak menyalip Jorge Lorenzo pada lap pertama. Ia terjatuh dan menabrak rekan senegaranya itu. Keduanya pun harus rela berhenti membalap lebih awal.
Akibat peristiwa ini, Bautista dijatuhi hukuman oleh pengawas balap, yakni harus start dari posisi terbuncit pada seri Jerman akhir pekan ini.
Meski mengaku menerima permintaan maaf Bautista, Lorenzo telah menganggap manuver tersebut adalah manuver yang 'gila'. Sedangkan Bautista tetap merasa bahwa peristiwa tersebut murni sebuah insiden balap yang tak memiliki unsur kesengajaan.
Saya sungguh kecewa atas kecelakaan itu, karena kami telah menjalani pekan balap yang begitu baik. Namun saya salah memperhitungkan titik pengereman, ujar pria yang akrab disapa Bati itu.
Juara dunia GP125 2006 tersebut pun mengaku bahwa ia baru pertama kali mengalami insiden seperti itu. Ia merasa menyesal karena harus melibatkan pebalap lain dan tak mampu menyelesaikan balapan, serta kehilangan poin penting.
Beruntung kami tak mengalami cedera serius, dan saya bisa yakinkan bahwa hal seperti itu tak akan terulang lagi, lanjutnya. Saya minta maaf kepada tim saya. Mereka selalu bekerja keras dan mereka seharusnya mendapatkan hasil yang lebih layak daripada ini.
Bautista, yang berhasil meraih pole position di seri Silverstone, kini berada di peringkat kedelapan pada klasemen sementara, hanya berjarak tiga poin dari penghuni peringkat keenam, Valentino Rossi. (cn/kny)
Pebalap asal Spanyol itu kehilangan grip ban depan saat hendak menyalip Jorge Lorenzo pada lap pertama. Ia terjatuh dan menabrak rekan senegaranya itu. Keduanya pun harus rela berhenti membalap lebih awal.
Akibat peristiwa ini, Bautista dijatuhi hukuman oleh pengawas balap, yakni harus start dari posisi terbuncit pada seri Jerman akhir pekan ini.
Meski mengaku menerima permintaan maaf Bautista, Lorenzo telah menganggap manuver tersebut adalah manuver yang 'gila'. Sedangkan Bautista tetap merasa bahwa peristiwa tersebut murni sebuah insiden balap yang tak memiliki unsur kesengajaan.
Saya sungguh kecewa atas kecelakaan itu, karena kami telah menjalani pekan balap yang begitu baik. Namun saya salah memperhitungkan titik pengereman, ujar pria yang akrab disapa Bati itu.
Juara dunia GP125 2006 tersebut pun mengaku bahwa ia baru pertama kali mengalami insiden seperti itu. Ia merasa menyesal karena harus melibatkan pebalap lain dan tak mampu menyelesaikan balapan, serta kehilangan poin penting.
Beruntung kami tak mengalami cedera serius, dan saya bisa yakinkan bahwa hal seperti itu tak akan terulang lagi, lanjutnya. Saya minta maaf kepada tim saya. Mereka selalu bekerja keras dan mereka seharusnya mendapatkan hasil yang lebih layak daripada ini.
Bautista, yang berhasil meraih pole position di seri Silverstone, kini berada di peringkat kedelapan pada klasemen sementara, hanya berjarak tiga poin dari penghuni peringkat keenam, Valentino Rossi. (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:31
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19















