Paling Tua, Rossi Bandingkan GP500 dan MotoGP
Editor Bolanet | 17 April 2015 09:20
- Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi kini merupakan pebalap tertua di paddock, dan ia juga merupakan satu-satunya pebalap yang pernah mencicipi ganasnya motor GP500. Menjelang MotoGP Argentina, ia pun menjelaskan perbandingan kedua era ini.
Rossi menjalani debut GP500 pada tahun 2000 dan langsung menjadi runner up di belakang Kenny Roberts Jr. Setahun berikutnya, ia menjadi juara dunia GP500 terakhir dalam sejarah Grand Prix. Pada tahun 2002, MotoGP diperkenalkan pertama kali dengan mesin 990cc, dan Rossi juga sukses merebut gelar.
Saya memulai karir di kelas tertinggi saat segalanya masih hitam dan putih! Sangat sulit menyentuh aspal dengan lutut (knee down)! gurau Rossi melalui Crash.net. Tapi memang posisi berkendara saat ini sudah sangat jauh berbeda, apalagi elektronik dan bannya.
Rossi pun tak malu mengakui dirinya saat ini juga mempelajari gaya balap para juniornya, terutama yang merupakan lulusan dari Moto2, seperti Marc Marquez, Pol Espargaro, Andrea Iannone, Stefan Bradl dan Scott Redding.
Saya mencoba belajar dari pebalap lain seperti Marc, atau Jorge Lorenzo yang motornya sama dengan saya. Tapi pebalap juga punya gaya berbeda. Andrea Dovizioso juga berubah banyak dalam beberapa tahun terakhir. Ini memang bagian dari evolusi, dan ini menarik, tutupnya. [initial]
(cn/kny)
Rossi menjalani debut GP500 pada tahun 2000 dan langsung menjadi runner up di belakang Kenny Roberts Jr. Setahun berikutnya, ia menjadi juara dunia GP500 terakhir dalam sejarah Grand Prix. Pada tahun 2002, MotoGP diperkenalkan pertama kali dengan mesin 990cc, dan Rossi juga sukses merebut gelar.
Saya memulai karir di kelas tertinggi saat segalanya masih hitam dan putih! Sangat sulit menyentuh aspal dengan lutut (knee down)! gurau Rossi melalui Crash.net. Tapi memang posisi berkendara saat ini sudah sangat jauh berbeda, apalagi elektronik dan bannya.
Rossi pun tak malu mengakui dirinya saat ini juga mempelajari gaya balap para juniornya, terutama yang merupakan lulusan dari Moto2, seperti Marc Marquez, Pol Espargaro, Andrea Iannone, Stefan Bradl dan Scott Redding.
Saya mencoba belajar dari pebalap lain seperti Marc, atau Jorge Lorenzo yang motornya sama dengan saya. Tapi pebalap juga punya gaya berbeda. Andrea Dovizioso juga berubah banyak dalam beberapa tahun terakhir. Ini memang bagian dari evolusi, dan ini menarik, tutupnya. [initial]
Baca Juga:
Bagus Tahun Lalu, Iannone Optimis Jelang Argentina
Redding Tekad Hapus Kekecewaan di Austin
Dovizioso Ogah Ulang Buruknya Hasil Argentina 2014
Rossi Berharap Lintasan Argentina Tak Lagi Kotor
Prediksi MotoGP Argentina 2015: Ajang Pembuktian Marquez
Lorenzo: Argentina Kabar Baik untuk Yamaha
Roberts Sr: Rossi Masih Bisa Raih Lebih dari Dua Gelar
Dovizioso-Iannone Tak Panik Soal Bahan Bakar
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

















