Paolo Simoncelli: Marco Adalah Seorang Pejuang
Editor Bolanet | 27 Oktober 2011 15:06
- Penghormatan untuk almarhum Marco Simoncelli datang dari sang ayah, Paolo Simoncelli dalam sebuah wawancara di TV Italia, bersama ibunda dan kekasih pembalap kribo itu yang mengungkapkan duka dan kebanggaan mereka.
Marco Simoncelli, 24 tahun tewas dalam kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia, hari Minggu kemarin, saat lomba baru memasuki lap kedua.
Pembalap Italia berjuluk SuperSic itu sepekan sebelumnya meraih posisi terbaiknya di MotoGP ketika finis kedua di GP Australia, namun kecelakaan tragis yang juga melibatkan Valentino Rossi dan Colin Edwards itu menyudahi karirnya lebih dini.
Marco adalah pribadi yang sangat spesial. Di atas segalanya, ia jujur dan sungguh tulus, tutur Paolo pada acara TV Matrix.
Sebuah tayangan video yang muncul di masyarakat menunjukkan jika marshal lomba sempat menjatuhkan tubuh Simoncelli dari tandu saat mereka buru-buru memindahkannya dari track, namun Paolo tak mau membesar-besarkan insiden itu.
Marco sudah meninggal kala itu. Saya ada di sana dan itu takkan mengubah apapun. Saat mereka datang dengan tandu, saya memegang tangan Marco, saya mencoba menyalaminya, tapi ia sudah pergi, tak ada yang bisa dilakukan, tambahnya.
Satu-satunya penyesalan yang dirasakan Paolo terkait kecelakaan itu sendiri adalah mengapa putranya tak mencoba melompat dari motornya di saat ia sudah kehilangan kendali.
Marco adalah pejuang. Ia tak pernah menyerah, itulah sebabnya mengapa ia tak mau mencoba meninggalkan motornya, katanya lebih lanjut.
Paolo Simoncelli juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan yang telah diberikan semua pihak untuk ia dan keluarganya.
Saya ingin berterima kasih pada pemerintah Malaysia, duta besar Italia dan personel sirkuit yang tak pernah meninggalkan kami sedetik pun. Mereka sudah sangat luar biasa, pujinya.
Saat kami tiba di Roma, semua orang ada di sana. Dari pemerintah hingga ratusan orang yang berhenti bekerja untuk memberi aplaus pada Marco. Jika saya katakan saya bahagia, itu sama saja omong kosong, namun semua kasih sayang mendalam ini adalah hal yang indah.
Rencananya jenazah Marco Simoncelli akan dimakamkan hari ini, Kamis (27/10) di kota kelahirannya Coriano. (crash/row)
Marco Simoncelli, 24 tahun tewas dalam kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia, hari Minggu kemarin, saat lomba baru memasuki lap kedua.
Pembalap Italia berjuluk SuperSic itu sepekan sebelumnya meraih posisi terbaiknya di MotoGP ketika finis kedua di GP Australia, namun kecelakaan tragis yang juga melibatkan Valentino Rossi dan Colin Edwards itu menyudahi karirnya lebih dini.
Marco adalah pribadi yang sangat spesial. Di atas segalanya, ia jujur dan sungguh tulus, tutur Paolo pada acara TV Matrix.
Sebuah tayangan video yang muncul di masyarakat menunjukkan jika marshal lomba sempat menjatuhkan tubuh Simoncelli dari tandu saat mereka buru-buru memindahkannya dari track, namun Paolo tak mau membesar-besarkan insiden itu.
Marco sudah meninggal kala itu. Saya ada di sana dan itu takkan mengubah apapun. Saat mereka datang dengan tandu, saya memegang tangan Marco, saya mencoba menyalaminya, tapi ia sudah pergi, tak ada yang bisa dilakukan, tambahnya.
Satu-satunya penyesalan yang dirasakan Paolo terkait kecelakaan itu sendiri adalah mengapa putranya tak mencoba melompat dari motornya di saat ia sudah kehilangan kendali.
Marco adalah pejuang. Ia tak pernah menyerah, itulah sebabnya mengapa ia tak mau mencoba meninggalkan motornya, katanya lebih lanjut.
Paolo Simoncelli juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan yang telah diberikan semua pihak untuk ia dan keluarganya.
Saya ingin berterima kasih pada pemerintah Malaysia, duta besar Italia dan personel sirkuit yang tak pernah meninggalkan kami sedetik pun. Mereka sudah sangat luar biasa, pujinya.
Saat kami tiba di Roma, semua orang ada di sana. Dari pemerintah hingga ratusan orang yang berhenti bekerja untuk memberi aplaus pada Marco. Jika saya katakan saya bahagia, itu sama saja omong kosong, namun semua kasih sayang mendalam ini adalah hal yang indah.
Rencananya jenazah Marco Simoncelli akan dimakamkan hari ini, Kamis (27/10) di kota kelahirannya Coriano. (crash/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 12:57
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:59
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









