Pecco Bagnaia Berharap Tetap Setim dengan Enea Bastianini: Kenal Sejak Kecil, Tapi Senang Marc Marquez Datang
Anindhya Danartikanya | 27 Februari 2025 16:54
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, baru-baru ini mengakui bahwa sejatinya ia ingin tetap bertandem dengan Enea Bastianini di MotoGP 2025. Sebab, keduanya telah saling mengenal sejak kecil, menjadikan hubungan mereka lebih dari sekadar rekan setim.
Namun, Bagnaia juga mengungkapkan rasa senangnya bisa berkolaborasi dengan seorang delapan kali juara dunia seperti Marc Marquez. Kehadiran Marquez di tim pabrikan Ducati diyakini membawa dinamika baru dalam skuad paling prestisius dalam empat tahun terakhir itu.
Dengan semangat profesionalisme yang tinggi, Bagnaia percaya bahwa kerja sama di antara mereka akan terus terjalin dengan baik. Namun, seperti yang dilansir oleh Todo Circuito pada Rabu (26/2/2025), Bagnaia menjelaskan bahwa ia sudah telanjur nyaman bekerja dengan 'Bestia'.
Sebut Ada Rasa Hormat yang Tinggi dengan Marc Marquez

"Sudah jelas saya lebih memilih lanjut dengan Enea, karena kami sudah saling kenal sejak saya masih berusia tujuh atau delapan tahun. Praktisnya, kami sudah saling kenal seumur hidup. Namun, situasinya tidak berjalan sesuai harapan," ujar tiga kali juara dunia ini.
Namun, Bagnaia senang bisa bertandem dengan Marquez. Meski diprediksi akan membentuk rivalitas yang sangat sengit, Bagnaia yakin ia dan Marquez tetap bisa bersikap profesional. "Saya senang Marc ada di sini. Kerja sama kami akan terus berlanjut," ungkapnya.
"Setiap rider akan melakukan hal-halnya sendiri, karena target kami adalah kemenangan. Bagi saya, tampaknya ada rasa hormat yang tinggi dari kedua pihak, dan itu penting. Setelahnya, Anda takkan tahu apa yang akan terjadi, tetapi pertarungan kami akan menegangkan," lanjut Bagnaia.
Tak Ingin Ada Drama dengan Marc Marquez
Bagnaia sadar betul banyak pihak memprediksi ia dan Marquez akan bertarung sengit di lintasan, seperti yang sudah mereka tunjukkan tahun lalu. Salah satunya ketika mereka berebut kemenangan di MotoGP Portugal 2024, yang sayangnya berakhir dengan senggolan dan gagal finis.
Meski saat itu sempat bersitegang dengan Marquez, Bagnaia bersyukur mereka bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik. "Kala itu saya memang kesal karena kehilangan poin begitu saja dan mendapati motor saya rusak, sehingga saya tak bisa lanjut balapan," curhatnya.
"Saat itu saya sangat marah. Namun, saya bukan orang yang pendendam. Saya suka menyelesaikan masalah secara langsung, karena tak ada gunanya berhenti saling bicara gara-gara hal macam itu. Bakal konyol," pungkas anak didik Valentino Rossi ini.
Sumber: Todo Circuito
Baca Juga:
- Alex Marquez Sebut Beban Mental di MotoGP 2025 Berkurang Berkat Motor Garang dari Ducati
- Maverick Vinales Bagai 'Pulang' ke KTM dan Red Bull, Kenang Momen Juara Bareng di Moto3
- Surat Jorge Martin Usai Kecelakaan Horor Kedua: Entah Bisa Lebih Kuat atau Tidak, Tapi Saya Pasti Bangkit!
- Pramac Racing Siap Jalani Balapan Pertama di MotoGP Sebagai 'Tim Pabrikan Kedua' Yamaha
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Barcelona vs Newcastle: Raphinha
Liga Champions 19 Maret 2026, 03:02
-
Chelsea Ukir Rekor Buruk Saat Dibantai PSG di Liga Champions
Liga Champions 19 Maret 2026, 01:00
-
Michael Carrick Yakin Kobbie Mainoo Belum Tunjukkan Potensi Terbaiknya
Liga Inggris 19 Maret 2026, 00:31
LATEST UPDATE
-
Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou
Liga Champions 19 Maret 2026, 12:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28


















