Pecco Bagnaia Sempat Pesimistis Dapat Tempat di Ducati Gara-Gara Cedera
Anindhya Danartikanya | 30 September 2020 18:22
Bola.net - Francesco Bagnaia sempat merasa pesimistis bisa dapat tempat di Ducati Team pada MotoGP 2021 akibat cedera retak tulang tibia kaki kanan usai terjatuh dalam sesi latihan di Brno, Ceko. Absen tiga balapan, 'Pecco' merasa tak bisa membuktikan diri sebagai kandidat yang layak untuk menggantikan Andrea Dovizioso. Hal ini ia sampaikan via GPOne, Rabu (30/9/2020).
Usai Bagnaia kecelakaan, Johann Zarco, yakni kandidat rider Ducati Team lainnya, justru merebut pole dan naik podium di tempat yang sama. Meski begitu, Zarco ternyata juga cedera retak scaphoid tangan kanan usai bertabrakan dengan Franco Morbidelli di Seri Austria, sehari setelah Dovizioso mengumumkan ingin hengkang.
"Pada awal musim, saya tak memikirkan tim pabrikan. Saya pikir tempat itu milik Dovi. Saya hanya bekerja keras demi dipertahankan di Pramac Racing dan dapat motor spek pabrikan pada 2021. Semua berjalan baik, tapi saya cedera di Brno, padahal saya sudah pusing gara-gara gagal podium di Jerez akibat masalah teknis!" ujar Bagnaia, satu jam usai diumumkan bakal membela Ducati Team pada 2021.
Sempat 'Jiper' Lihat Johann Zarco Podium di Ceko

"Saya ingin buktikan saya memang pembalap yang cepat, tapi nyatanya saya malah cedera. Sebaliknya, Johann tampil luar biasa di Brno. Kemudian, di Austria Dovi mengumumkan ingin hengkang. Saya pun langsung merasa telah melewatkan peluang bagus," ungkap anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini.
Namun, cedera yang dialami Bagnaia dan Zarco pada waktu yang nyaris bersamaan, membuat Ducati memperpanjang waktu evaluasi, memberi waktu bagi keduanya untuk lebih bugar demi bisa tampil lebih baik di lintasan. Namun, Zarco justru hanya finis ke-14 di Styria, ke-15 di San Marino, dan ke-11 di Emilia Romagna.
Hasil sebaliknya justru diraih Bagnaia. Usai absen, ia kembali ke San Marino dalam keadaan yang belum fit. Namun, ia berhasil finis kedua dan meraih podium perdananya di MotoGP. Dalam Seri Emilia Romagna, ia gagal finis, namun ia sempat memimpin balapan selama 15 lap.
Baru Tahu Setelah Finis di Catalunya
Ducati pun mantap memilih Bagnaia sebagai pengganti 'Dovi' dan bertekad mengumumkan kerja sama ini di MotoGP Catalunya, 25-27 September lalu. Namun, mereka memutuskan menundanya demi memberi ruang untuk pengumuman kerja sama Valentino Rossi dan Petronas Yamaha SRT. Bagnaia sendiri baru tahu soal masa depannya usai finis keenam di balapan itu.
"Saya satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa. Saya bahkan baru tahu soal masa depannya usai balapan di Barcelona. Tapi saya memang selalu mengharapkan ini terjadi, jadi saya tak pernah banyak tanya. Saya memilih menunggu dan membuktikan bahwa saya memang layak mendapatkannya lewat hasil di trek," tuturnya.
Juara dunia Moto2 2018 ini pun sangat senang impiannya menjadi nyata, karena ia sudah bermimpi menjadi rider tim pabrikan Ducati sejak belia. "Tim ini punya karisma yang spesial: tim Italia dan merupakan pabrikan yang sangat prestisius. Jadi membela mereka selalu menjadi impian saya. Jadi, beberapa hari belakangan saya sangat bahagia," tutupnya.
Sumber: GPOne
Video: Deretan Momen MotoGP Catalunya, Quartararo Menang dan Rossi Jatuh
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia Gabung Ducati Team, Inilah Daftar Pembalap MotoGP 2021
- Pecco Bagnaia Sudah Mimpi Jadi Rider Pabrikan Ducati Sebelum Juarai Moto2 2018
- Pecco Bagnaia Resmi ke Tim Pabrikan Ducati, Zarco-Martin ke Pramac
- Kisah Pablo Nieto, Sosok Asal Spanyol yang Manajeri Tim Valentino Rossi
- Ditinggal Red Bull, Tech 3 Tegaskan Bantuan KTM Tetap Sama
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








