Pedro Acosta: Berkat Jack Miller, Saya Bisa Menang di Sachsenring
Anindhya Danartikanya | 22 Juni 2021 16:01
Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Ajo sekaligus bintang sensasional Moto3, Pedro Acosta, senang bisa kembali ke podium sekaligus menang di Sachsenring, Jerman, Minggu (20/6/2021), usai puasa podium di tiga seri sebelumnya. Kepada Todo Circuito, Acosta pun yakin hasil ini ia raih usai berlatih dengan Jack Miller di Andorra.
Acosta meraih empat podium termasuk tiga kemenangan awal musim ini, namun ia finis kedelapan di Le Mans dan Mugello, lalu ketujuh di Catalunya. Usai balapan di Catalunya, Acosta meminta izin sang bos tim, Aki Ajo, dan sang pelatih balap, Paco Marmol, untuk tinggal di Andorra beberapa hari demi latihan dengan Miller.
Mereka pun latihan sepeda di Andorra dan latihan minibike di Karting Sallent, Spanyol. Dalam sesi minibike, ia tak hanya didampingi Miller, melainkan juga Maverick Vinales, Marcel Schrotter, dan Hikaro Okubo. Meski hanya beberapa hari, Acosta memetik banyak pelajaran dari Miller dan ia rasa ini kunci kemenangannya di Sachsenring.
Diajari Banyak Detail oleh Jack Miller

"Memang sudah waktunya menang lagi usai kesulitan di dua balapan sebelumnya. Nasihat yang jelas dari Aki dan Paco soal di mana saya tertinggal, dan latihan dengan Jack untuk lihat apa yang tak saya lihat, sangat membantu. Saya rasa ini kuncinya karena saya tiba dan langsung cepat sejak latihan pertama," tutur Acosta, yang akrab dipanggil 'Pedge' oleh Miller.
"Jack mengajarkan gaya balap. Ia tak mengajari saya cara mengendarai motor, melainkan untuk tahu lebih baik mengerem lebih awal atau keluar dari tikungan lebih cepat. Detail-detail kecil inilah yang tadinya tak saya punya, karena saya biasanya mengerem agresif namun melorot ke posisi 13 di trek lurus," lanjutnya.
Lewat Bike Sport News, Miller juga mengaku senang bisa latihan dengan Acosta. "Anak itu menakjubkan! Tak ada duanya. Talentanya fantastis. Ia di Barcelona dan tanya apa ia bisa gabung. Jelas saya senang menyambut. Ia sangat antusias. Saya suka rider-rider muda yang tak sok superstar. Ia pun datang dan jadi orang normal," ujarnya.
Jack Miller Menolak Disebut Berjasa

Sejak lama, Miller dikenal kerap memberi dukungan moral untuk rider-rider muda di paddock MotoGP. Hal ini pun dilakukan Miller berkat pengalamannya yang minim saat pertama kali tiba di Eropa untuk turun di Moto3. Merantau dari Australia, ia tak mengenal siapa pun untuk dijadikan panutan. Tak ingin rider muda lainnya mengalami hal serupa, ia pun berusaha membantu.
"Bagi Pedro, latihan kami sangat menyenangkan dan talenta anak itu luar biasa. Saya sendiri banyak belajar selama berkarier di sini, saya pernah ada di kedua sisi. Saya tak mau disebut berjasa, saya hanya coba membantunya lewat cara tertentu. Pasalnya, saat di Moto3, saya tak kenal siapa-siapa ketika harus memperebutkan gelar dunia," kisah Miller yang dimanajeri oleh Ajo.
"Saya hanya coba menuntun Pedro, meski ia tak harus mendengarkan saya. Saya hanya bilang, 'lakukan apa yang selama ini kaulakukan'. Ia cerdas, Aki dan saya sudah diskusi soal ini. Saya bakal senang jika ia datang lagi untuk latihan bareng. Ia bukan anak yang berpikir dirinya lebih baik dari semua orang di dunia. Ia hanya anak normal yang hanya ingin senang-senang di atas motor!" tutupnya.
Sumber: Todo Circuito, Bike Sport News
Video: Sujud Syukur Marc Marquez Usai Menangi MotoGP Sachsenring
Baca Juga:
- Pol Espargaro Bakal Tiru Seluruh Setup Motor Marc Marquez Mulai Assen
- Marc Marquez: Saya Hanya Takut Tak Bisa Kembali Hidup Normal
- Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Styria 2021
- Jadwal Pekan balap MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE Assen, Belanda 2021
- Valentino Rossi Salut Fabio Quartararo Satu-Satunya Rider Yamaha yang Bebas Masalah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







