Pedro Acosta Sebut Para Rider MotoGP 'Terlalu Egois' untuk Tiru Asosiasi Pembalap Formula 1
Anindhya Danartikanya | 22 Mei 2026 15:42
Bola.net - Pedro Acosta menyebut para pembalap MotoGP 'terlalu egois' untuk mau meniru asosiasi pembalap Formula 1, yakni GPDA (Grand Prix Drivers Association). Hal ini ia katakan usai tingkat keselamatan MotoGP dipertanyakan.
MotoGP banjir kritik karena mengabaikan keselamatan pembalap, termasuk keputusan mereka mengganti sirkuit permanen Phillip Island dengan sirkuit jalanan Adelaide sebagai tuan rumah GP Australia mulai 2027.
Puncaknya terjadi di GP Catalunya pada Minggu (17/5/2026), di mana Race Direction memberlakukan dua restart akibat dua kecelakaan parah yang dialami Alex Marquez dan Johann Zarco.
Di lain sisi, Pecco Bagnaia mengkritik para rivalnya yang sering absen dari rapat Komite Keselamatan tiap Jumat sore. Ia menyebut kini hanya ada tiga rider yang rutin hadir, yakni ia sendiri, Luca Marini, dan Jack Miller.
Merasa Tak Perlu Rutin Hadiri Rapat Komite Keselamatan

Bagnaia dan Marini pun mendorong para rivalnya untuk kompak membentuk asosiasi pembalap demi kebaikan mereka sendiri, mengingat pabrikan dan tim sudah memiliki asosiasi masing-masing, yakni MSMA dan IRTA.
Acosta yakin para rider memang harus satu suara dalam mengatasi kendala. Namun, ia ragu mereka bisa kompak membentuk asosiasi. Selain itu, baginya, menghadiri rapat setiap akhir pekan tidak terlalu diperlukan.
"Saya rasa Anda tidak perlu pergi setiap pekan (ke rapat Komite Keselamatan) hanya karena ada gundukan baru di sirkuit," ungkap Acosta kepada Motorsport.com di sela tes tengah musim di Catalunya, Senin (18/5/2026).
"Saya rasa apa yang terjadi kemarin (Minggu) takkan bisa dihindari dengan rapat Komite Keselamatan, saya rasa kini kami harus melihat sendiri seberapa besar kami ingin ambil risiko setelah hal-hal ini terjadi," lanjutnya.
Sebut Semua Rider Ingin Tetap Balapan
Ketika ditanya apakah para rider MotoGP bisa meniru GPDA seperti di F1, Acosta pun skeptis. "Ini sangat rumit, selalu ada satu pembalap yang melihat peluang di akhir pekan," ujar juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 ini.
"Jika Anda memberi tahu saya dua jam sebelum balapan bahwa sesuatu akan terjadi, kami tidak akan balapan. Namun, untuk satu akhir pekan di mana Anda dalam kondisi baik, saya ingin balapan," lanjutnya.
"Anda harus memahami bahwa para pembalap, meskipun mungkin tidak terlihat seperti itu, cukup egosentris. Anda selalu mencari peluang untuk membuat gebrakan besar," pungkas Acosta.
Sumber: Motorsportcom
Baca Juga:
Ingin Hemat, Para Pabrikan MotoGP Usulkan Regulasi '1 Pembalap 1 Motor' Mulai 2027
Bagaimana Nasib Jorge Martin dan Red Bull Usai Monster Energy Sponsori Aprilia di MotoGP Italia 2026?
Ikuti Jejak Yamaha, Aprilia Juga Bakal Disponsori Monster Energy Mulai MotoGP Italia 2026
Perjalanan Panjang Johann Zarco Pulihkan Cedera Lutut, Baru Bisa Dioperasi 2 Pekan Lagi
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs PSBS Biak 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Semen Padang 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:03
-
Jadwal dan Siaran Langsung Serie A 2025/26: Matchweek 38 di Vidio!
Liga Italia 22 Mei 2026, 16:55
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSM 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 16:39
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25









