Pemimpin Sekaligus Panutan, Ini 7 Bos Tim MotoGP yang Ternyata Juga Pernah Jadi Pembalap
Anindhya Danartikanya | 30 Januari 2026 16:33
Bola.net - MotoGP tak bisa dimungkiri merupakan kejuaraan tempat berkumpulnya para pembalap motor terbaik dunia. Namun, para pembalap hebat pun tetap bakal kesulitan berkiprah jika tak didampingi bos tim yang mumpuni.
Ada 11 tim yang berlaga di MotoGP 2026, dan tak sedikit dari tim-tim ini yang dipimpin oleh seorang eks pembalap level dunia. Mengingat mereka paham betul soal atmosfer persaingan, mereka juga jadi lebih mudah memahami kebutuhan para rider dan tim yang mereka naungi.
Pemimpin tim yang juga eks pembalap bisa memberikan tips-tips teknis berguna dan dorongan motivasi yang tepat kepada para pembalapnya untuk tampil kompetitif atau bangkit dari keterpurukan.
Nah, siapa saja sih bos tim MotoGP yang merupakan eks pembalap? Simak ulasannya berikut ini ya, Bolaneters!
Davide Tardozzi (Manajer Ducati Lenovo Team)

Davide Tardozzi pernah berlaga di Grand Prix, tepatnya di GP250 1984 dan 1985. Namun, kiprahnya lebih cemerlang di superbike. Saat WorldSBK digelar pertama kali pada 1988, ia meraih lima kemenangan bersama Yamaha-Bimota sebelum jadi tujuh kali juara CIV Superbike.
Usai pensiun, Tardozzi memanajeri Ducati WorldSBK, membantu meraih 8 gelar dunia. Ia hengkang dari Ducati pada akhir 2009 untuk memimpinBMW Motorrad. Pada 2014, ia menjabat sebagai manajer tim pabrikan MotoGP dan membantu mereka menyabet 3 gelar dunia.
Alberto Puig (Team Principal Honda HRC Castrol)
Alberto Puig merupakan eks pembalap GP500 pada era 1990an. Pada 1995, ia jadi pembalap Spanyol pertama yang memenangi balapan di kandang sendiri, tepatnya di Sirkuit Jerez.
Ia pensiun dalam usia 30 tahun pada 1997 akibat cedera kaki kiri yang sampai kini belum pulih 100%. Puig kemudian mendedikasikan dirinya kepada program-program junior sebelum ditunjuk jadi Manajer Tim Repsol Honda pada 2018.
Lucio Cecchinello (Team Principal LCR Honda)
Lucio Cecchinello dikenal sebagai salah satu pembalap 125cc terbaik dalam sejarah, meski tak pernah menyabet gelar dunia. Pada 1996, Cecchinello membentuk tim balapnya sendiri, LCR Team, usai gagal bergabung dengan Aprilia Racing, yang menggaet Valentino Rossi di GP125.
Cecchinello tak hanya berperan sebagai pemilik dan manajer tim, melainkan juga menjadi pembalap untuk skuadnya sendiri. Pada 2004, Cecchinello akhirnya memutuskan untuk pensiun sebagai pembalap, dan lebih fokus memanajeri timnya sendiri.
Pablo Nieto (Manajer Tim Pertamina Enduro VR46)

Pablo Nieto merupakan putra dari mendiang 13 kali juara dunia, Angel Nieto. Ia mulai menjadi pembalap motor profesional pada 1998. Sayang, Nieto tak mengikuti jejak sang ayah. Ia tak pernah merebut gelar dunia, dan hasil terbaiknya hanyalah peringkat keenam pada 2002 dan 2004.
Pada akhir 2008, ia memutuskan pensiun dan fokus terlibat dalam manajemen tim Grand Prix, bahkan ikut membantu Maverick Vinales menjuarai Moto3 2013. Pada 2015, Nieto diminta Valentino Rossi menjadi manajer tim balapnya, menggantikan Vittoriano Guareschi.
Gino Borsoi (Manajer Tim Prima Pramac Racing)

Gino Borsoi merupakan mantan pembalap GP125 asal Italia, sebelum memutuskan pensiun pada akhir 2004. Sejak 2006, ia menjabat sebagai Sporting Director Aspar Team, baik di Moto3, Moto2, maupun MotoGP.
Namun, pada 2023, Borsoi diminta menjadi Manajer Tim Prima Pramac Racing, yang kala itu masih merupakan tim satelit Ducati. Di bawah kepemimpinannya, ia mampu membimbing Jorge Martin menjadi juara dunia MotoGP 2024.
Pit Beirer (Direktur KTM Motorsport)

Tak hanya mengurus proyek KTM di MotoGP, Pit Beirer juga jadi penentu kesuksesan KTM di ajang balap lainnya, seperti motocross dan reli. Beirer adalah eks pembalap motocross dan bintang ajang MXGP di kelas 250cc. Ia mengakhiri musim 1997, 1998, 2000, dan 2002 di peringkat ketiga, dan bahkan jadi runner up pada 1999.
Sayang, pada 2003, Beirer kecelakaan di MXGP Bulgaria dan lumpuh dari pinggang ke bawah. Ia terpaksa pensiun, tetapi KTM memberikan tugas baru sebagai kepala departemen balap off-road. Sejak 2014, ia juga menjabat sebagai kepala departemen balap on-road.
Aki Ajo (Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing)

Aki Ajo tadinya merupakan pembalap motocross yang memenangikan 10 gelar juara nasional di Finlandia. Ia juga pernah balapan di GP125 Austria 1993. Tak hanya itu, ia merupakan mantan pembalap mobil ice racing setelah cedera parah akibat kecelakaan motocross pada 1996.
Ajo kemudian membentuk tim Ajo Motorsport (kini Red Bull KTM Ajo) yang sukses mengantongi 11 gelar dunia di Moto3 dan Moto2. Sejak 2024, Ajo diminta memimpin Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP, sementara jabatan team principal di Moto3 dan Moto2 diambil alih sang putra, Niklas Ajo.
Baca Juga:
- 6 Potret Keseruan Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika Pertama Kali, Langsung Jatuh Cinta!
- Pujian Valentino Rossi untuk Sirkuit Mandalika: Banyak Tikungan Kanannya, Menyenangkan Banget!
- Pesan Valentino Rossi untuk Pembalap Muda Indonesia: Sudah Punya Sirkuit MotoGP, Kini Waktunya Berkembang
- Valentino Rossi Senang Latihan Bareng VR46 Academy di Mandalika, Sebut Dukungan Penting dari Pertamina
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemimpin Sekaligus Panutan, Ini 7 Bos Tim MotoGP yang Ternyata Juga Pernah Jadi Pembalap
Otomotif 30 Januari 2026, 16:33
-
Stok Bek Menipis, Arne Slot Desak Liverpool Segera Angkut Bek Incaran Chelsea Ini
Liga Inggris 30 Januari 2026, 16:21
-
Kapten Chelsea Ikut Bantah Rumor Cole Palmer Cabut ke MU
Liga Inggris 30 Januari 2026, 15:49
-
MU Ingin Angkut Rafael Leao, AC Milan: Monggo!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 15:30
-
Roberto De Zerbi Ajukan Resign dari Marseille, Demi Latih MU?
Liga Inggris 30 Januari 2026, 14:52
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Bhayangkara FC 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:43
-
Presiden Barcelona Amankan Dua Pemain La Masia: Tidak Dilepas!
Liga Spanyol 30 Januari 2026, 18:43
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Persib 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:39
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSBS Biak 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:33
-
Setelah Kalah Memalukan, Real Madrid Akui Masalah di Lini Tengah
Liga Spanyol 30 Januari 2026, 18:13
-
Usaha AC Milan Membuahkan Hasil, Jean-Philippe Mateta OTW ke San Siro
Liga Italia 30 Januari 2026, 17:53
-
Antonio Conte Terpukau Joao Pedro, Pemain yang Sebabkan Napoli Keok dari Chelsea
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:47
-
Satu Langkah Simpel untuk Cowok Aktif, Ini Rekomendasi Produk Sat-Set
Lain Lain 30 Januari 2026, 17:29
-
AC Milan Dapat Angin Segar: Leon Goretzka Bakal Angkat Kaki Dari Bayern
Liga Italia 30 Januari 2026, 17:23
-
Arsenal Terlalu Main Aman? Gelar Premier League Bisa Menjauh!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:17
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30





