Petronas: Fabio Quartararo Memang Tak Juara, Tapi Penuhi Target Tim
Anindhya Danartikanya | 16 Desember 2020 08:51
Bola.net - Direktur Tim Petronas Yamaha SRT, Johan Stigefelt, tak memungkiri pihaknya kecewa melihat Fabio Quartararo gagal merebut gelar dunia MotoGP 2020 usai memimpin klasemen selama sembilan seri pertama. Di sisi lain, Stigefelt mengakui bahwa Quartararo sejatinya memenuhi target tim yang dipatok sejak awal musim.
Stigefelt pun menyatakan bahwa Quartararo sudah lebih matang dibanding 2019, namun ini bukan hal yang mengejutkan karena El Diablo sendiri sudah tampil fantastis lewat tujuh podium tahun lalu. Tahun ini, ia pun memenuhi target dengan meraih kemenangan perdana, dan bahkan mengoleksi tiga kemenangan.
"Apa yang terjadi musim ini bukanlah hal yang tak terduga, karena kita sudah lihat, terutama lewat Fabio pada 2019, kami punya performa menakjubkan hingga ia makin kuat di tiap balapan. Ia tumbuh dewasa sebagai rider, dan kami juga belajar dan berkembang dengannya sebagai tim," ujar 'Stiggy' lewat rilis resmi tim, Selasa (15/12/2020).
Fabio Quartararo Penuhi Target Kemenangan

Stigefelt juga menyatakan bahwa kemenangan merupakan target yang realistis bagi Quartararo musim ini, mengingat ia mendapatkan motor YZR-M1 spek pabrikan terbaru seperti yang digunakan duet Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi.
"Tahun ini kami dapat mesin yang lebih baik dari Yamaha, dan Fabio dapat motor pabrikan. Jadi, mengawali musim ini, saya tentu mengharapkan hasil baik dari Fabio. Kami tak memberinya tekanan apa pun, tapi kami mengharapkan podium dan kemenangan, dan itulah target kami," ujarnya.
Sayang, Quartararo harus mengakhiri musim di peringkat kedelapan, berkebalikan dengan sang tandem, Franco Morbidelli, yang justru sukses jadi runner up usai meraih lima podium, termasuk tiga kemenangan. Menurut Stigefelt, hasil Morbidelli lah yang justru tak terduga.
Tadinya Underdog, Franco Morbidelli Kini Jadi Bintang

Hasil Morbidelli ini memang mengejutkan, karena rider Italia tersebut diketahui sangat kesulitan adaptasi pada Yamaha sepanjang 2019 dan paceklik podium. Apalagi, tahun ini ia hanya mengendarai M1 versi 2019, berbeda dengan tiga pembalap Yamaha lainnya.
"Dengan Franky, target kami agak berbeda, karena ia sangat kesulitan pada 2019. Tapi ia bekerja sangat keras selama musim dingin, dan ia benar-benar jadi underdog tahun ini. Tak seorang pun benar-benar membicarakannya, tapi kami selalu mendukungnya," tutur Stigefelt.
"Franky pun berkembang semakin kuat sepanjang 2020, mirip progres Fabio pada 2019. Jadi, sangat menyenangkan melihat progres itu, serta melihatnya mengakhiri musim ini di peringkat kedua pada klasemen akhir," pungkas eks pembalap GP500 ini.
Sumber: Petronas Yamaha SRT
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
Galeri: 17 Kakak Beradik yang Sama-Sama Pernah Berlaga di MotoGP
Debut Berantakan, Suzuki Tak Percaya Sukses Juarai MotoGP Lagi
Jajal Motor Valentino Rossi, Garrett Gerloff Ingin Pindah ke MotoGP
Alasan Sederhana Yamaha Lebih Pilih Crutchlow Ketimbang Lorenzo Jadi Test Rider
Apakah Yamaha Menyesal Lebih Pilih Fabio Quartararo Ketimbang Franco Morbidelli?
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















