Podium Bikin Alex Marquez Stop Ragukan Diri Sendiri di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 3 Desember 2020 18:07
Bola.net - Alex Marquez mengakui sempat meragukan dirinya sendiri saat 'terlambat panas' dalam menjalani musim debutnya di MotoGP 2020 bersama Repsol Honda. Namun, sekalinya ia meraih podium, kepercayaan dirinya pun tumbuh besar dan semakin yakin dirinya bisa terus mendapatkan perkembangan performa.
Marquez, yang merupakan juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019, memang mengemban tugas besar pada 2020. Selain ia menjadi pengganti Jorge Lorenzo, ia juga membela tim paling prestisius dalam sejarah Grand Prix. Belum lagi, ia bertandem dengan sang kakak, Marc Marquez, yang merupakan 8 kali juara dunia.
Pada enam seri perdana, Marquez hanya mampu bertarung di 15 besar, dan hasil terbaiknya hanya finis di posisi 8 di Seri Andalusia. Dalam uji coba pascabalap di Misano, ia akhirnya menemukan konfigurasi motor yang lebih cocok untuknya, dan tahu-tahu ia sukses finis kedua di Le Mans, Prancis, meraih podium perdananya.
Podium Bikin Semangat Lagi

Sayang, podium El Pistolas di Le Mans dianggap remeh banyak pihak karena balapan kala itu diguyur hujan. Tapi rider berusia 24 tahun ini tak mau tinggal diam. Di Aragon, Spanyol, yang digelar dalam kondisi cerah, ia kembali naik podium dan berhasil finis kedua lagi usai menebar ancaman pada Alex Rins.
"Saya merasakan perbedaan dibanding tahun lalu, walau saya tak sepenuhnya rider yang berbeda. Namun, saya kini lebih dewasa, sudah banyak belajar, dan saya sangat menikmati momen berkendara di atas motor saya. Saya ingin tak usah liburan, karena saya sangat bersenang-senang," ujarnya via Speedweek, Kamis (3/12/2020).
"Saya sempat mengalami momen di mana saya meragukan diri sendiri, bertanya-tanya apa saya memang layak ada di kelas ini. Tapi saat hasil baik datang dan situasi berjalan lebih baik, rasanya sangat memuaskan. Ini imbalan bagi kerja keras saya dan tim selama setahun," lanjut Marquez.
Tak Jemawa, Sadar Proses Belajar Belum Selesai
Namun, dua podium pada musim debutnya ini tak bikin Marquez besar kepala. Ia justru yakin masih punya tugas menumpuk, dan proses adaptasinya dengan RC213V belum berakhir. Proses ini pun akan ia lanjutkan bersama LCR Honda tahun depan, usai terdepak dari Repsol Honda demi memberi jalan kepada Pol Espargaro.
"Tentu saya masih harus belajar banyak soal rahasia motor ini, bagaimana cara mengendalikan jalannya balap, cara menanggulangi grip yang rendah... Masih banyak hal yang bisa saya perbaiki, walau banyak pelajaran yang saya petik. Tim saya memberi banyak bantuan, dan saya jelas akan sangat merindukan mereka," pungkas Marquez.
Musim ini, Marquez gagal merebut gelar debutan terbaik karena kalah dari rider Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder. Ia pun mengakhiri musim di peringkat 14 dengan koleksi 74 poin, unggul 8 poin atas sembilan kali juara dunia dari Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi.
Sumber: Speedweek
Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020
Baca Juga:
- Petronas Ingin Tetap Kerja Bareng Yamaha, Ogah Pindah ke Suzuki
- Petronas: Bodoh Jika Kami Menolak Naungi Valentino Rossi
- 8 Pasangan Ayah-Anak yang Pernah Menangi Balapan Grand Prix
- Suzuki Disponsori Monster, Tanda Tim Balap Valentino Rossi Mendekat?
- Jelang Gulf 12 Hours, Valentino Rossi-Luca Marini Uji Coba di Misano
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








