Race Direction Takkan Tolak Komunikasi Radio MotoGP
Editor Bolanet | 21 Juli 2016 16:30
Topik mengenai komunikasi radio kembali memanas di paddock MotoGP setelah balapan flag-to-flag dari basah ke kering di Sachsenring, Jerman akhir pekan lalu, di mana tim dan pebalap kebingungan dalam bertukar informasi soal waktu yang tepat untuk masuk pit dan jenis ban yang diinginkan pebalap.
Kami setuju-setuju saja bila mereka menginginkannya. Kami sudah melakukan uji coba di masa lalu, dan keberadaannya ditolak. Kala itu, kami sudah siap mengubah regulasi, tapi mereka tak mau memakainya. Jadi kami membiarkan regulasi seperti adanya. Tapi kami tak keberatan jika peserta menginginkan komunikasi radio, ujar Webb kepada Crash.net.
Mungkin teknologi di era sekarang lebih baik. Mungkin ada cara yang lebih masuk akal untuk melakukannya. Dulu, ada dua alasan mengapa mereka menolaknya. Yang pertama, cemas tak bisa menerima petunjuk yang jelas, serta kedua, cemas pebalap terganggu pada saat yang salah, tambah pria asal Selandia Baru ini.
Ada kekhawatiran bahwa komunikasi radio akan membuat tim memiliki kendali lebih besar soal jalannya balap seperti di Formula 1, hingga menyisihkan talenta dan taktik pebalap saat di lintasan. Meski begitu, Webb mengaku bahwa Race Direction takkan melarang penggunaan sistem tersebut.
Kami serahkan saja pada peserta. Jika mereka memintanya, kami akan mempelajarinya. Kini dengan hadirnya ban intermediate, mungkin mereka kembali mempertimbangkan komunikasi radio. Tapi ide mendasar soal flag-to-flag memang pebalap lah yang menentukan kapan ingin masuk ke pit, tutupnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Al Nassr Tekuk Damac, Ronaldo Cetak Gol ke-960 dan Pangkas Jarak dengan Al Hilal
Asia 22 Januari 2026, 03:33
-
Hasil Qarabag vs Eintracht Frankfurt: Drama Injury Time Singkirkan Wakil Jerman
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:21
-
Hasil Galatasaray vs Atletico Madrid: Gol Bunuh Diri Selamatkan Tuan Rumah
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Braga vs Nottm Forest 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Celta Vigo vs LOSC 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs VfB Stuttgart 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








