Rossi Akui Belum '100 Persen' Sejak Tinggalkan Ducati
Editor Bolanet | 14 Juli 2015 15:00
Bola.net -
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku belum mencapai 100 persen kembali ke performanya di era 2008-2010 sejak meninggalkan Ducati pada akhir 2012. Menurutnya, dua musim yang ia habiskan di pabrikan Italia itu membuatnya sempat tak percaya diri bisa sekompetitif dulu.
Saat membela Ducati, Rossi keluar dari persaingan lima besar dan hanya mengoleksi tiga podium tanpa kemenangan. Ia pun memutuskan kembali ke Yamaha pada awal 2013 dan tak menyangka musim ini bisa kembali meramaikan perebutan gelar dunia.
"Jujur saja, sejak kembali ke Yamaha, segalanya berjalan cepat untuk kembali kompetitif. Saya mampu kembali 85-90 persen dari performa saya yang dulu. Tapi untuk mendapat 10 persen sisanya sangatlah sulit. Saya butuh waktu lama, karena dua musim di Ducati memang begitu berat," ujarnya kepada Speedweek.
The Doctor pun mengaku mentalitasnya sempat jatuh ketika tak mampu bersaing dengan para pebalap terdepan seperti Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Dani Pedrosa.
"Semua pebalap Ducati yang tak mendapat hasil sesuai harapan pasti berpikir tak bisa mengeluarkan seluruh potensi motor. Saat saya mengalaminya, saya sudah berusia 33 tahun, cukup tua. Jadi saya merasa para pebalap muda mulai menyalip. Setiap berusaha cepat, malah mendapat masalah. Situasi saya begitu sulit," tutupnya.
(sw/kny)
Saat membela Ducati, Rossi keluar dari persaingan lima besar dan hanya mengoleksi tiga podium tanpa kemenangan. Ia pun memutuskan kembali ke Yamaha pada awal 2013 dan tak menyangka musim ini bisa kembali meramaikan perebutan gelar dunia.
"Jujur saja, sejak kembali ke Yamaha, segalanya berjalan cepat untuk kembali kompetitif. Saya mampu kembali 85-90 persen dari performa saya yang dulu. Tapi untuk mendapat 10 persen sisanya sangatlah sulit. Saya butuh waktu lama, karena dua musim di Ducati memang begitu berat," ujarnya kepada Speedweek.
The Doctor pun mengaku mentalitasnya sempat jatuh ketika tak mampu bersaing dengan para pebalap terdepan seperti Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Dani Pedrosa.
"Semua pebalap Ducati yang tak mendapat hasil sesuai harapan pasti berpikir tak bisa mengeluarkan seluruh potensi motor. Saat saya mengalaminya, saya sudah berusia 33 tahun, cukup tua. Jadi saya merasa para pebalap muda mulai menyalip. Setiap berusaha cepat, malah mendapat masalah. Situasi saya begitu sulit," tutupnya.
(sw/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dibina Honda Sejak Belia, Ai Ogura Dikabarkan Sepakat Bela Yamaha di MotoGP 2027
Otomotif 12 April 2026, 09:15
LATEST UPDATE
-
Lionel Messi Resmi Akuisisi Klub Spanyol
Bola Dunia Lainnya 17 April 2026, 00:47
-
Cristiano Ronaldo Alami Sakit Perut saat Al Nassr Menang, Muntah Usai Diganti
Asia 17 April 2026, 00:36
-
Kurniawan Dwi Yulianto Akui Peluang Timnas Indonesia U-17 ke Semifinal Tipis
Tim Nasional 17 April 2026, 00:22
-
Erick Thohir Bongkar Mimpi Besar PSSI: Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030!
Tim Nasional 16 April 2026, 21:41
-
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Garuda Muda Tumbang 0-1
Tim Nasional 16 April 2026, 21:32
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00












