Runner Up Lagi di MotoGP, Andrea Dovizioso Merasa Campur Aduk
Anindhya Danartikanya | 10 Desember 2019 14:45
Bola.net - Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, mengaku punya dua sudut pandang berbeda soal jalannya MotoGP 2019. Menurutnya, menjadi runner up untuk tiga kali beruntun bukanlah hasil memuaskan, namun ia juga bisa berpuas diri karena mampu mengalahkan banyak pebalap hebat.
Dovizioso mengakui bahwa target utamanya masih menjadi juara dunia, namun musim ini ia lebih bersikap realistis karena kedigdayaan Honda dan Marc Marquez, yang musim ini sukses meraih 18 podium, yang terdiri dari 13 kemenangan dan lima kali finis kedua.
"Kami harus lihat musim ini dengan cara berbeda, karena target adalah juara, tapi gagal. Jadi kami tak bisa puas. Masih ada yang harus diperbaiki, tapi kami juga realistis, karena musim ini Honda dan Marc sungguh gila: meraih rekor jumlah poin dan juara," tuturnya via Motorsport.com.
Meski begitu, Dovizioso juga punya catatan prestasi sendiri. "Di lain sisi, jika Anda lihat jalannya musim ini, sungguh aneh, karena Marc meraih rekor poin, saya juga memecahkan rekor poin pribadi. Saya juga nyaris unggul 60 poin atas rider di peringkat ketiga," ujarnya.
Puas Kinerja Tim dan Ducati
"Ini berarti kami bekerja dengan cukup baik, karena saya dua kali gagal finis, yang bukan karena kesalahan saya. Ini sebuah kemajuan besar. Jadi, kami bisa puas atas kinerja kami, karena kami mengonfirmasi posisi kami di kejuaraan ini, dan level kami sangat tinggi," ungkap Dovizioso.
Meski lagi-lagi menjadi runner up, rider asal Italia ini berhasil mengalahkan para rider muda seperti Maverick Vinales dan Fabio Quartararo, serta Valentino Rossi, begitu juga Jorge Lorenzo yang merupakan rival bebuyutannya sejak belia.
"Jika lihat rider-rider yang ada di belakang, saya akui agak kaget. Ada banyak juara dunia di atas motor yang baik. Jadi saya rasa kami mengendalikan musim ini dengan cukup baik. Jadi baik atau tidaknya musim ini, tergantung sudut pandang yang Anda pilih," lanjut Dovizioso.
Pertahankan Mentalitas
"Jelas performa kami tahun ini tidak cukup, karena kami ingin juara. Tapi saat ini semua orang melihat apa yang bisa lakukan untuk mengalahkan Marc. Ini bukan hal mustahil, karena musim ini Marc melakukan hal gila, saya rasa tak ada yang menduganya," jelas rider 33 tahun ini.
Dovizioso bertekad mempertahankan fokus untuk meraih gelar. "Musim depan mungkin bisa berbeda, karena setiap musim punya cerita berbeda. Jadi Anda harus pertahankan mentalitas itu, Anda harus optimistis. Kami harus bekerja sangat keras, seperti musim ini," tutupnya.
Dovizioso, yang musim ini meraih dua kemenangan, akan kembali turun lintasan dalam uji coba prasmusim MotoGP Sepang, Malaysia, pada 7-9 Februari mendatang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





