Sebut Ducati Motor Terbaik, Jorge Martin Akui Cepat Adaptasi Berkat KTM
Anindhya Danartikanya | 13 April 2021 10:15
Bola.net - Debutan Pramac Racing, Jorge Martin, merasa takjub sendiri pada proses adaptasinya yang cepat dengan Ducati di MotoGP 2021, meski hanya menjalani lima hari uji coba pramusim. Lewat Crash.net, Minggu (11/4/2021), pembalap asal Spanyol ini mengaku senang gaya balapnya langsung cocok dengan Desmosedici, hingga mampu merebut pole dan podium perdananya di Seri Doha.
Seperti diketahui, mengendarai Ducati di MotoGP adalah impian Martin sejak kecil. Dari tiga debutan Ducati yang ada, Martin satu-satunya yang dapat motor spek pabrikan. Dalam uji coba, performa dan catatan waktunya memang tak mencolok, namun ia menggebrak di Seri Qatar dengan merangsek ke posisi keempat tepat selepas start ke-14, meski akhirnya harus puas finis ke-15 akibat ban aus.
Dalam Seri Doha, Martin makin mencengangkan. Ia langsung merebut pole, dan mampu memimpin balapan selama 18 lap, walau akhirnya harus puas finis ketiga usai disalip oleh Fabio Quartararo dan Johann Zarco jelang akhir balapan. Martin pun mengaku dirinya sebenarnya sudah nyaman di atas Ducati sejak uji coba, terbukti dari progresnya yang bertahap setiap hari.
Cepat Adaptasi Gara-Gara KTM di Moto2

"Sejak uji coba, saya sudah merasa oke dengan Ducati. Saya tak kompetitif, namun tiap hari mendekat. Dari 1,2 detik, kemudian 1,0, lalu 0,9, dan tahu-tahu naik podium. Ducati motor terbaik yang pernah saya kendarai, karena Anda bisa ngotot habis-habisan. Anda bisa mencapai limit dengan cara yang menakjubkan. Anda bisa mengerem sangat lambat, bisa belok dengan cepat," ungkap Martin.
Fakta bahwa Martin merasa Ducati 'jinak' diajak menikung, tentu sangat berkebalikan dengan komentar banyak eks rider Ducati lainnya. Namun, juara dunia Moto3 2018 ini yakin ada faktor penting yang membantunya langsung nyaman di atas Desmosedici, yakni fakta dirinya harus menjajal tujuh sasis berbeda dalam empat balapan di Moto2 bersama KTM.
KTM memang sempat merancang sasisnya sendiri di Moto2 2019, sebelum ganti ke Kalex pada 2020. "Bagi debutan Moto2, menjajal begitu banyak motor pada tahun pertama memang sulit. Sulit memahami manuver KTM kala itu. Namun, dengan Ducati, jika Anda debutan, Anda hanya harus menjalani lap dan adaptasi. Tak perlu memaksa motor untuk cocok dengan gaya balap," ujar Martinator.
Tak Sesumbar Jelang MotoGP Portimao

Kini Martin dan pembalap lainnya akan menjalani seri ketiga di Sirkuit Portimao, Portugal, pada 16-18 April. Trek ini kerap dikunjungi banyak rider MotoGP untuk latihan, namun Martin jarang berkunjung. Musim lalu, Ducati pun tampil baik di trek ini, finis kedua bersama Jack Miller, yang kala itu masih membela Pramac.
Martin sendiri sedang membawa momentum baik usai podium di Seri Doha, namun rider berusia 23 tahun ini ogah sesumbar. "Apa pun bisa terjadi dalam balap motor. Anda bisa menang atau bisa finis ke-15. Tentu saya tak mengira bakal merebut pole dan podium pada balapan kedua saya," tuturnya.
"Namun, saya rasa target saya tetap sama, yakni masuk 10 besar saja. Kini kami bakal pergi ke Portimao, trek yang jarang saya kunjungi. Saya harus memahami motor, memahami banyak hal. Saat ini, masuk 10 besar sudah cukup. Mungkin usai tujuh balapan barulah target bisa dinaikkan," pungkas Martin.
Sumber: Crashnet
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
Akhirnya Jajal Aprilia, Andrea Dovizioso Sebut RS-GP Mudah Dikendarai
Baru Naik ke Moto2, Raul Fernandez Sudah Dikejar Tim-Tim MotoGP
Ducati: Jorge Martin Memang Oke, Tapi Juga Harus Buktikan Diri di Trek Lain
Valentino Rossi: Franco Morbidelli Terlalu Kuat Jika Balapan di WorldSBK
Valentino Rossi Bangga VR46 Riders Academy Dilirik Banyak Tim MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







