Sempat Tergoda Aprilia, Gresini Pindah ke Ducati karena Lebih Menantang
Anindhya Danartikanya | 27 Desember 2021 15:40
Bola.net - Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini Racing, Carlo Merlini, mengaku pihaknya sempat galau berat memilih pabrikan yang harus diajak kerja sama di MotoGP 2022. Tak hanya itu, mereka juga harus melalui momen berat sepanjang 2021 karena sang pemilik dan Manajer Tim, Fausto Gresini, meninggal dunia akibat Covid-19 pada Februari.
Sebelumnya, Gresini Racing punya asosiasi yang erat dengan Honda. Namun, mereka melebur dengan struktur Aprilia Racing sejak 2015. Kontrak kerja sama mereka pun habis pada akhir 2021, hingga Aprilia Racing bakal sepenuhnya jadi tim pabrikan pada 2022, sementara Gresini Racing sepenuhnya kembali menjadi tim independen.
Gresini Racing sempat digosipkan bernegosiasi dengan Suzuki. Aprilia juga menginginkan mereka menjadi tim satelitnya demi mendorong pengembangan motor RS-GP. Di lain sisi, Ducati yang terbukti sangat kompetitif pada 2021, juga membuka pintu lebar-lebar meski sudah punya dua tim satelit, yakni Pramac Racing dan VR46 Racing Team.
Dirayu Aprilia Bertahan, Tapi Ducati Lebih Ideal

Lewat Speedweek, Kamis (23/12/2021), Merlini mengaku sempat kesulitan memilih tanpa bimbingan Fausto Gresini. "Meski kami bicara dengan beberapa pabrikan, opsi nyata kami adalah Aprilia dan Ducati. Ini keputusan yang sulit diambil. Biasanya, Fausto yang melakukannya. Tapi kami lah yang harus bicara dengan Aprilia dan Ducati," ujarnya.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, sendiri sudah sangat vokal menyuarakan harapannya agar Gresini Racing mau jadi tim satelit Aprilia. Namun, setelah mempertimbangkan semua aspek, yakni aspek lingkungan kerja, dukungan teknis, dan finansial, Gresini Racing merasa Ducati punya paket yang lebih cocok untuk operasional tim mereka.
"Kami pun mencapai titik di mana kami menyatukan segala faktor, dan kami merasa paket Ducati merupakan yang terbaik secara umum. Mungkin atas alasan tertentu paling menantang. Namun, kami ingin mengambil tantangan ini. Kami pun sangat senang atas keputusan ini. Sejauh ini semuanya oke," kisah Merlini.
Merasa Beruntung Punya Sponsor Setia

Meski begitu, berpisah dari struktur Aprilia Racing juga membuat Gresini Racing harus berbenah dari nol. Salah satunya di sektor ekonomi. Selama tujuh tahun, divisi pemasaran Aprilia lah yang mengurus semua sponsor tim, sementara kini Gresini Racing harus mengurus semuanya sendiri demi bertahan dengan kuat di MotoGP.
Beruntung, Gresini Racing bukanlah pemain baru dan sudah punya pengalaman bertahun-tahun. Tak hanya itu, skuad yang bermarkas di Faenza, Italia, ini juga punya banyak sponsor yang sangat loyal kepada mereka, termasuk sponsor dari Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan datang dari tim mereka yang ada di Moto2.
"Selama ini Aprilia lah yang mengurus hal-hal komersial. Jadi, kini kami harus mengatur biaya sendiri dari awal. Ini tak mudah, tapi kami beruntung di Moto2 punya beberapa sponsor setia, begitu juga semua sponsor dari Indonesia. Saat saya memberi mereka kans ke MotoGP, mereka langsung mau memanfaatkannya," tutup Merlini.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
Dibikin Populer oleh Jack Miller, Akankah 'The Bend' Gelar MotoGP?
Rivalitas MotoGP Tak Lagi Pahit, Pecco Bagnaia Senang Para Rider Makin Sportif
Tadinya Takut, Fabio Quartararo Senang Dapat Dukungan dari Fans Valentino Rossi
Ducati GP21 Lebih 'Ramah', Enea Bastianini Ingin Menang di MotoGP 2022
Jelang MotoGP 2022, Pramac Racing Akhirnya Temukan Manajer Baru
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





