Sepang, Saksi Hancurnya Pertemanan Valentino Rossi dan Marc Marquez
Anindhya Danartikanya | 31 Oktober 2019 14:35
Bola.net - Para penghuni paddock MotoGP akan kembali turun lintasan dalam seri ke-17 yang akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 1-3 November 2019. Sepang, yang menggelar ajang Grand Prix motor dunia sejak 1999, kerap menjadi momen-momen bersejarah di kejuaraan tersebut.
Salah satunya tentu saja peristiwa 'Sepang Clash' antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, yang tadinya justru berteman baik. 'Sepang Clash' tak dimungkiri merupakan salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah MotoGP, dan pastinya takkan mudah dilupakan orang.
'Sepang Clash' terjadi pada 2015, yakni sepekan setelah pekan balap MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, di mana tujuh pebalap berbeda begitu sengit memperebutkan kemenangan, di antaranya Marquez, Rossi, Jorge Lorenzo, dan Andrea Iannone.
Di Australia, Marquez keluar sebagai pemenang, diikuti Lorenzo dan Iannone di posisi kedua dan ketiga, sementara Rossi duduk di posisi keempat. Usai balap Marquez pun banjir pujian karena sukses mengalahkan Lorenzo, yang kala itu merupakan rival terdekat Rossi dalam perebutan gelar dunia.
Bahkan, setelah menyelesaikan kegiatan di sirkuit, Marquez dan Rossi berpesta bersama untuk merayakan balapan mereka yang hebat, sebelum mereka bertolak ke Malaysia untuk menjalani balapan berikutnya. Siapa sangka hubungan mereka berubah total hanya beberapa hari setelahnya?
Panas Sejak Jumpa Pers

Marquez, Rossi, Lorenzo, dan Iannone diundang dalam sesi jumpa pers di Sepang pada Kamis, 22 Oktober 2015. Dalam sesi itu, Rossi secara mengejutkan menuduh Marquez sengaja bermain-main dengannya di Australia, serta menyebut Marquez dan dan Lorenzo bersekongkol untuk menjegal langkahnya merebut gelar dunia ke-10.
Seisi ruangan pers, termasuk Marquez pun tertawa mendengar pernyataan Rossi, mengira rider Italia hanya bergurau. Meski begitu, pernyataan Rossi mulai terbukti serius ketika ia menyatakan hal yang sama kepada semua media massa. Uniknya, pernyataan Rossi ini didukung oleh Iannone.
Ketegangan antara Rossi dan Marquez pun berlanjut di sesi latihan dan kualifikasi pada 23-24 Oktober, di mana keduanya saling membuntuti di lintasan demi mencari catatan waktu tercepat. Puncaknya pun terjadi di sesi balap, pada Minggu, 25 Oktober.
Dalam balapan tersebut, Marquez dan Rossi masing-masing start dari posisi kedua dan ketiga. Meski begitu, mereka ditinggalkan oleh Dani Pedrosa dan Lorenzo di depan, dan bertarung sengit memperebutkan posisi ketiga.
Senggolan Krusial

Peristiwa mengejutkan pun terjadi di pertengahan balap, ketika Rossi hendak menyalip Marquez di jalur dalam Tikungan 14. Keduanya bersenggolan, lalu Marquez terjatuh dan gagal finis. Rossi sendiri finis ketiga, namun diinvestigasi oleh Race Direction dengan dugaan menendang motor Marquez.
Usai upacara podium selesai, Rossi dipanggil oleh Race Direction dan dipertemukan dengan Marquez. Dalam rekaman candid yang tertangkap kamera sebelum pintu ruangan Race Direction tertutup, Marquez menyambut Rossi dengan berkata, "Tendangan yang bagus ya?"
Rossi sendiri mengaku tak berniat mencelakakan Marquez. "Dari rekaman helikopter, Anda bisa melihatnya dengan jelas. Stang kanannya menyentuh kaki kiri saya, membuat ban depannya selip," ujar Rossi kepada GPOne kala itu.
Usai investigasi selesai, Race Direction menjatuhkan tiga poin penalti untuk Rossi. Padahal kala itu ia sudah mengantongi satu poin penalti dari Misano, di mana ia dinilai menghalang-halangi laju Lorenzo di sesi kualifikasi. Dengan koleksi empat poin penalti, Rossi pun harus start terbuncit di Valencia.
CAS Sempat Ikut Turun Tangan

Rossi tiba di Valencia hanya dengan keunggulan tujuh poin atas Lorenzo, dan gelar dunia yang sudah ada di depan matanya pun sirna ketika ia hanya mampu finis keempat setelah start dari posisi 26, sementara Lorenzo meraih kemenangan.
Ketika musim berakhir, Rossi pun membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) namun akhirnya menarik kasus tersebut usai pemeriksaan membutuhkan waktu enam bulan.
Rossi dan Marquez sempat berbaikan di MotoGP Catalunya, Spanyol, pada 2016 lalu, usai tewasnya rider Moto2, Luis Salom, pada pekan balap yang sama. Namun mereka kembali bersitegang setelah Marquez menabrak Rossi di Argentina pada 2018.
Keduanya kembali berjabat tangan di MotoGP Argentina pada April lalu, namun hubungan mereka tak pernah lagi kembali baik seperti dulu, sebelum 'Sepang Clash' terjadi.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





