Stoner Banggakan Pertarungan Melawan Lorenzo-Pedrosa
Editor Bolanet | 31 Juli 2012 17:15
- Bakal pensiun akhir musim ini, Casey Stoner tegaskan tak ada banyak hal yang akan ia rindukan dari MotoGP. Namun ada satu yang akan ia banggakan, yakni pertarungan melawan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.
Ketiganya membalap bersama di GP125 dan GP250 sebelum naik ke kelas MotoGP. Stoner dan Pedrosa masuk ke level tertinggi pada tahun 2006. Dua tahun berikutnya, Lorenzo bergabung.
Sesungguhnya saya senang bisa tumbuh bersama mereka. Kami juga telah menjalani beberapa kelas balap bersama, ujar Stoner. Persaingan kami juga begitu fantastis. Rivalitas kami telah mencapai level yang tinggi.
Sejak tahun 2008, ketiganya memang selalu berada di peringkat empat besar. Mereka jugalah yang mendominasi podium terpuncak musim ini.
Setelah pensiun nanti, saya akan mengenang saat-saat itu. Saya bangga bisa menjadi bagian dari pertarungan ini, terutama dengan mereka. Setiap podium yang kami raih bersama benar-benar berkesan, lanjut pebalap asal Australia itu.
Lorenzo sendiri berpendapat bahwa rivalitas mereka di GP125 dan GP250 membuat ketiganya terus mendominasi hingga kini. Saya rasa kami adalah pebalap yang kuat. Kami memiliki motivasi yang begitu tinggi, apalagi kini kami memiliki motor yang sangat kompetitif. Bagi kami, sangat sulit mengalahkan satu sama lain musim ini.
Satu-satunya pebalap yang meraih lebih dari satu kemenangan sejak 2008 adalah Valentino Rossi. Sejak itu, Rossi telah mengoleksi 17 kemenangan. Namun dirinya telah absen dari podium tertinggi sejak GP Malaysia 2010 silam. (cn/kny)
Ketiganya membalap bersama di GP125 dan GP250 sebelum naik ke kelas MotoGP. Stoner dan Pedrosa masuk ke level tertinggi pada tahun 2006. Dua tahun berikutnya, Lorenzo bergabung.
Sesungguhnya saya senang bisa tumbuh bersama mereka. Kami juga telah menjalani beberapa kelas balap bersama, ujar Stoner. Persaingan kami juga begitu fantastis. Rivalitas kami telah mencapai level yang tinggi.
Sejak tahun 2008, ketiganya memang selalu berada di peringkat empat besar. Mereka jugalah yang mendominasi podium terpuncak musim ini.
Setelah pensiun nanti, saya akan mengenang saat-saat itu. Saya bangga bisa menjadi bagian dari pertarungan ini, terutama dengan mereka. Setiap podium yang kami raih bersama benar-benar berkesan, lanjut pebalap asal Australia itu.
Lorenzo sendiri berpendapat bahwa rivalitas mereka di GP125 dan GP250 membuat ketiganya terus mendominasi hingga kini. Saya rasa kami adalah pebalap yang kuat. Kami memiliki motivasi yang begitu tinggi, apalagi kini kami memiliki motor yang sangat kompetitif. Bagi kami, sangat sulit mengalahkan satu sama lain musim ini.
Satu-satunya pebalap yang meraih lebih dari satu kemenangan sejak 2008 adalah Valentino Rossi. Sejak itu, Rossi telah mengoleksi 17 kemenangan. Namun dirinya telah absen dari podium tertinggi sejak GP Malaysia 2010 silam. (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
-
Lionel Messi yang Terus Berevolusi
Piala Dunia 9 Juni 2026, 10:58
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















