Stoner Rindu Kendarai Motor, Namun Bukan MotoGP
Editor Bolanet | 3 Mei 2013 15:00
- Juara dunia 2007 dan 2011, Casey Stoner mengaku bahagia atas keputusannya meninggalkan MotoGP dan berpindah ke kejuaraan balap mobil V8 Supercars.
Mantan pebalap Ducati dan Honda ini mengaku rindu berkendara dengan motor, namun tak berniat kembali ke MotoGP.
Saya rindu mengendarai motor, namun tak lebih dari itu, ujar Stoner. Ada banyak alasan mendalam mengapa saya pergi. Namun saya bahagia atas keputusan yang telah saya buat. Bahkan sejujurnya saya tak ingin kembali ke MotoGP.
Selama berkarir di MotoGP, Stoner kerap tak setuju dengan regulasi teknis yang diberlakukan dalam kejuaraan balap motor terakbar di dunia tersebut, terutama saat beralih dari 800cc ke 1000cc.
Ia juga sempat mengkritik reaksi penghuni paddock yang dinilai tak simpatik atas tewasnya Marco Simoncelli di MotoGP Malaysia 2011 lalu.
Motor adalah gairah saya, dan hal ini tak akan berubah. Saya sangat suka mengendarainya. Bahkan kini saya lebih senang dalam berkendara motor, karena sebelum ini saya tak pernah menikmatinya. Selama ini saya terlalu serius mengendarainya, tuturnya.
Pebalap asal Australia berusia 27 tahun ini juga mengaku masih mempelajari seluk beluk V8 Supercars. Dirinya juga tak mematok target muluk dalam berkompetisi di kejuaraan ini.
Saya hanya mencoba menikmatinya. Saya tak terlalu mencemaskan hasil balap pada saat ini, tuntas Stoner. (sbs/kny)
Mantan pebalap Ducati dan Honda ini mengaku rindu berkendara dengan motor, namun tak berniat kembali ke MotoGP.
Saya rindu mengendarai motor, namun tak lebih dari itu, ujar Stoner. Ada banyak alasan mendalam mengapa saya pergi. Namun saya bahagia atas keputusan yang telah saya buat. Bahkan sejujurnya saya tak ingin kembali ke MotoGP.
Selama berkarir di MotoGP, Stoner kerap tak setuju dengan regulasi teknis yang diberlakukan dalam kejuaraan balap motor terakbar di dunia tersebut, terutama saat beralih dari 800cc ke 1000cc.
Ia juga sempat mengkritik reaksi penghuni paddock yang dinilai tak simpatik atas tewasnya Marco Simoncelli di MotoGP Malaysia 2011 lalu.
Motor adalah gairah saya, dan hal ini tak akan berubah. Saya sangat suka mengendarainya. Bahkan kini saya lebih senang dalam berkendara motor, karena sebelum ini saya tak pernah menikmatinya. Selama ini saya terlalu serius mengendarainya, tuturnya.
Pebalap asal Australia berusia 27 tahun ini juga mengaku masih mempelajari seluk beluk V8 Supercars. Dirinya juga tak mematok target muluk dalam berkompetisi di kejuaraan ini.
Saya hanya mencoba menikmatinya. Saya tak terlalu mencemaskan hasil balap pada saat ini, tuntas Stoner. (sbs/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Casey Stoner Peringatkan Para Rider MotoGP: Marc Marquez Bakal Jadi Juara Dunia 2025
Otomotif 8 November 2024, 16:10
-
Casey Stoner: Marc Marquez Masih Rider Terbaik, Tapi Juara Bareng Ducati Nggak Semudah Itu!
Otomotif 14 Desember 2023, 13:58
-
Casey Stoner Dukung Marc Marquez ke Ducati: Tapi Mungkin Dia Lebih Senang di Honda
Otomotif 14 Desember 2023, 12:54
-
Casey Stoner Kritik Ducati: Nggak Usah Pakai Team Order, Bikin Pembalap Stres!
Otomotif 6 November 2023, 15:55
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19














