Troy Bayliss: Paddock MotoGP Membosankan!
Editor Bolanet | 5 Februari 2014 11:00
- Tiga kali juara World Superbike (WSBK), Troy Bayliss berpendapat suasana paddock kejuaraan balap motor paling prestisius di dunia, MotoGP membosankan.
Bayliss terjun di WSBK sejak tahun 1997, namun pindah ke MotoGP pada tahun 2003 hingga tahun 2005. Pada tahun 2006, ia pun kembali ke WSBK, yakni kejuaraan yang membesarkan namanya.
Bagi saya, paddock WSBK lebih terasa seperti rumah, karena saya hidup di sana bertahun-tahun. Saya jelas lebih bahagia di sana. Sementara paddock MotoGP lebih serius dan terlalu banyak kehebohan yang semestinya tidak ada di sana, ujarnya.
Pria asal Australia yang identik dengan Ducati inipun berpendapat bahwa orang-orang yang bekerja di MotoGP terlalu banyak alasan. Jika seorang pebalap MotoGP menjalani balapan yang buruk, ia tak akan bisa langsung turun dari motor dan pergi. Kami harus menjalani rapat, menganalisa segala hal dan harus menjelaskannya. Saya rasa di MotoGP orang-orang terlalu banyak alasan, lanjutnya.
Bayliss sendiri sempat kembali turun di MotoGP Valencia 2006 untuk membela Ducati dan menggantikan Sete Gibernau yang cedera. Saat itu ia sukses meraih kemenangan. Kemenangan itu cukup unik, mengingat itu kemenangan pertama sekaligus terakhir Bayliss di MotoGP, apalagi kala itu statusnya hanyalah pebalap pengganti.
Bagi saya, MotoGP kurang menyenangkan. Meski begitu, mungkin akan lebih menyenangkan bila saya mampu lebih sering menang di sana, pungkas Bayliss. [initial]
Sumber: Crash.net (cn/kny)
Bayliss terjun di WSBK sejak tahun 1997, namun pindah ke MotoGP pada tahun 2003 hingga tahun 2005. Pada tahun 2006, ia pun kembali ke WSBK, yakni kejuaraan yang membesarkan namanya.
Bagi saya, paddock WSBK lebih terasa seperti rumah, karena saya hidup di sana bertahun-tahun. Saya jelas lebih bahagia di sana. Sementara paddock MotoGP lebih serius dan terlalu banyak kehebohan yang semestinya tidak ada di sana, ujarnya.
Pria asal Australia yang identik dengan Ducati inipun berpendapat bahwa orang-orang yang bekerja di MotoGP terlalu banyak alasan. Jika seorang pebalap MotoGP menjalani balapan yang buruk, ia tak akan bisa langsung turun dari motor dan pergi. Kami harus menjalani rapat, menganalisa segala hal dan harus menjelaskannya. Saya rasa di MotoGP orang-orang terlalu banyak alasan, lanjutnya.
Bayliss sendiri sempat kembali turun di MotoGP Valencia 2006 untuk membela Ducati dan menggantikan Sete Gibernau yang cedera. Saat itu ia sukses meraih kemenangan. Kemenangan itu cukup unik, mengingat itu kemenangan pertama sekaligus terakhir Bayliss di MotoGP, apalagi kala itu statusnya hanyalah pebalap pengganti.
Bagi saya, MotoGP kurang menyenangkan. Meski begitu, mungkin akan lebih menyenangkan bila saya mampu lebih sering menang di sana, pungkas Bayliss. [initial]
Sumber: Crash.net (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akankah Valentino Rossi Gores Rekor Baru di Valencia?
Otomotif 4 November 2016, 11:45
-
Legenda Ducati: Lorenzo Bisa Rebut Gelar MotoGP 2017
Otomotif 25 Oktober 2016, 15:15
-
Bayliss: Terbukti Masih Cepat, Stoner Pasti Bisa Menang!
Otomotif 22 Februari 2016, 15:00
-
Valentino Rossi Kejar Rekor Agostini-Bayliss
Otomotif 11 Mei 2015, 16:45
-
Ketika Legenda WSBK, Troy Bayliss Kembali Aktif Balapan
Otomotif 5 Maret 2015, 10:15
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





