'Valentino Rossi Hanya Butuh 2-3 Balapan untuk Tentukan Masa Depan'
Anindhya Danartikanya | 30 Maret 2020 10:00
Bola.net - Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, meyakini bahwa Valentino Rossi hanya butuh 2-3 balapan MotoGP 2020 demi menentukan masa depannya, alih-alih 7-8 balapan seperti rencana awalnya sebelum pandemi virus corona (Covid-19) merebak di mana-mana.
Musim depan, Rossi resmi takkan lagi membela tim utama Yamaha, karena posisinya digantikan Fabio Quartararo. Meski begitu, ia belum mau pensiun, dan jika terbukti masih tampil kompetitif pada awal musim ini, ia bersedia membela Petronas Yamaha SRT pada 2021.
Sayangnya, rencana Rossi sedikit kacau karena Covid-19 telah memaksa MotoGP menunda awal musim ini, hingga masa evaluasi The Doctor semakin sempit. Ia sendiri mengakui bahwa rencananya jadi berantakan akibat fenomena penyakit menular tersebut.
Valentino Rossi Rider yang Cerdas
Di lain sisi, Meregalli santai saja. Ia yakin Rossi tak butuh waktu lama dalam menentukan masa depannya. Pria yang akrab disapa 'Maio' ini merasa 2-3 balapan saja bakal cukup untuk Rossi memahami level performanya. Yamaha sendiri akan berusaha memberinya perangkat terbaik.
"Untuk rider sekaliber dia, saya rasa 2-3 balapan bakal cukup. Vale rider yang sangat cerdas dan bisa cepat tahu level performanya. Jelas kedua belah pihak harus bertemu di satu titik tengah. Saya yakin Yamaha akan memberikan situasi terbaik untuk Vale," ujarnya via GPOne.
Tak Cemas Performa Rossi di Uji Coba
Meregalli juga sama sekali tak cemas atas performa Rossi dalam uji coba pramusim di Malaysia dan Qatar pada Februari, di mana Rossi mengendarai YZR-M1 2020 spek pabrikan tapi masih terus mengalami masalah grip ban belakang dan diasapi Quartararo dan Maverick Vinales.
"Dalam uji coba pramusim, Vale tak menunjukkan potensi yang sesungguhnya, karena ia memilih untuk tetap menjaga margin. Indikasinya jelas positif, dan pada akhir uji coba, ia merasa puas," ungkap Meregalli.
"Sayangnya, ia kembali mengalami degradasi grip ban belakang. Tapi hal ini hanya terjadi di Qatar, mengingat sensasinya di Malaysia dan Spanyol berbeda. Jelas kami harus memahami dari mana masalah itu berada, meski gaya balapnya dengan Maverick dan Fabio berbeda. Mungkin ia terlalu memberi tekanan pada bannya," tutupnya.
Video: Marc Marquez Dikalahkan Sang Adik di MotoGP Virtual Race
Baca Juga:
Francesco Bagnaia Puas Raih 'Podium' Perdana di MotoGP
Marc Marquez Sudah Prediksi Sang Adik Garang di MotoGP Virtual Race
Video: Marc Marquez Dikalahkan Sang Adik di MotoGP Virtual Race
Beda dengan Rossi, Marquez Tolak Format WorldSBK untuk MotoGP 2020
Berkat Gamer Indonesia, Alex Marquez Menangi MotoGP Virtual Race Mugello
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















