Yoga Adi Pratama Dominasi Kejurnas Motoprix Surabaya
Editor Bolanet | 3 Juni 2012 21:10
- Pebalap asal Yogyakarta, Yoga Adi Pratama tampil mendominasi dengan menjuarai dua kelas bergengsi kejurnas balap motor Pertamina Enduro KYT-FDR Motorprix 2012 Region II putaran keempat di Park Sirkuit Kenjeran, Surabaya, Minggu (3/6).
Pada kelas MP-1 (bebek 125 cc 4 tak tune up seeded), Yoga menempati posisi teratas dengan mengumpulkan nilai 40. Dalam dua race yang dilombakan, Yoga selalu finis di peringkat kedua.
Saat race pertama, Willy Hammer (Sulawesi Selatan) membuat kejutan dengan tampil sebagai yang tercepat, kemudian Fedri Efendi (Yogyakarta) ganti memimpin lomba saat memasuki race kedua.
Sedangkan di kelas MP-2, pebalap Tim Yamaha Yamalube KYT 3M FDR Ridlatama itu mengoleksi nilai 45, setelah finis di posisi kedua pada race pertama dan juara saat race kedua.
Saya bersyukur bisa meraih kemenangan dan tidak ada masalah dengan motor selama perlombaan. Balapan hari ini cukup ketat, kata Yoga.
Kemenangan Yoga sekaligus mengubur ambisi pebalap tuan rumah Muhammad Zaki yang harus puas berada di peringkat ketiga pada kelas MP-1 dan posisi kedua di kelas MP-2.
Zaki sebenarnya berpeluang meraih gelar juara ketika mampu finis terdepan pada race pertama kelas MP-2 dengan mengungguli Yoga. Namun, prestasi itu gagal diulang pada race kedua setelah hanya finis di posisi ketiga, di bawah Yoga dan rekan sedaerahnya Sulung Giwa.
Saya tidak terlalu puas dengan hasil ini. Ada sedikit masalah dengan settingan mesin motor dan beberapa kali putaran sulit mencapai kecepatan maksimal, kata Zaki menanggapi kegagalannya merebut juara di kandang sendiri.
Kendati kalah, Zaki masih tetap memimpin klasemen sementara kelas MP-2 dengan 155 poin atau hanya unggul empat poin dari Yoga di posisi kedua (151).
Sedangkan di kelas MP-1, Yoga menyodok ke peringkat teratas dengan mengoleksi 130 poin, Fedri yang membukukan 104 poin.
Promotor perlombaan dari Trendypromo Mandira, Helmy Sungkar, mengatakan ketatnya balapan seri keempat di Surabaya menjadi bukti sengitnya persaingan antarpebalap menuju juara nasional musim ini.
Sampai saat ini perolehan poin beberapa pebalap papan atas masih ketat dan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Setelah Surabaya, kejurnas seri kelima akan berlangsung di Subang, katanya. (ant/kny)
Pada kelas MP-1 (bebek 125 cc 4 tak tune up seeded), Yoga menempati posisi teratas dengan mengumpulkan nilai 40. Dalam dua race yang dilombakan, Yoga selalu finis di peringkat kedua.
Saat race pertama, Willy Hammer (Sulawesi Selatan) membuat kejutan dengan tampil sebagai yang tercepat, kemudian Fedri Efendi (Yogyakarta) ganti memimpin lomba saat memasuki race kedua.
Sedangkan di kelas MP-2, pebalap Tim Yamaha Yamalube KYT 3M FDR Ridlatama itu mengoleksi nilai 45, setelah finis di posisi kedua pada race pertama dan juara saat race kedua.
Saya bersyukur bisa meraih kemenangan dan tidak ada masalah dengan motor selama perlombaan. Balapan hari ini cukup ketat, kata Yoga.
Kemenangan Yoga sekaligus mengubur ambisi pebalap tuan rumah Muhammad Zaki yang harus puas berada di peringkat ketiga pada kelas MP-1 dan posisi kedua di kelas MP-2.
Zaki sebenarnya berpeluang meraih gelar juara ketika mampu finis terdepan pada race pertama kelas MP-2 dengan mengungguli Yoga. Namun, prestasi itu gagal diulang pada race kedua setelah hanya finis di posisi ketiga, di bawah Yoga dan rekan sedaerahnya Sulung Giwa.
Saya tidak terlalu puas dengan hasil ini. Ada sedikit masalah dengan settingan mesin motor dan beberapa kali putaran sulit mencapai kecepatan maksimal, kata Zaki menanggapi kegagalannya merebut juara di kandang sendiri.
Kendati kalah, Zaki masih tetap memimpin klasemen sementara kelas MP-2 dengan 155 poin atau hanya unggul empat poin dari Yoga di posisi kedua (151).
Sedangkan di kelas MP-1, Yoga menyodok ke peringkat teratas dengan mengoleksi 130 poin, Fedri yang membukukan 104 poin.
Promotor perlombaan dari Trendypromo Mandira, Helmy Sungkar, mengatakan ketatnya balapan seri keempat di Surabaya menjadi bukti sengitnya persaingan antarpebalap menuju juara nasional musim ini.
Sampai saat ini perolehan poin beberapa pebalap papan atas masih ketat dan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Setelah Surabaya, kejurnas seri kelima akan berlangsung di Subang, katanya. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Gagal Pertahankan Keunggulan, Garudayaksa Curi Satu Poin
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:33
-
Hasil PSM Makassar vs Persita: Saling Kejar Gol, Laga Berakhir 2-2
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:26
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSS Sleman 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:12
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Isenmulang di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:02
-
Link Live Streaming Persija vs Java United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persib 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 16:18
-
Prediksi Susunan Pemain Brighton vs Arsenal: Saka dan Odegaard Kembali Starter
Liga Inggris 19 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
