4 Aturan Sepak Bola Baru di Piala Dunia 2026: Waktu Lemparan ke Dalam Dibatasi hingga Regulasi Pergantian Pemain
Asad Arifin | 26 Maret 2026 21:50
Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan wajah baru sepak bola. Bukan hanya dari sisi peserta. Regulasi pertandingan juga mengalami perubahan signifikan.
FIFA bersama IFAB meresmikan sejumlah aturan baru. Tujuannya jelas. Meningkatkan fairness dan mengurangi praktik buang waktu.
Turnamen ini akan diikuti 48 tim. Format yang lebih besar menuntut efisiensi permainan. Setiap detail kini menjadi perhatian utama.
Salah satu aturan yang paling disorot adalah batas waktu lemparan ke dalam. Aturan ini berpotensi mengubah dinamika permainan. Termasuk strategi tim.
Bagi Indonesia, perubahan ini cukup relevan. Lemparan jarak jauh selama ini menjadi senjata. Kini, skema tersebut berpotensi dibatasi.
Batas Waktu Lemparan dan Upaya Hentikan Buang Waktu

Aturan baru memberi kewenangan lebih pada wasit. Mereka dapat melakukan hitungan mundur lima detik. Ini berlaku untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Jika pemain terlalu lama, sanksi langsung diberikan. Lemparan ke dalam akan dialihkan ke lawan. Untuk tendangan gawang, hukuman berupa sepak pojok.
Kebijakan ini bertujuan mempercepat tempo permainan. Tidak ada lagi ruang untuk mengulur waktu. Setiap detik menjadi krusial.
Dampaknya cukup besar. Tim yang mengandalkan lemparan jauh harus beradaptasi. Eksekusi harus lebih cepat dan efisien.
Regulasi Pergantian dan Cedera yang Lebih Ketat

FIFA juga memperketat aturan pergantian pemain. Pemain harus keluar lapangan dalam 10 detik. Jika tidak, ada konsekuensi serius.
Pemain pengganti harus menunggu satu menit. Selain itu, ia baru bisa masuk saat bola mati. Ini dirancang untuk menghindari taktik mengulur waktu.
Aturan cedera juga mengalami perubahan. Pemain yang mendapat perawatan harus menunggu satu menit sebelum kembali. Ini lebih lama dari sebelumnya.
Namun, ada pengecualian penting. Jika cedera akibat pelanggaran kartu, pemain tidak perlu keluar. Regulasi ini menjaga keseimbangan keadilan.
VAR Lebih Intervensif dan Presisi Keputusan

Perubahan besar juga terjadi pada VAR. Teknologi ini kini memiliki cakupan lebih luas. Peranannya semakin krusial dalam pertandingan.
VAR dapat mengoreksi kartu kuning kedua yang keliru. Sebelumnya, situasi ini tidak bisa diintervensi. Kini, keputusan bisa ditinjau ulang.
Selain itu, kesalahan identifikasi pemain juga bisa diperbaiki. Ini mengurangi potensi keputusan fatal. Akurasi menjadi prioritas utama.
VAR juga bisa mengoreksi keputusan sepak pojok. Namun, dengan syarat tidak mengganggu alur pertandingan. Ini menegaskan arah baru sepak bola modern yang lebih presisi.
Baca Ini Juga:
Parade Jersey Piala Dunia 2026: Siapa yang Terbaik?
Apa Jadinya Piala Dunia Tanpa Neymar?
Argentina Siapkan Dua Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia 2026
Tanpa Tiket Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro: Dunia Tak Lagi Iri pada Italia
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis: Menanti Kejutan Formasi John Herdman
Sambut Piala Dunia 2026, TVRI Hadirkan Pertandingan Seru Pekan Ini: Ada Brasil vs Prancis!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Transfer Termahal Serie A 2026/2027: Goncalo Ramos Teratas, AC Milan Borong 2 Besar
Liga Italia 2 September 2026, 15:12
-
Rekap Transfer Manchester United 2026/2027: 7 Pemain Masuk, 24 Dilepas Setan Merah
Liga Inggris 2 September 2026, 14:00
-
Enzo Fernandez ke Manchester City: Mengapa Chelsea Rela Melepas Kaptennya?
Liga Inggris 2 September 2026, 12:49
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:29
-
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
Liga Champions 4 September 2026, 17:20
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:13
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persita 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:07
-
Skuad Manchester United di Liga Champions: Mainoo dan Yoro Tak Masuk Daftar 25 Pemain
Liga Champions 4 September 2026, 16:45
-
Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 16:26
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persebaya 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 16:22
-
Prediksi Betis vs Madrid: Yan Diomande Berpeluang Jadi Starter
Liga Spanyol 4 September 2026, 16:10
-
Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
Tim Nasional 4 September 2026, 15:46
-
Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
Liga Inggris 4 September 2026, 15:35
-
Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
Bola Indonesia 4 September 2026, 15:14
-
Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 15:00
-
Target Persib di ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar: Mudah-mudahan Juara
Bola Indonesia 4 September 2026, 14:44
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




