4 Aturan Sepak Bola Baru di Piala Dunia 2026: Waktu Lemparan ke Dalam Dibatasi hingga Regulasi Pergantian Pemain

Asad Arifin | 26 Maret 2026 21:50
4 Aturan Sepak Bola Baru di Piala Dunia 2026: Waktu Lemparan ke Dalam Dibatasi hingga Regulasi Pergantian Pemain
Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan wajah baru sepak bola. Bukan hanya dari sisi peserta. Regulasi pertandingan juga mengalami perubahan signifikan.

FIFA bersama IFAB meresmikan sejumlah aturan baru. Tujuannya jelas. Meningkatkan fairness dan mengurangi praktik buang waktu.

Advertisement

Turnamen ini akan diikuti 48 tim. Format yang lebih besar menuntut efisiensi permainan. Setiap detail kini menjadi perhatian utama.

Salah satu aturan yang paling disorot adalah batas waktu lemparan ke dalam. Aturan ini berpotensi mengubah dinamika permainan. Termasuk strategi tim.

Bagi Indonesia, perubahan ini cukup relevan. Lemparan jarak jauh selama ini menjadi senjata. Kini, skema tersebut berpotensi dibatasi.

1 dari 3 halaman

Batas Waktu Lemparan dan Upaya Hentikan Buang Waktu

Batas Waktu Lemparan dan Upaya Hentikan Buang Waktu

Aksi Kevin Diks melepas lemparan ke dalam pada laga Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Aturan baru memberi kewenangan lebih pada wasit. Mereka dapat melakukan hitungan mundur lima detik. Ini berlaku untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang.

Jika pemain terlalu lama, sanksi langsung diberikan. Lemparan ke dalam akan dialihkan ke lawan. Untuk tendangan gawang, hukuman berupa sepak pojok.

Kebijakan ini bertujuan mempercepat tempo permainan. Tidak ada lagi ruang untuk mengulur waktu. Setiap detik menjadi krusial.

Dampaknya cukup besar. Tim yang mengandalkan lemparan jauh harus beradaptasi. Eksekusi harus lebih cepat dan efisien.

2 dari 3 halaman

Regulasi Pergantian dan Cedera yang Lebih Ketat

Regulasi Pergantian dan Cedera yang Lebih Ketat

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, mendapatkan perawatan medis dalam laga Premier League lawan Nottingham Forest, Minggu (22/2/2026) (c) AP Photo/Dave Shopland

FIFA juga memperketat aturan pergantian pemain. Pemain harus keluar lapangan dalam 10 detik. Jika tidak, ada konsekuensi serius.

Pemain pengganti harus menunggu satu menit. Selain itu, ia baru bisa masuk saat bola mati. Ini dirancang untuk menghindari taktik mengulur waktu.

Aturan cedera juga mengalami perubahan. Pemain yang mendapat perawatan harus menunggu satu menit sebelum kembali. Ini lebih lama dari sebelumnya.

Namun, ada pengecualian penting. Jika cedera akibat pelanggaran kartu, pemain tidak perlu keluar. Regulasi ini menjaga keseimbangan keadilan.

3 dari 3 halaman

VAR Lebih Intervensif dan Presisi Keputusan

VAR Lebih Intervensif dan Presisi Keputusan

Video Asssistant Referee (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Perubahan besar juga terjadi pada VAR. Teknologi ini kini memiliki cakupan lebih luas. Peranannya semakin krusial dalam pertandingan.

VAR dapat mengoreksi kartu kuning kedua yang keliru. Sebelumnya, situasi ini tidak bisa diintervensi. Kini, keputusan bisa ditinjau ulang.

Selain itu, kesalahan identifikasi pemain juga bisa diperbaiki. Ini mengurangi potensi keputusan fatal. Akurasi menjadi prioritas utama.

VAR juga bisa mengoreksi keputusan sepak pojok. Namun, dengan syarat tidak mengganggu alur pertandingan. Ini menegaskan arah baru sepak bola modern yang lebih presisi.

LATEST UPDATE