5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak
Gia Yuda Pradana | 19 Juni 2026 02:05
Bola.net - Piala Dunia 2026 baru menyelesaikan rangkaian pertandingan pertama fase grup. Meski turnamen masih panjang, sejumlah prediksi yang ramai sebelum kompetisi dimulai sudah mulai kehilangan relevansinya.
Banyak pengamat memperkirakan jalannya turnamen berdasarkan performa tim dan pemain dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hasil di lapangan memperlihatkan bahwa sepak bola masih sulit ditebak.
Dari kebangkitan Lionel Messi hingga performa mengejutkan tim-tim nonunggulan, Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan cerita yang membalikkan berbagai asumsi awal. Berikut lima prediksi yang sejauh ini terbukti keliru, bahkan bisa dibilang jadi terihat kocak.
Lionel Messi Sudah Habis

Menjelang Piala Dunia 2026, banyak prediksi kandidat peraih Bola Emas turnamen mengarah kepada Kylian Mbappe, Harry Kane, dan Ousmane Dembele. Nama Lionel Messi justru jarang masuk dalam pembahasan utama.
Usia 38 tahun dan kompetisi MLS membuat sebagian pihak meragukan kapasitasnya di level tertinggi. Akan tetapi, Messi langsung membungkam keraguan tersebut lewat hattrick untuk Argentina.
Gol-gol yang dicetaknya memperlihatkan kualitas khas yang masih terjaga. Ia tetap menjadi pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan dalam momen-momen penting.
Spanyol Favorit Mutlak

Status juara Eropa membuat Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu unggulan utama. Banyak pihak juga menantikan turnamen besar pertama Lamine Yamal sebagai tokoh sentral tim.
Namun, hasil imbang mengejutkan melawan Cape Verde mengubah persepsi tersebut. Tim peringkat kedua dunia gagal mengalahkan lawan yang berada jauh di bawah mereka dalam ranking FIFA.
Masalah utama Spanyol terlihat pada penyelesaian akhir. Dari 27 percobaan tembakan, hanya tujuh yang mengarah ke gawang lawan.
Portugal akan Menang Bersama Cristiano Ronaldo

Portugal memasuki Piala Dunia 2026 dengan materi pemain yang sangat kompetitif. Kehadiran banyak pemain inti juara Liga Champions membuat mereka dipandang sebagai kandidat kuat juara.
Akan tetapi, hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo memunculkan pertanyaan besar. Cristiano Ronaldo tampil kurang efektif dan gagal memberi dampak signifikan di lini depan.
Pelatih Roberto Martinez tetap mempertahankan kepercayaan penuh kepada sang kapten. Situasi itu memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan tim dan efektivitas strategi Portugal.
Jerman Bukan Ancaman Serius

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, ada anggapan bahwa Jerman hanya pantas ditempatkan sebagai kuda hitam. Performa mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya menjadi alasan utama munculnya pandangan tersebut.
Kemenangan telak 7-1 pada laga pembuka langsung mengubah narasi yang berkembang. Enam pencetak gol berbeda menunjukkan kedalaman skuad dan variasi serangan yang dimiliki tim tersebut.
Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz tampil menjanjikan sejak awal turnamen. Ketiganya memberi sinyal bahwa Jerman memiliki kapasitas untuk melangkah jauh.
Format 48 Tim Memicu Banyak Kekalahan Telak

Perluasan peserta menjadi 48 tim mendapat kritik sejak diumumkan FIFA. Banyak pihak memperkirakan turnamen akan dipenuhi pertandingan dengan selisih skor besar.
Faktanya, mayoritas tim nonunggulan mampu memberikan perlawanan kompetitif pada laga pertama. Hanya sedikit pertandingan yang berakhir dengan skor sangat mencolok.
Selandia Baru meraih hasil imbang, Haiti kalah tipis, dan Ghana sukses meraih kemenangan. Cape Verde bahkan mencatat salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas antarnegara tidak sebesar yang diperkirakan banyak orang. Kritik terhadap format baru masih ada, tetapi asumsi mengenai banjir kekalahan telak belum terbukti pada fase awal turnamen.
Sumber: Planet Football
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Cristiano Ronaldo Didenda Ringan dan Diskors 30 Hari Usai Tinggalkan Timnas Portugal
Piala Eropa 20 Oktober 2026, 04:44
-
Lionel Messi Dapat Penghormatan Unik, Namanya Diabadikan pada Spesies Tanaman
Amerika Latin 18 Oktober 2026, 15:25
LATEST UPDATE
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






