5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak

Gia Yuda Pradana | 19 Juni 2026 02:05
5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak
Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bertepuk tangan ke arah para suporter saat pemanasan sebelum laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal vs RD Kongo di Houston, Rabu, 17 Juni 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Bola.net - Piala Dunia 2026 baru menyelesaikan rangkaian pertandingan pertama fase grup. Meski turnamen masih panjang, sejumlah prediksi yang ramai sebelum kompetisi dimulai sudah mulai kehilangan relevansinya.

Banyak pengamat memperkirakan jalannya turnamen berdasarkan performa tim dan pemain dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hasil di lapangan memperlihatkan bahwa sepak bola masih sulit ditebak.

Advertisement

Dari kebangkitan Lionel Messi hingga performa mengejutkan tim-tim nonunggulan, Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan cerita yang membalikkan berbagai asumsi awal. Berikut lima prediksi yang sejauh ini terbukti keliru, bahkan bisa dibilang jadi terihat kocak.

1 dari 5 halaman

Lionel Messi Sudah Habis

Lionel Messi Sudah Habis

Pemain Argentina Lionel Messi (10) merayakan gol saat laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair di Kansas City, Mo., Selasa, 16 Juni 2026 (c) AP Photo/Ed Zurga

Menjelang Piala Dunia 2026, banyak prediksi kandidat peraih Bola Emas turnamen mengarah kepada Kylian Mbappe, Harry Kane, dan Ousmane Dembele. Nama Lionel Messi justru jarang masuk dalam pembahasan utama.

Usia 38 tahun dan kompetisi MLS membuat sebagian pihak meragukan kapasitasnya di level tertinggi. Akan tetapi, Messi langsung membungkam keraguan tersebut lewat hattrick untuk Argentina.

Gol-gol yang dicetaknya memperlihatkan kualitas khas yang masih terjaga. Ia tetap menjadi pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan dalam momen-momen penting.

2 dari 5 halaman

Spanyol Favorit Mutlak

Spanyol Favorit Mutlak

Lamine Yamal dibayangi Sidny Lopes Cabral dalam laga Piala Dunia 2026 Grup H antara Spanyol vs Cape Verde di Atlanta, 15 Juni 2026 (c) AP Photo/Stew Milne

Status juara Eropa membuat Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu unggulan utama. Banyak pihak juga menantikan turnamen besar pertama Lamine Yamal sebagai tokoh sentral tim.

Namun, hasil imbang mengejutkan melawan Cape Verde mengubah persepsi tersebut. Tim peringkat kedua dunia gagal mengalahkan lawan yang berada jauh di bawah mereka dalam ranking FIFA.

Masalah utama Spanyol terlihat pada penyelesaian akhir. Dari 27 percobaan tembakan, hanya tujuh yang mengarah ke gawang lawan.

3 dari 5 halaman

Portugal akan Menang Bersama Cristiano Ronaldo

Portugal akan Menang Bersama Cristiano Ronaldo

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo beradu argumen dengan wasit Abdulrahman Al-Jassim dari Qatar setelah ia memberikan kartu kuning kepada Bernardo Silva, kiri, saat laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal vs RD Kongo, 17 Juni 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Portugal memasuki Piala Dunia 2026 dengan materi pemain yang sangat kompetitif. Kehadiran banyak pemain inti juara Liga Champions membuat mereka dipandang sebagai kandidat kuat juara.

Akan tetapi, hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo memunculkan pertanyaan besar. Cristiano Ronaldo tampil kurang efektif dan gagal memberi dampak signifikan di lini depan.

Pelatih Roberto Martinez tetap mempertahankan kepercayaan penuh kepada sang kapten. Situasi itu memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan tim dan efektivitas strategi Portugal.

4 dari 5 halaman

Jerman Bukan Ancaman Serius

Jerman Bukan Ancaman Serius

Pemain Jerman, Jamal Musiala merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 melawan Curacao, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Eric Smith

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, ada anggapan bahwa Jerman hanya pantas ditempatkan sebagai kuda hitam. Performa mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya menjadi alasan utama munculnya pandangan tersebut.

Kemenangan telak 7-1 pada laga pembuka langsung mengubah narasi yang berkembang. Enam pencetak gol berbeda menunjukkan kedalaman skuad dan variasi serangan yang dimiliki tim tersebut.

Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz tampil menjanjikan sejak awal turnamen. Ketiganya memberi sinyal bahwa Jerman memiliki kapasitas untuk melangkah jauh.

5 dari 5 halaman

Format 48 Tim Memicu Banyak Kekalahan Telak

Format 48 Tim Memicu Banyak Kekalahan Telak

Selebrasi Antoine Semenyo di laga Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Perluasan peserta menjadi 48 tim mendapat kritik sejak diumumkan FIFA. Banyak pihak memperkirakan turnamen akan dipenuhi pertandingan dengan selisih skor besar.

Faktanya, mayoritas tim nonunggulan mampu memberikan perlawanan kompetitif pada laga pertama. Hanya sedikit pertandingan yang berakhir dengan skor sangat mencolok.

Selandia Baru meraih hasil imbang, Haiti kalah tipis, dan Ghana sukses meraih kemenangan. Cape Verde bahkan mencatat salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol.

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas antarnegara tidak sebesar yang diperkirakan banyak orang. Kritik terhadap format baru masih ada, tetapi asumsi mengenai banjir kekalahan telak belum terbukti pada fase awal turnamen.

Sumber: Planet Football

LATEST UPDATE