5 Tim Kuda Hitam Terbaik di Piala Dunia: Akankah Maroko Sabet Status Serupa?
Anindhya Danartikanya | 8 Desember 2022 09:23
Bola.net - Penampilan Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar sungguh fantastis. Memulai kiprah dengan hasil imbang dan lalu menaklukkan Belgia sehingga melaju ke babak 16 besar sebagai juara Grup F, Maroko berhasil membuat gebrakan dan bakal berlaga di babak perempat final.
Predikat kuda hitam tampaknya cocok untuk tim asal Afrika ini. Di babak 16 besar, Maroko berjumpa runner-up Grup E, Spanyol. Usai bermain imbang 0-0 dalam 120 menit, mereka menang 3-0 lewat drama adu penalti. Alhasil, Maroko melaju ke perempat final. Mereka bakal melawan Portugal pada Sabtu (10/12/2022) malam WIB.
Apa pun hasil laga kontra Portugal, Maroko sudah layak mendapatkan predikat tim kuda hitam. Buktinya mereka berhasil mengalahkan Belgia di fase grup dan menyingkirkan Spanyol. Apalagi Maroko tergolong tim kejutan di antara tim lain yang ada di perempat final.
Namun, seperti apa sih penampilan tim-tim kuda hitam dalam sejarah Piala Dunia? Berikut lima tim kuda hitam terbaik yang pernah ada di Piala Dunia. Simak ulasannya, yuk!
Korea Utara (1966)
Tak banyak yang mengenal Korea Utara sejak mendeklarasikan diri sebagai Republik Demokratik Korea pada 1948, dan hampir tak ada yang tahu soal tim yang mereka bawa ke putaran final Piala Dunia 1966 di Inggris. Edisi itu adalah penampilan pertama Korea Utara di putaran final.
Korea Utara pun sempat diperkirakan tak bisa berbuat banyak di fase grup yang berisikan Italia, Chile, dan Uni Soviet. Namun, mereka justru tampil bagus setelah kalah 0-3 dari Uni Soviet pada laga pertama. Mereka mengalahkan Italia dan Chile untuk lolos ke fase selanjutnya.
Mereka sempat menang 3-0 atas Portugal di laga perempat final, tapi pada akhirnya kalah 3-5 karena performa luar biasa Eusebio yang mencetak hattrick dalam laga tersebut.
Turki (2002)

Turki datang ke Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang dengan tergabung di grup yang tak mudah. Meski ada China yang tidak diperhitungkan, tapi keberadaan Brasil di grup itu membuat Turki harus bersaing ketat dengan Kosta Rika untuk bisa meraih satu tiket lagi menuju 16 besar.
Turki memulai edisi itu dengan menghadapi Brasil. Namun, mereka mampu membuat kejutan meski kalah. Turki hanya kalah tipis 1-2. Bermain imbang 1-1 dengan Kosta Rika dan menang 3-0 atas China dalam dua laga selanjutnya, Turki berhasil mengklaim tiket ke 16 besar dan menemani Brasil.
Turki juga melaju jauh di fase knockout, tepatnya ke semifinal, usai menang 1-0 atas Jepang di 16 besar dan 1-0 atas Senegal di perempat final. Sayang, Turki kembali berhadapan dengan Brasil di semifinal. Dalam laga itu, mereka kalah 0-1. Namun, performa mereka layak dapat acungan jempol.
Korea Selatan (2002)

Turki bukan satu-satunya tim kuda hitam di Piala Dunia 2002. Tim tuan rumah, Korea Selatan, juga dapat predikat kuda hitam di edisi itu. Sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002, Korea Selatan sudah lima kali berlaga di putaran final tapi belum sekalipun meraih kemenangan.
Ketika bertanding di kandang sendiri, Korea Selatan yang ditangani oleh Guus Hiddink mampu mengalahkan Polandia dan Portugal untuk bisa menjadi pemuncak grup. Menariknya, pada fase knockout, Korea Selatan sukses menyingkirkan Italia dan Spanyol.
Meski sempat ada kontroversi dalam laga kontra Italia, di mana wasit yang memimpin pertandingan disebut mengambil sejumlah keputusan yang buruk, tapi semangat Korea Selatan sejak fase grup hingga semifinal tak perlu diragukan lagi sangat luar biasa.
Kamerun (1990)

Kamerun tampil sangat baik di Piala Dunia 1990 yang digelar di Italia. Mereka melangkah lebih jauh dari tim-tim asal Afrika yang sebelumnya tampil di Piala Dunia. Bahkan mereka mampu meraih kemenangan atas juara bertahan, Argentina, pada laga pertamanya.
Kemenangan melawan Rumania membantu mereka menjadi pemuncak grup. Kemenangan 2-1 atas Kolombia di laga pertama fase knockout membuat mereka menghadapi Inggris pada laga selanjutnya. Kamerun kalah 2-3 dari Inggris, tapi penampilan Kamerun di Piala Dunia 1990 tidak terlupakan.
Kosta Rika (2014)

Kosta Rika datang ke Piala Dunia 2014 Brasil dengan hanya meraih satu kemenangan dalam putaran final pada 24 tahun terakhir. Namun, perjalanan Kosta Rika tak mudah karena ada di grup neraka bersama Inggris, Uruguay, dan Italia. Meski begitu, Kosta Rika membuat kejutan dengan menjadi juara grup.
Menang 3-1 atas Uruguay pada laga pertama, Kosta Rika kemudian menang 2-1 atas Italia dan bermain imbang tanpa gol dengan Inggris. Kosta Rika pun melangkah hingga perempat final Piala Dunia 2014 setelah menang atas Yunani lewat drama adu penalti.
Sementara pada perempat final, Kosta Rika harus melalui drama adu penalti dan kali ini kalah dari Belanda. Namun, keberhasilan mereka lolos dari grup neraka sebagai juara grup menjadi sebuah catatan luar biasa bagi Keylor Navas dkk. dan membuat mereka layak menjadi tim kuda hitam di Piala Dunia 2014.
Dapatkan jadwal lengkap dan siaran langsung televisi Piala Dunia 2022 pada tautan ini
Semua pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar akan disiarkan di EMTEK Group yang meliputi SCTV, MOJI, Mentari TV, Nex Parabola, dan Vidio.
Disadur dari: Bolacom (Benediktus Gerendo Pradigdo) | Dipublikasi: 8 Desember 2022 | Sumber asli : HITC.com
Baca juga:
Termasuk Paulo Dybala, 10 Pemain 'Termahal' Tanpa Menit Bermain di Piala Dunia 2022
Wow! Kecewa, Cristiano Ronaldo Didesak Kakaknya untuk Tinggalkan Skuad Portugal di Piala Dunia 2022
Joao Felix Harus Cari Cara Tinggalkan Atletico Madrid, Klub Mana yang Minat?
5 Momen Terburuk Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022: Cadangan Seterusnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Juara, Anggun C Sasmi Terharu Nyanyikan Tanah Airku
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:21
-
Rapor Timnas Indonesia vs Thailand: Mental Baja Sang Juara!
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:16
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






