Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair

Asad Arifin | 3 Juli 2026 18:08
Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Riyad Mahrez merayakan golnya ke gawang Timnas Austria, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Reed Hoffmann

Bola.net - Riyad Mahrez resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Aljazair. Penyerang berusia 35 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah timnya kalah 0-2 dari Swiss pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026.

Hasil di Vancouver itu memastikan langkah Aljazair terhenti lebih cepat. Gol Breel Embolo dan Dan Ndoye membawa Swiss melaju ke babak 16 Besar, sementara Mahrez harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional yang telah dibelanya selama bertahun-tahun.

Advertisement

Keputusan tersebut menjadi penutup karier internasional yang penuh warna. Mahrez meninggalkan Aljazair dengan catatan 119 penampilan dan 40 gol, sekaligus menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Meski gagal membawa Aljazair melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, warisan Mahrez tidak akan hilang begitu saja. Ia dikenang sebagai kapten yang membawa Les Fennecs meraih berbagai pencapaian penting di level internasional.

1 dari 3 halaman

Akhir Perjalanan Sang Kapten di Panggung Dunia

Akhir Perjalanan Sang Kapten di Panggung Dunia

Bek Aljazair, Rafik Belghali merayakan golnya ke gawang Austria di Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Reed Hoffmann

Pertandingan melawan Swiss menjadi penampilan terakhir Mahrez dengan seragam Aljazair. Pada usia 35 tahun 131 hari, ia juga tercatat sebagai pemain Afrika tertua kedua yang menjadi starter pada fase gugur Piala Dunia, hanya kalah dari Idrissa Gueye.

Sayangnya, pengalaman dan kualitas Mahrez belum cukup untuk membendung permainan efektif Swiss. Tim asuhan Murat Yakin tampil lebih tajam sepanjang pertandingan dan pantas mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Swiss di sektor serangan. Mereka menciptakan 2,52 expected goals (xG) dari 11 percobaan, sedangkan Aljazair hanya membukukan 0,73 xG dari delapan tembakan.

Kekalahan tersebut juga memperpanjang catatan buruk Aljazair di fase gugur Piala Dunia. Mereka kini melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan di babak gugur, dengan rincian satu hasil imbang dan enam kekalahan sejak kemenangan terakhir atas Jerman pada edisi 1938.

2 dari 3 halaman

Mahrez Tutup Karier dengan Kepala Tegak

Mahrez Tutup Karier dengan Kepala Tegak

Timnas Aljazair merayakan gol Riyad Mahrez ke gawang Austria di Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Reed Hoffmann

Mahrez mengaku kecewa karena Aljazair gagal memanfaatkan peluang untuk melangkah lebih jauh. Menurutnya, pertandingan melawan Swiss sebenarnya masih bisa dimenangkan jika timnya mampu menghindari kesalahan sendiri.

Bagi Mahrez, pertandingan kontra Swiss menjadi penutup perjalanan panjang bersama tim nasional. Ia memilih mengakhiri karier internasional setelah lebih dari satu dekade menjadi wajah utama Aljazair.

"Tujuan kami adalah untuk lolos, dan saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa kami menangkan," kata Mahrez setelah pertandingan dikutip dari FotMob.

"Selalu ada hal positif yang bisa diambil; Kami memang berhasil lolos dari babak penyisihan grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bisa berharap lebih. Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Aljazair," ucap mantan bintang Man City itu.

3 dari 3 halaman

Warisan Besar Riyad Mahrez untuk Aljazair

Warisan Besar Riyad Mahrez untuk Aljazair

Starting XI Timnas Aljazair saat melakoni uji coba melawan Belanda jelang Piala Dunia 2026, 4 Juni 2026 WIB. (c) AP Photo/ Patrick Post

Mahrez meninggalkan tim nasional sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Aljazair. Selama 119 pertandingan, ia mencetak 40 gol dan menjadi inspirasi bagi generasi baru sepak bola negaranya.

Keberadaannya tidak hanya diukur dari statistik. Mahrez membawa mental juara dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa, sesuatu yang membantu meningkatkan daya saing Aljazair di berbagai turnamen besar.

Meski akhir perjalanannya diwarnai kekecewaan, pencapaian Mahrez tetap layak dikenang. Ia menjadi simbol kebangkitan Aljazair dalam satu dekade terakhir dan terus tampil sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan.

LATEST UPDATE