Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Asad Arifin | 3 Juli 2026 18:08
Bola.net - Riyad Mahrez resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Aljazair. Penyerang berusia 35 tahun itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah timnya kalah 0-2 dari Swiss pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Hasil di Vancouver itu memastikan langkah Aljazair terhenti lebih cepat. Gol Breel Embolo dan Dan Ndoye membawa Swiss melaju ke babak 16 Besar, sementara Mahrez harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional yang telah dibelanya selama bertahun-tahun.
Keputusan tersebut menjadi penutup karier internasional yang penuh warna. Mahrez meninggalkan Aljazair dengan catatan 119 penampilan dan 40 gol, sekaligus menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Meski gagal membawa Aljazair melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, warisan Mahrez tidak akan hilang begitu saja. Ia dikenang sebagai kapten yang membawa Les Fennecs meraih berbagai pencapaian penting di level internasional.
Akhir Perjalanan Sang Kapten di Panggung Dunia

Pertandingan melawan Swiss menjadi penampilan terakhir Mahrez dengan seragam Aljazair. Pada usia 35 tahun 131 hari, ia juga tercatat sebagai pemain Afrika tertua kedua yang menjadi starter pada fase gugur Piala Dunia, hanya kalah dari Idrissa Gueye.
Sayangnya, pengalaman dan kualitas Mahrez belum cukup untuk membendung permainan efektif Swiss. Tim asuhan Murat Yakin tampil lebih tajam sepanjang pertandingan dan pantas mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Swiss di sektor serangan. Mereka menciptakan 2,52 expected goals (xG) dari 11 percobaan, sedangkan Aljazair hanya membukukan 0,73 xG dari delapan tembakan.
Kekalahan tersebut juga memperpanjang catatan buruk Aljazair di fase gugur Piala Dunia. Mereka kini melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan di babak gugur, dengan rincian satu hasil imbang dan enam kekalahan sejak kemenangan terakhir atas Jerman pada edisi 1938.
Mahrez Tutup Karier dengan Kepala Tegak

Mahrez mengaku kecewa karena Aljazair gagal memanfaatkan peluang untuk melangkah lebih jauh. Menurutnya, pertandingan melawan Swiss sebenarnya masih bisa dimenangkan jika timnya mampu menghindari kesalahan sendiri.
Bagi Mahrez, pertandingan kontra Swiss menjadi penutup perjalanan panjang bersama tim nasional. Ia memilih mengakhiri karier internasional setelah lebih dari satu dekade menjadi wajah utama Aljazair.
"Tujuan kami adalah untuk lolos, dan saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa kami menangkan," kata Mahrez setelah pertandingan dikutip dari FotMob.
"Selalu ada hal positif yang bisa diambil; Kami memang berhasil lolos dari babak penyisihan grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bisa berharap lebih. Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Aljazair," ucap mantan bintang Man City itu.
Warisan Besar Riyad Mahrez untuk Aljazair

Mahrez meninggalkan tim nasional sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Aljazair. Selama 119 pertandingan, ia mencetak 40 gol dan menjadi inspirasi bagi generasi baru sepak bola negaranya.
Keberadaannya tidak hanya diukur dari statistik. Mahrez membawa mental juara dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa, sesuatu yang membantu meningkatkan daya saing Aljazair di berbagai turnamen besar.
Meski akhir perjalanannya diwarnai kekecewaan, pencapaian Mahrez tetap layak dikenang. Ia menjadi simbol kebangkitan Aljazair dalam satu dekade terakhir dan terus tampil sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan.
Baca Ini Juga
Prediksi Susunan Pemain Kolombia vs Ghana: James Rodriguez dan Luis Diaz Siap Pimpin Los Cafeteros
Disebut Sang Kakak Bakal Pensiun dari Timnas Portugal, Ini Kata Cristiano Ronaldo
Prediksi Susunan Pemain Argentina vs Cape Verde, Lionel Messi Siap Starter
Pisah dengan Nagelsmann, DFB Siapkan Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Timnas Jerman?
Prediksi Susunan Pemain Australia vs Mesir: Mohamed Salah Diragukan, Socceroos Andalkan Irankunda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden FIFA Gianni Infantino Dipanggil soal Relasi dengan Donald Trump
Piala Dunia 28 Juli 2026, 19:42
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






