Bela Ozil, Eks Bayern: Jangan Campur Sepakbola dengan Politik
Febrian Widyachrisma | 31 Juli 2018 19:50
Bola.net - - Eks penyerang Bayern Munchen Giovane Elber menegaskan bahwa sepakbola harusnya tak pernah bola dicampuradukkan dengan politik.
Pernyataan itu ia ungkapkan terkait kasus rasisme yang dialami oleh Mesut Ozil. Playmaker Arsenal ini sebelumnya merilis surat terbuka yang mengungkapkan semua perbuatan tak mengenakkan yang ia terima dari berbagai pihak.
Baik dari para fans maupun Presiden DFB Reinhard Grindel. Parahnya lagi perbuatan tak mengenakkan itu juga menjurus ke arah rasisme. Ozil sendiri merupakan pemain Jerman keturunan Turki.
Semua perlakuan tak mengenakkan itu diterimanya setelah ia berfoto bareng Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Perlakukan itu makin parah setelah Jerman terdepak di fase grup Piala Dunia 2018.
Pada akhirnya, Ozil pun memutuskan untuk pensiun dari timnas . Padahal usianya masih 29 tahun.
Nol Insiden

Elber lantas ditanya apakah ia pernah mengalami masalah serupa saat berkarir di Jerman. Pria asal Brasil ini mengaku ia tak pernah mendapat pengalaman buruk seperti itu.
Tidak, di Jerman, untungnya, saya tidak pernah punya masalah dengan rasisme, jawabnya pada Goal International.
Bukan saya, keluarga saya, anak-anak saya. Itu selalu berjalan dengan sangat baik, dan semua orang selalu menghormati saya dengan cara yang sama, tidak peduli siapa itu, selalu dengan hormat, kenangnya.
Dengan Ozil, saya pikir itu adalah hal yang dilakukan tanpa banyak berpikir, seru Elber.
Tak Boleh Dicampur

Elber kemudian mengomentari soal aksi foto Ozil bersama Erdogan. Dikatakannya, hal itu sebenarnya hal yang wajar saja melihat adanya darah Turki yang mengalir dalam diri Ozil.
Dikatakannya orang-orang harusnya melihat masalah ini dengan lebih bijak. Menurutnya sepakbola tak sepantasnya dicampuradukkan dengan politik.
Ya, foto yang ia ambil karena memulai masalah yang tidak perlu, tambahnya, mengklarifikasi komentar sebelumnya. Di sisi lain, ini adalah presiden negara tempat ia memiliki akar keturunannya. Anda harus memahami itu.
Di Brasil kami selalu mengatakan bahwa sepakbola tidak bisa bergaul dengan politik. Politik adalah hal lain, sepakbola itu sendiri. Ini menggerakkan orang-orang, serunya.
Ketika Anda melihat pertandingan Piala Dunia dan sebuah tim kalah, para penggemar menangis seolah-olah mereka kehilangan seseorang yang dekat dengan mereka. Itulah sepakbola. Dan ketika Anda mencampur sepakbola dan politik, itu tidak akan berjalan baik bagi siapa pun, tegas Elber.
Berita Video

Berita video Vlog Bola.com kali ini langsung dari International Champions Cup (ICC) di Singapura, di mana bertemu dengan dua bintang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang dan Hector Bellerin, setelah pertandingan.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Rogers Gagal, Arsenal Coba Tikung Liverpool untuk Pemain PSG Ini?
Liga Inggris 19 Juli 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














