Belgia, Jepang, dan Senegal: 2 Kisah Comeback yang Sulit Dilupakan

Gia Yuda Pradana | 2 Juli 2026 07:47
Belgia, Jepang, dan Senegal: 2 Kisah Comeback yang Sulit Dilupakan
Para pemain Belgia berbaris saat upacara sebelum pertandingan dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Maddy Grassy

Bola.net - Belgia seperti memiliki hubungan khusus dengan pertandingan yang tampak nyaris berakhir dengan kekecewaan. Ketika harapan mulai menipis, tim berjuluk Red Devils itu justru mampu menemukan jalan untuk membalikkan keadaan.

Pemandangan tersebut kembali terlihat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle. Belgia tertinggal dua gol dari Senegal dan hanya beberapa menit lagi dari kepulangan lebih cepat.

Advertisement

Namun, sejarah ternyata belum selesai ditulis. Delapan tahun setelah membungkam Jepang lewat comeback ikonik, Belgia kembali menghadirkan cerita serupa dengan Senegal sebagai korban terbaru.

1 dari 2 halaman

Saat Senegal Merasa Tiket Sudah di Tangan

Saat Senegal Merasa Tiket Sudah di Tangan

Pemain Belgia Timothy Castagne (21) mengambil bola dan merayakan gol timnya yang dicetak oleh Youri Tielemans dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Sepanjang sebagian besar pertandingan, Senegal tampil sebagai tim yang lebih dekat dengan kemenangan. Habib Diarra membuka keunggulan pada menit ke-24 sebelum Ismaila Sarr menggandakan skor pada awal babak kedua.

Skor 2-0 bertahan hingga laga memasuki fase akhir. Para pendukung Senegal mulai melihat babak 16 besar di depan mata, sementara Belgia tampak kehabisan waktu.

Keadaan berubah pada menit ke-86 ketika Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan harapan. Tiga menit kemudian, Youri Tielemans menyundul bola ke gawang Senegal dan membuat pertandingan kembali seimbang.

Perpanjangan waktu tidak langsung menghasilkan pemenang. Ketika adu penalti mulai terasa sebagai akhir yang paling mungkin, drama terakhir muncul pada masa tambahan waktu extra time.

Tinjauan VAR menghadirkan penalti untuk Belgia setelah Tielemans dijatuhkan di kotak penalti. Gelandang itu kemudian berdiri di depan bola dan mengirim tendangan yang memastikan kemenangan 3-2 pada menit 120+5.

2 dari 2 halaman

Jepang yang Lebih Dulu Merasakan Luka yang Sama

Jepang yang Lebih Dulu Merasakan Luka yang Sama

Pemandangan umum saat upacara sebelum pertandingan dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Maddy Grassy

Bagi banyak pendukung Belgia, comeback atas Senegal langsung mengingatkan pada malam bersejarah di Rusia pada 2018. Saat itu, Jepang sempat membuat Belgia berada di tepi jurang eliminasi.

Genki Haraguchi membuka keunggulan Jepang pada menit ke-48. Empat menit berselang, Takashi Inui melepaskan tembakan jarak jauh yang membawa Jepang memimpin 2-0.

Belgia perlahan menemukan jalan keluar dari tekanan. Jan Vertonghen memperkecil ketertinggalan sebelum Marouane Fellaini menyamakan skor menjadi 2-2.

Ketika laga memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat yang berawal dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli muncul di posisi yang tepat untuk menuntaskan umpan Thomas Meunier dan memastikan kemenangan 3-2.

Jepang menjadi korban pertama comeback dua gol Belgia di fase gugur Piala Dunia. Kini, delapan tahun kemudian, Senegal merasakan pengalaman yang hampir identik.

Dua pertandingan itu dipisahkan oleh waktu yang panjang. Namun, keduanya memiliki pesan yang sama bahwa Belgia adalah tim yang tetap berbahaya hingga peluit akhir benar-benar berbunyi.