Demi FIFA, Brasil Ijinkan Minum Bir di Stadion
Editor Bolanet | 30 Maret 2012 14:31
- Para penggemar sepak bola yang senang minum bir dapat menikmati minuman favorit mereka sembari menyaksikan langsung pertandingan di Piala Dunia 2014. Hal ini bisa terjadi setelah Dewan yang membuat undang-undang di Brasil setuju untuk menangguhkan RUU pelarangan penjualan bir di dalam stadion selama perhelatan Piala Dunia 2014 mendatang.
Penjualan minuman beralkohol di dalam arena olahraga telah dilarang di Brasil sejak 2003, namun RUU khusus Piala Dunia akan menciptakan pengecualian seperti yang diminta oleh badan sepak bola dunia, FIFA. Dengan ditangguhkannya Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut, seakan membuka jalan untuk penjualan bir dalam kemasan plastik di dalam stadion.
RUU tersebut, yang tetap memerlukan pengesahan dari Senat sebelum diratifikasi oleh Presiden Dilma Roussef, juga akan mengizinkan bir untuk dijual di dalam stadion sepanjang Piala Konfederasi 2013.
FIFA telah meminta pengecualian atas perjanjian dengan sponsornya, perusahaan bir yang berasal dari Amerika Serikat, Budweiser, dan pelarangan penjualan bir di 12 kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia Brasil akan menghantam pemasukan badan sepak bola dunia tersebut.
Pencabutan larangan tersebut datang setelah terdapat perjanjian dengan pemerintah, pihak oposisi, dan blok pro agribisnis yang sangat kuat di negara tersebut.
Bagaimanapun, beberapa pembuat undang-undang menegaskan bahwa FIFA masih akan perlu bernegosiasi terkait izin penjualan bir secara terpisah dengan negara-negara bagian Brasil yang bersangkutan. Tujuh dari 12 kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia memiliki peraturan yang melarang penjualan bir.
RUU tersebut juga memberi hak ekslusif terhadap FIFA terhadap gambar, suara, dan bentuk ekspresi lain yang berhubungan dengan Piala Dunia, dan berhak meminta hukuman dan sanksi keuangan untuk segala bentuk reproduksi ilegal.
RUU tersebut juga mengatur satu persen dari keseluruhan tiket masuk dialokasikan untuk penyandang cacat, dan mengatur agar 300.000 tiket dijual dengan potongan harga.
Renan Fielho, anggota Partai Pergerakan Demokratik Brasil, yang juga bersekutu dengan pemerintah, mengatakan: Pencabutan larangan ini bersifat sementara untuk menjamin Piala Dunia Brasil berjalan dengan sukses. Namun Vicente Candido, anggota Partai Pekerja dan penyokong RUU tersebut menggambarkannya sebagai kompromi yang tidak memenuhi keinginan pemerintah, tetapi untuk FIFA, dan masyarakat sipil. (afp/mac)
Penjualan minuman beralkohol di dalam arena olahraga telah dilarang di Brasil sejak 2003, namun RUU khusus Piala Dunia akan menciptakan pengecualian seperti yang diminta oleh badan sepak bola dunia, FIFA. Dengan ditangguhkannya Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut, seakan membuka jalan untuk penjualan bir dalam kemasan plastik di dalam stadion.
RUU tersebut, yang tetap memerlukan pengesahan dari Senat sebelum diratifikasi oleh Presiden Dilma Roussef, juga akan mengizinkan bir untuk dijual di dalam stadion sepanjang Piala Konfederasi 2013.
FIFA telah meminta pengecualian atas perjanjian dengan sponsornya, perusahaan bir yang berasal dari Amerika Serikat, Budweiser, dan pelarangan penjualan bir di 12 kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia Brasil akan menghantam pemasukan badan sepak bola dunia tersebut.
Pencabutan larangan tersebut datang setelah terdapat perjanjian dengan pemerintah, pihak oposisi, dan blok pro agribisnis yang sangat kuat di negara tersebut.
Bagaimanapun, beberapa pembuat undang-undang menegaskan bahwa FIFA masih akan perlu bernegosiasi terkait izin penjualan bir secara terpisah dengan negara-negara bagian Brasil yang bersangkutan. Tujuh dari 12 kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia memiliki peraturan yang melarang penjualan bir.
RUU tersebut juga memberi hak ekslusif terhadap FIFA terhadap gambar, suara, dan bentuk ekspresi lain yang berhubungan dengan Piala Dunia, dan berhak meminta hukuman dan sanksi keuangan untuk segala bentuk reproduksi ilegal.
RUU tersebut juga mengatur satu persen dari keseluruhan tiket masuk dialokasikan untuk penyandang cacat, dan mengatur agar 300.000 tiket dijual dengan potongan harga.
Renan Fielho, anggota Partai Pergerakan Demokratik Brasil, yang juga bersekutu dengan pemerintah, mengatakan: Pencabutan larangan ini bersifat sementara untuk menjamin Piala Dunia Brasil berjalan dengan sukses. Namun Vicente Candido, anggota Partai Pekerja dan penyokong RUU tersebut menggambarkannya sebagai kompromi yang tidak memenuhi keinginan pemerintah, tetapi untuk FIFA, dan masyarakat sipil. (afp/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hansi Flick Sepakati Kontrak Baru di Barcelona, Kapan Diumumkan?
Liga Spanyol 2 Mei 2026, 09:16
-
Arsenal vs Fulham dan Beban Sejarah 122 Tahun Tim Tamu
Liga Inggris 2 Mei 2026, 08:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20














