Dibantai PSG, Lionel Messi Kehilangan Kendali dan Coba Pukul Vitinha?
Aga Deta | 30 Juni 2025 18:13
Bola.net - Lionel Messi harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia Antarklub 2025 usai Inter Miami dibekuk PSG. Dalam laga babak 16 besar itu, tim asal Amerika Serikat kalah telak 0-4, Minggu (29/6/2025).
Messi tampil sebagai pemain kunci Inter Miami sejak fase grup. Namun, menghadapi mantan klubnya ternyata jadi ujian emosional tersendiri.
Ia hampir mencetak gol di babak kedua melalui sundulan, tapi Gianluigi Donnarumma mampu menggagalkannya. Sepanjang laga, PSG tampil dominan dan membuat Inter Miami kesulitan mengembangkan permainan.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah reaksi Messi saat mencoba menghentikan pergerakan Vitinha. Aksi itu terekam kamera dan menuai banyak komentar.
Messi Diisukan Coba Pukul Vitinha

PSG menguasai jalannya pertandingan lewat permainan cepat dan tekanan konstan. Messi tampak frustrasi karena tak mampu membantu timnya keluar dari tekanan.
Saat Vitinha berhasil melewati penjagaan, Messi mencoba menghadang sang gelandang. Tangan kanannya terlihat bergerak ke arah wajah Vitinha saat bola sudah dilepas.
Meskipun tak mengenai sasaran, gerakan itu dianggap sebagai isyarat agresif. Cuplikan video insiden tersebut viral di media sosial dan memicu spekulasi negatif.
Vitinha Pernah Tegaskan Hubungan Baik-baik Saja

Isu ketegangan Messi dan Vitinha sebenarnya bukan hal baru. Keduanya pernah dikabarkan tidak akur saat sama-sama bermain di PSG.
Namun, Vitinha membantah kabar tersebut lewat unggahan di media sosial. Ia menyatakan tidak pernah bermasalah dengan Messi selama di Paris.
"Biasanya saya tidak menanggapi rumor media, tapi kali ini saya harus meluruskan. Itu semua tidak benar," tulis Vitinha di platform X (dulu Twitter).
Messi dan Vitinha Saling Respek di Akhir Laga
Meski pertandingan berjalan panas, Messi dan Vitinha tetap menjaga sikap profesional. Keduanya tampak saling berpelukan usai laga sebagai bentuk penghormatan satu sama lain.
Gestur tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada permusuhan pribadi di antara mereka. Messi tetap menunjukkan rasa hormat kepada mantan rekannya di PSG itu.
Momen ini menjadi pengingat bahwa emosi dalam pertandingan besar bisa memuncak. Meski berstatus legenda, Messi tetap manusia yang bisa bereaksi dalam tekanan tinggi.
Sumber: Give Me Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Selandia Baru vs Mesir 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:53
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Uruguay vs Cape Verde 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Iran 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Arab Saudi 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:15
-
Dengan Peran Lebih Tepat, Cristiano Ronaldo Masih Bisa Sangat Berbahaya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 20:56
LATEST UPDATE
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











