Dicoret dari Timnas Inggris, Phil Foden dan Cole Palmer Jadi Korban Ketegasan Thomas Tuchel

Richard Andreas | 22 Mei 2026 14:24
Dicoret dari Timnas Inggris, Phil Foden dan Cole Palmer Jadi Korban Ketegasan Thomas Tuchel
Aksi Phil Foden dalam laga Carabao Cup antara Manchester City vs Brentford, Kamis (18/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Thomas Tuchel membuat keputusan besar menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Inggris itu dikabarkan tidak memasukkan Phil Foden dan Cole Palmer ke dalam skuad 26 pemain yang akan berangkat ke Amerika Serikat.

Keputusan tersebut langsung memicu perhatian besar karena keduanya dikenal sebagai dua gelandang serang terbaik generasi Inggris saat ini. Namun, Tuchel ternyata lebih memprioritaskan keseimbangan tim dibanding sekadar mengumpulkan pemain berbakat.

Advertisement

Langkah itu sekaligus menegaskan filosofi yang sejak awal terus dipegang pelatih asal Jerman tersebut selama menangani Inggris.

1 dari 4 halaman

Thomas Tuchel Pegang Teguh Filosofinya

Thomas Tuchel Pegang Teguh Filosofinya

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bertepuk tangan saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K melawan Albania, Minggu (16/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Sejak mulai menangani Inggris, Tuchel berulang kali menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik "mengoleksi talenta". Ia lebih fokus membangun tim yang benar-benar sesuai dengan sistem dan kebutuhan permainan.

Pernyataan itu sebenarnya sudah terlihat sejak Oktober tahun lalu ketika ia sempat tidak memanggil Jude Bellingham. Saat itu, keputusan tersebut sempat menuai perdebatan besar di Inggris.

Tuchel bahkan menegaskan bahwa seorang pelatih harus konsisten dengan prinsip yang diucapkannya.

“Untuk menjaga kredibilitas sebagai pelatih, Anda harus membuktikan ucapan Anda,” kata Tuchel di Wembley pada 3 Oktober lalu.

Kini, filosofi itu benar-benar terlihat dalam pemilihan skuad Piala Dunia. Ia tidak hanya memilih pemain paling terkenal atau paling berbakat, tetapi pemain yang dinilai paling efektif untuk sistemnya.

2 dari 4 halaman

Phil Foden Gagal Menjawab Kepercayaan

Phil Foden Gagal Menjawab Kepercayaan

Phil Foden dan Ryan Sessegnon berebut bola dalam laga Premier League antara Manchester City vs Fulham di Etihad Stadium, 12 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Nama Phil Foden menjadi salah satu pencoretan paling mengejutkan. Padahal pemain Manchester City itu memiliki reputasi luar biasa di level klub.

Foden sudah memenangkan enam gelar Premier League, satu Liga Champions, dan pernah meraih penghargaan Pemain Terbaik Inggris. Ia juga sudah tampil dalam tiga turnamen besar bersama Timnas Inggris.

Meski begitu, performanya bersama Inggris dinilai belum pernah benar-benar maksimal. Selain penampilan impresif saat semifinal Euro 2024 melawan Belanda, Foden kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya di level internasional.

Tuchel sebenarnya sangat ingin menemukan posisi ideal bagi Foden. Ia sempat mencoba sang pemain sebagai nomor 10 hingga false nine ketika Harry Kane absen.

Pelatih asal Jerman itu menyukai pergerakan tajam dan kemampuan Foden dalam menusuk pertahanan lawan. Akan tetapi, eksperimen tersebut tidak pernah benar-benar berhasil di lapangan.

Dalam kekalahan 0-1 Inggris dari Jepang pada 31 Maret lalu, Foden dimainkan bersama Palmer sebagai duet nomor 10. Namun, keduanya gagal memberi pengaruh besar.

Setelah laga itu, Tuchel secara terbuka mengakui bahwa Foden masih kesulitan memberikan dampak penuh bagi Inggris.

“Tidak ada jaminan dia akan ikut,” ujar Tuchel saat itu.

3 dari 4 halaman

Cole Palmer Juga Kehilangan Tempat

Cole Palmer Juga Kehilangan Tempat

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Situasi Cole Palmer sebenarnya tidak jauh berbeda. Dalam dua musim terakhir, performa Palmer di level klub bahkan dinilai lebih konsisten dibanding Foden.

Meski begitu, kontribusinya bersama Inggris belum cukup meyakinkan bagi Tuchel. Palmer baru tampil tiga kali sejak pelatih asal Jerman itu mengambil alih tim nasional.

Ia sempat menjadi starter melawan Andorra di Barcelona tahun lalu, tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Uruguay, lalu ikut dalam eksperimen gagal bersama Foden melawan Jepang.

Selain itu, Palmer juga melewatkan seluruh agenda tim nasional pada musim gugur lalu. Situasi tersebut membuat Tuchel merasa belum memiliki cukup bukti untuk mengandalkannya di Piala Dunia.

Padahal ketika pertama kali ditunjuk sebagai pelatih Inggris, banyak pihak percaya Tuchel akan menjadi sosok yang mampu memaksimalkan kombinasi Foden dan Palmer, sesuatu yang belum sepenuhnya berhasil dilakukan Gareth Southgate.

Keduanya dianggap sebagai simbol generasi emas teknik sepak bola Inggris modern. Mereka juga sama-sama berkembang melalui sistem Manchester City dan tim kelompok umur Inggris.

Sayangnya, menurut Tuchel, reputasi besar saja tidak cukup.

4 dari 4 halaman

Morgan Rogers dan Bellingham Unggul dalam Persaingan

Persaingan di posisi nomor 10 memang menjadi salah satu area tersulit dalam skuad Inggris saat ini. Tuchel bahkan pernah mengakui kecil kemungkinan dirinya membawa terlalu banyak pemain dengan karakter serupa.

Dalam sistemnya, beberapa pemain lain dinilai memberi dampak lebih besar dibanding Foden maupun Palmer.

Morgan Rogers menjadi salah satu nama yang paling diuntungkan. Penampilan Inggris di era Tuchel justru disebut paling baik ketika Rogers dimainkan di belakang striker.

Selain Rogers, Jude Bellingham juga mampu memberi kontribusi yang lebih konsisten sejak Tuchel mengambil alih tim.

Menariknya, pada awal masa kepelatihan Tuchel, banyak yang justru mempertanyakan apakah Bellingham akan cocok dengan sistem sang pelatih. Namun, situasinya kini berbalik drastis.

Pada akhirnya, bukan Bellingham yang tersingkir. Justru dua bintang besar lain di generasi yang sama, Phil Foden dan Cole Palmer, yang harus membayar mahal ketatnya persaingan di skuad Inggris.

LATEST UPDATE