Efek Instan dalam 23 Detik, Romelu Lukaku Bantu Belgia Paksa Hasil Imbang dengan Mesir

Richard Andreas | 16 Juni 2026 06:29
Efek Instan dalam 23 Detik, Romelu Lukaku Bantu Belgia Paksa Hasil Imbang dengan Mesir
Romelu Lukaku berandil membuat Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri dalam laga Belgia vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Maddy Grassy

Bola.net - Mesir masih harus menunggu kemenangan pertamanya di Piala Dunia, 92 tahun setelah penampilan perdana mereka, sementara Belgia harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan saat kedua tim bermain imbang 1-1.

Tim Afrika itu tampil efektif sejak awal pertandingan dan mampu unggul lebih dulu melalui gol Emam Ashour pada babak pertama. Belgia yang mendominasi penguasaan bola kesulitan menemukan celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Advertisement

Situasi berubah pada babak kedua ketika Romelu Lukaku masuk dari bangku cadangan. Kehadirannya langsung mengubah dinamika serangan Belgia dan membantu timnya menyamakan kedudukan.

1 dari 3 halaman

Lukaku Tunjukkan Pengaruh Instan dari Bangku Cadangan

Lukaku Tunjukkan Pengaruh Instan dari Bangku Cadangan

Selebrasi Romelu Lukaku dalam laga Belgia vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Mesir membuka keunggulan pada menit ke-19 melalui tembakan rendah Emam Ashour dari luar kotak penalti. Gol itu disambut selebrasi penuh percaya diri sebelum sang pencetak gol terjatuh setelah bertabrakan dengan rekan setimnya.

Di sisi lain, Belgia mengalami kesulitan untuk bangkit. Kevin De Bruyne beberapa kali gagal memaksimalkan peluang, termasuk saat tembakannya membentur tiang gawang ketika timnya berusaha mengejar ketertinggalan.

Perubahan besar terjadi setelah pelatih Rudi Garcia memasukkan Romelu Lukaku pada menit ke-66. Hanya 23 detik setelah masuk lapangan, striker berusia 33 tahun itu langsung menyerbu umpan silang rendah Thomas Meunier dan memicu kepanikan di area pertahanan Mesir.

Tekanan yang diberikan Lukaku membuat Mohamed Hany justru memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan Belgia.

2 dari 3 halaman

Belgia Masih Mencari Formula di Lini Serang

Belgia Masih Mencari Formula di Lini Serang

Emam Ashour mencetak gol dalam laga Belgia vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Sejak awal pertandingan, Belgia menempatkan Charles De Ketelaere sebagai penyerang tengah. Namun, pemain berusia 25 tahun itu lebih dikenal sebagai pemain yang menghubungkan permainan dibanding menjadi target man di depan.

Pendekatan tersebut membuat serangan Belgia terlihat cair ketika permainan berjalan lancar. Namun saat Mesir mampu bertahan dengan disiplin, Belgia kesulitan menemukan sosok yang bisa menjadi titik fokus di dalam kotak penalti.

De Ketelaere hanya empat kali menyentuh bola di area penalti Mesir sepanjang penampilannya. Kondisi itu membuat kreativitas Jeremy Doku, De Bruyne, dan pemain lain tidak mendapatkan penyelesaian yang maksimal di depan gawang.

Kehadiran Lukaku langsung memberikan dimensi berbeda. Dalam hitungan detik setelah masuk, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia itu menyerang area enam yard dan memaksa terjadinya gol bunuh diri yang menyelamatkan timnya dari kekalahan.

3 dari 3 halaman

Generasi Lama Belgia Masih Dibutuhkan

Lukaku memulai pertandingan dari bangku cadangan karena De Ketelaere dipercaya sebagai ujung tombak. Meski demikian, pengalaman sang striker veteran kembali terbukti penting ketika Belgia membutuhkan solusi cepat.

Cedera memang membatasi penampilan Lukaku musim lalu. Namun statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia menunjukkan bahwa naluri dan pengalamannya masih menjadi aset berharga bagi tim nasional.

Lukaku mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama secara reguler. Ia bahkan gagal memanfaatkan peluang emas melalui sundulan pada akhir pertandingan, tetapi kontribusinya sebagai pemain pengganti menjadi faktor penting dalam hasil imbang ini.

Belgia masih memiliki fondasi kuat di lini tengah dan sejumlah opsi berkualitas di sektor sayap. Namun pertandingan melawan Mesir kembali memperlihatkan bahwa tim tersebut belum sepenuhnya menemukan generasi baru yang mampu menggantikan peran para pemain seniornya.

LATEST UPDATE