Fabio Grosso, Bek yang Hancurkan Jerman di Semifinal Piala Dunia 2006
Serafin Unus Pasi | 23 Agustus 2022 18:54
Bola.net - Kejadian Gianluca Zambrotta mengalami cedera jelang Piala Dunia 2006, menjadi berkah tersendiri bagi Fabio Grosso. Eks Palermo dan Juventus ini langsung dipercaya Marcello Lippi sebagai starter pada partai pembuka Grup E, melawan Ghana.
Setelahnya, pos bek sayap kiri menjadi miliknya dan Zambrotta setelah pulih dari cedera digeser oleh Lippi ke bek kanan. Kombinasi keduanya, membuat Gli Azzurri tampil begitu mengerikan di kejuaraan yang diselenggarakan di Jerman ini.
Penampilan Grosso menjadi buah bibir ketika menghadapi Der Panzer di semifinal Piala Dunia 2006. Kala itu, satu golnya saat babak tambahan menjadi pemecah kebuntuan Italia dan kemudian gol dari Del Piero memastikan langkah Azzurri ke babak final.
Puncaknya, Grosso juga berkontribusi di partai final saat menghadapi Prancis dan turut mengantarkan Italia meraih trofi Piala Dunia keempatnya.
Menjadi Pahlawan di Final Piala Dunia
Ketika skor berakhir imbang 1-1 berarti jawara dunia mesti ditentukan via adu penalti. Di sinilah terlihat tim mana yang lebih haus akan titel juara Piala Dunia berdasarkan tingkat keberhasilan masing-masing dalam mengeksekusi lima tendangan.
Grosso tampil sebagai eksekutor terakhir saat adu penalti yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Prancis, melengkapi keberhasilan empat penendang sebelumnya: Andrea Pirlo, Marco Materazzi, Daniele de Rossi, dan Alessandro Del Piero.
“Kami tidak tahu siapa pemenangnya jika laga final berlanjut ke babak adu penalti. Satu hal yang pasti, seluruh pemain Italia siap menjadi eksekutor,” ujar penendang kelima sekaligus penentu kemenangan Italia, Fabio Grosso, selepas laga.
Musuh Publik Australia
Italia berhadapan dengan Australia pada babak 16 besar. Satu kejadian penting di pertandingan ini membuat Grosso menjadi musuh publik Negeri Kanguru.
Kala itu, Grosso terjatuh (namun terlihat diving) di kotak penalti Australia pada menit ketiga injury time. Kedudukan masih 0-0 saat itu. Wasit Luis Medina Cantalejo memberi penalti penting, penalti yang layak diperdebatkan, kepada Italia.
Pelatih Socceroos, Guus Hiddink sampai meradang kala itu, "Tidak ada keraguan bahwa itu bukan penalti, pahit sekali melihatnya terjadi di detik-detik terakhir. Namun ketika emosi mereda, kami bisa merasa bangga.” ucapnya.
Menjadi Pelatih
Setelah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola, Grosso memilih terjun ke dunia kepelatihan. Sejumlah tim pun sudah pernah dibesutnya, termasuk Juventus Primavera, Bari, Hellas Verona, Brescia, dan FC Sion.
Sayangnya, kariernya sebagai pelatih tidak sebaik kariernya sebagai pemain, bahkan bisa dibilang sangat buruk. Semuanya berakhir dengan pemecatan.
Klub terakhir yang diasuh oleh Grosso adalah Frosinone pada musim 2020/21.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
Mengenang Gol Thierry Henry yang Buyarkan Impian Brasil Jadi Juara Back to Back di Piala Dunia 2006
Piala Dunia 2014: Setelah Dibantai Jerman 7-1, Brasil Dipermalukan Belanda 3-0!
Semifinal Piala Dunia 2018: Gol Mario Mandzukic Saat Extra Time Bikin Timnas Inggris Tersungkur
Piala Dunia 2014: Mengenang 4 Gol Robin van Persie untuk Timnas Belanda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kesedihan Jay Idzes Harus Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 18 September 2026, 14:12
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Persik Kediri 18 September 2026
Bola Indonesia 17 September 2026, 17:14
-
Hasil Ipswich Town vs Arsenal: Max Dowman Menggila, The Gunners Menang 4-2
Liga Inggris 16 September 2026, 05:15
-
Jay Idzes Cedera Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Bagaimana Kondisinya?
Tim Nasional 15 September 2026, 18:32
-
Pesona Dimitar Mitkov Bersama Madura United: 4 Gol dan Puncaki Top Skor BRI Super League
Bola Indonesia 15 September 2026, 17:47
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
-
Tersisih di Era Xabi Alonso, Wonderkid Chelsea Ini Menolak Menyerah!
Liga Inggris 22 September 2026, 22:19
-
Tim Renang Putra Indonesia Finis Ke-6 di Final 4x100 Meter Gaya Ganti Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 22:11
-
Mantan Tangan Kanan Solskjaer Bakal Gantikan Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:08
-
MU Cari Bek Kiri Baru, Incar Bek Top EPL Ini?
Liga Inggris 22 September 2026, 21:59
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
-
Makin Kuat! Wakili Indonesia di Kompetisi Regional, Borneo FC Dapat Sokongan Mitra Baru!
Bola Indonesia 22 September 2026, 21:43
-
Perenang Indonesia Finis di Peringkat 6 Men's Backstroke 50m Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 22 September 2026, 21:30
-
Estevao Willian Bicara soal Minim Menit Bermain di Chelsea Era Xabi Alonso
Liga Inggris 22 September 2026, 21:10
-
Raphinha Segera Tunjuk Agen Baru, Tugas Pertamanya Negosiasi Kontrak Baru dengan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

