Haaland Ubah Oslo Jadi Neraka bagi Israel
Gia Yuda Pradana | 12 Oktober 2025 05:02
Bola.net - Ullevaal Stadion berubah jadi neraka bagi Timnas Israel. Di tengah suhu dingin khas Oslo, Erling Haaland menyalakan api yang membakar harapan tim tamu. Timnas Norwegia menang telak 5-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup I—malam yang sempurna bagi publik tuan rumah dan malam kelam bagi Israel.
Dua dari lima gol Norwegia adalah gol bunuh diri Anan Khalaili dan Idan Nachmias pada menit ke-18 dan 28. Seolah tak ada tempat bersembunyi bagi Israel. Haaland, yang sempat gagal dua kali mengeksekusi penalti di awal laga, membalasnya dengan cara paling mematikan: hattrick di menit ke-27, 63, dan 72.
Dengan kemenangan ini, Norwegia melanjutkan rekor sempurna mereka di Grup I dan hanya tinggal selangkah lagi menuju Piala Dunia pertama sejak 1998. Sementara itu, Israel pulang dari Oslo bukan hanya dengan kekalahan menyakitkan.
Hattrick dan Rekor Dunia dari sang Mesin Gol
Bagi Erling Haaland, malam di Oslo bukan sekadar kemenangan. Ini adalah malam penegasan. Penyerang Manchester City itu resmi mencatatkan hat-trick keenam bersama Norwegia sekaligus menembus 51 gol dari 46 laga internasional—menjadikannya pemain tercepat dalam sejarah sepak bola internasional yang mencapai 50 gol. Sebelumnya, rekor itu dipegang Harry Kane, yang memerlukan 71 pertandingan untuk mencapainya.
Hebatnya lagi, Haaland kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa dengan 12 gol hanya dari enam pertandingan. Sebuah catatan luar biasa yang mengukuhkan reputasinya sebagai predator paling ganas di benua Eropa saat ini.
Meski sempat frustrasi di awal laga karena dua penaltinya ditepis Daniel Peretz, Haaland menunjukkan mental baja. Gol pertamanya hadir dari serangan cepat, dua lainnya lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan Antonio Nusa. Begitu peluit akhir berbunyi, Haaland berdiri tegap—dingin, tenang, dan tak tersentuh—seperti monster yang baru saja menyelesaikan tugasnya.
Norwegia kini menjelma jadi kekuatan baru di Eropa.
Oslo Bergolak di Dalam dan Luar Lapangan
Namun, api di Oslo malam itu tidak hanya berkobar di lapangan. Sebelum laga dimulai, ratusan orang turun ke jalan membawa bendera Palestina, meneriakkan “Free Palestine”, menuntut keadilan dan mengutuk tindakan Israel di Gaza. Suasana panas di luar stadion menambah atmosfer emosional yang menyelimuti pertandingan ini.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, bahkan menegaskan bahwa pihaknya “mendorong agar Israel dikenai sanksi”. Tekanan politik dan solidaritas kemanusiaan membuat pertandingan ini terasa lebih dari sekadar sepak bola—ia berubah menjadi simbol perlawanan dan harga diri.
Bagi Norwegia, kemenangan besar ini lebih dari tiga poin. Ini adalah bentuk penegasan bahwa mereka bukan lagi tim pelengkap. Bagi Haaland, malam di Oslo menegaskan satu hal: ketika ia berada di lapangan, bahkan salju Skandinavia pun bisa terbakar.
Oslo tak akan melupakan malam ini—malam ketika Erling Haaland mengubah kota damai itu menjadi neraka bagi Israel.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
LATEST UPDATE
-
3 Pemain Real Madrid yang Paling Diuntungkan Peran Baru Arda Guler
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 14:07
-
Tempat Menonton PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 12 Agustus 2026, 13:21
-
Jose Mourinho Bisa Jadi Sosok yang Dibutuhkan Kylian Mbappe di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 13:04
-
Link Live Streaming PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 12 Agustus 2026, 12:51
-
Liverpool Bisa Kehilangan Curtis Jones, Inter Milan Mulai Bergerak
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:21
-
4 Transfer Impian Liverpool Sebelum Bursa Musim Panas Ditutup
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 12:18
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Piala Dunia 12 Agustus 2026, 11:21
-
Diincar Liverpool, Luis Enrique Buka Suara soal Masa Depan Bradley Barcola di PSG
Liga Eropa Lain 12 Agustus 2026, 10:51
-
Carlos Espi Punya Senjata yang Tidak Dimiliki Mbappe dan Endrick di Real Madrid
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:48
-
Saatnya Real Madrid Membuktikan Statusnya Sebagai Penguasa Liga Champions
Liga Champions 12 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Ingin Tawar Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, tapi Ada 2 Kendala
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 10:32
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Yan Diomande Tak Bisa Menolak Saat Real Madrid Memanggil
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 10:03
-
Dean Huijsen Warisi Nomor 4 Real Madrid, Mimpi Masa Kecil Jadi Nyata
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 09:56
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



