Hasil Inggris vs Andorra: Taktik Tuchel Berbuah Manis, Three Lions Menang 2-0
Richard Andreas | 7 September 2025 01:06
Bola.net - Timnas Inggris berhasil mengalahkan Andorra dengan skor 2-0 pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Villa Park, Sabtu (6/9/2025) malam WIB. Kemenangan tersebut mengantarkan anak asuh Thomas Tuchel meraih tiga poin krusial dalam fase grup.
Keunggulan The Three Lions tercipta melalui gol bunuh diri Christian Gonzalez di babak pertama, kemudian disusul sundulan Declan Rice pada menit ke-67. Meskipun tim tamu tampil dengan disiplin tinggi dan menerapkan blok bertahan yang rapat, Inggris tetap mampu menemukan celah untuk meraih kemenangan.
Jalannya laga berlangsung dengan ritme yang relatif lambat pada 45 menit awal. Namun, strategi dan rotasi pemain yang diterapkan Tuchel di babak kedua berhasil menghidupkan penampilan pasukan Inggris.
Performa yang lebih agresif dan efisien ditunjukkan tim tuan rumah setelah jeda istirahat. Hasil positif ini semakin memperkuat kedudukan Inggris dalam klasemen sementara grup dan menjaga harapan mereka untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Babak Pertama

Pertandingan dibuka dengan intensitas yang terbilang rendah. Tim Inggris yang menurunkan beberapa pilar utama langsung mengambil alih kendali permainan, sementara Andorra memilih strategi bertahan dengan formasi 5-4-1 yang kompak.
Berbagai upaya yang dilakukan skuat Inggris untuk menembus barisan pertahanan lawan masih belum membuahkan hasil. Peluang awal muncul pada menit ke-15 melalui tembakan jarak jauh, namun bola dapat diamankan dengan mudah oleh penjaga gawang Andorra.
Tiga menit kemudian, Inggris masih mendominasi alur permainan meskipun belum berhasil menciptakan ancaman serius. Momen penting tiba pada menit ke-23 ketika kesempatan emas tersaji.
Umpan silang mendatar dari Reece James hampir dimanfaatkan dengan baik oleh Eberechi Eze dan Harry Kane. Sayangnya, kedua pemain tersebut tidak mampu menjangkau bola dengan sempurna.
Gol yang dinanti-nantikan akhirnya lahir pada menit ke-25. Sebuah umpan silang dari Noni Madueke justru diantisipasi secara keliru oleh Christian Gonzalez, yang malah mencetak gol bunuh diri dan memberikan keunggulan 1-0 bagi Inggris.
Pasca gol pembuka, ritme permainan kembali berjalan datar. Inggris tetap unggul dalam aspek penguasaan bola, namun kurang variasi dalam pola serangan.
Andorra lebih memilih bersikap defensif di wilayah sendiri dan hanya sesekali melakukan tekanan tinggi tanpa hasil signifikan. Hingga menit ke-40, upaya Inggris untuk menambah keunggulan masih terkendala.
Pertahanan rapat yang diterapkan Andorra membuat kreativitas lini serang tuan rumah kurang maksimal. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis 1-0 untuk Inggris.
Babak Kedua

Memasuki 45 menit kedua, Inggris tampil dengan pendekatan yang lebih menyerang. Di menit-menit awal, Eze memperoleh kesempatan namun tembakannya dapat ditangkis oleh kiper lawan.
Andorra beberapa kali mencoba melancarkan serangan balik, termasuk melalui situasi tendangan bebas. Namun upaya tersebut hanya menghasilkan bola liar yang melambung melewati mistar gawang.
Eze kembali mengancam pada menit ke-55 dengan melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Arah bola masih belum tepat sasaran dan melambung tinggi.
Tekanan yang semakin intens dilakukan Inggris, sementara Andorra berupaya memanfaatkan situasi bola mati untuk menciptakan ancaman. Marcus Rashford mulai menunjukkan aktivitas tinggi di sisi kiri, berusaha mengeksploitasi kelemahan pertahanan lawan.
Namun formasi lima bek yang rapat dari Andorra membuat Inggris kesulitan mencetak gol kedua meski sepenuhnya menguasai jalannya pertandingan. Tuchel kemudian melakukan beberapa pergantian pemain yang langsung mengubah dinamika laga.
Pergerakan dan intensitas serangan Inggris meningkat drastis, terutama melalui serangan sayap. Tekanan berkelanjutan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.
Reece James mengirim umpan silang presisi dari sisi kanan lapangan. Declan Rice yang bergerak tanpa penjagaan berhasil menyelesaikannya dengan sundulan akurat, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Gol tersebut memperlihatkan kerentanan Andorra dalam menghadapi duel udara. Menuju akhir pertandingan, Morgan Gibbs-White dimasukkan dan memberikan variasi baru dalam pola serangan.
Ia sempat memperoleh peluang namun tendangannya masih kurang bertenaga. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 bertahan dan memastikan kemenangan bagi Inggris.
Susunan Pemain
INGGRIS (4-2-3-1): Jordan Pickford; Reece James, Marc Guehi, Dan Burn, Myles Lewis-Skelly; Elliot Anderson, Declan Rice; Noni Madueke, Eberechi Eze, Marcus Rashford; Harry Kane.
ANDORRA (5-4-1): Iker Alvarez; Biel Borra, Max Llovera, Christian Garcia, Ian Olivera, Moises San Nicholas; Aron Rodrigo, Pau Babot, Marc Vales, Joan Cervos; Cucu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







