Jepang Minta Afsel Larang Vuvuzela
Editor Bolanet | 18 November 2009 08:00
FIFA sebelumnya menolak seruan untuk larangan terompet dari plastik itu, namun Jepang kini mencoba mendekati pejabat sepak bola Afrika Selatan setelah pertandingan persahabatan akhir pekan lalu.
"Kami telah meminta pejabat sepak bola Afsel untuk mengurangi suara bising," kata presiden JFA Motoaki Inukai seperti dikutip suara kabar Sankei Sports, Selasa (17/11).
"Anda bahkan tidak bisa mendengar suara anda sendiri. Saya membawa ini (ke Presiden FIFA Sepp Blater)," kata Inukai seusai tim Jepang bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Afrika Selatan di Port Elizbeth.
Pemain belakang Jepang Tulio mengatakan: "Anda tidak bisa mendengar suara rekan setim anda dari jarak dua meter. Anda harus mendekat untuk memberi instruksi."
Vuvuzela merupakan instrumen yang biasa digunakan para suporter sepak bola di Afsel. Namun suaranya yang terlalu nyaring tersebut memunculkan protes dari para pemain, pelatih dan penyiar saat turnamen Piala Konfederasi tahun ini.
Sejumlah stasiun televisi mengatakan bahwa suara vuvuzela itu mengganggu suara komentator, sementara para pemain top di antaranya Xabi Alonso meminta agar terompet itu dilarang. (ant/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













