Jepang Tersisih, Zaccheroni pun Bersedih
Editor Bolanet | 20 Juni 2013 15:05
- Pelatih Timnas Jepang, Alberto Zaccheroni tak kuasa menyembunyikan rasa kecewa melihat timnya tersingkir lebih awal di Piala Konfederasi 2013. Giovinco mencetak gol menit akhir ketika memenangkan 4-3 pada laga menegangkan melawan , dan kiprah Samurai Biru pun terhenti.
Meski masih punya sisa satu laga kontra , Nippon dipastikan sudah angkat koper karena poin mereka masih 0 sementara Brasil dan Italia sudah lolos berdampingan.
Saya amat sedih dengan hasil pertandingan ini dan semoga para pemain dapat mengatasi kesedihan mereka. Padahal kami sudah memimpin dan pantas mendapatkan kemenangan, ucap Zaccheroni dalam situs resmi FIFA.
Kami harus berterus terang bahwa Italia lebih sigap dalam memanfaatkan peluang mereka. Mereka menciptakan peluang sedikit dibanding kami, tapi mereka lebih taktis dalam melakukan penyelesaian akhir, terang pelatih Jepang ini.
Orang Italia yang pernah membesut AC Milan dan juga ini menyebut pertemuan pagi ini laksana pertemuan pertama Jepang kontra Italia di tahun 1970.
Pertandingan ini mengingatkan saya pada lata Italia-Jeman di Piala Dunia 1970. Ini merupakan pertandingan amat konstan dengan pergantian angka demi angka bagi kedua tim. Ini amat menegangkan, pungkas Mr Zac.[initial]
Meski masih punya sisa satu laga kontra , Nippon dipastikan sudah angkat koper karena poin mereka masih 0 sementara Brasil dan Italia sudah lolos berdampingan.
Saya amat sedih dengan hasil pertandingan ini dan semoga para pemain dapat mengatasi kesedihan mereka. Padahal kami sudah memimpin dan pantas mendapatkan kemenangan, ucap Zaccheroni dalam situs resmi FIFA.
Kami harus berterus terang bahwa Italia lebih sigap dalam memanfaatkan peluang mereka. Mereka menciptakan peluang sedikit dibanding kami, tapi mereka lebih taktis dalam melakukan penyelesaian akhir, terang pelatih Jepang ini.
Orang Italia yang pernah membesut AC Milan dan juga ini menyebut pertemuan pagi ini laksana pertemuan pertama Jepang kontra Italia di tahun 1970.
Pertandingan ini mengingatkan saya pada lata Italia-Jeman di Piala Dunia 1970. Ini merupakan pertandingan amat konstan dengan pergantian angka demi angka bagi kedua tim. Ini amat menegangkan, pungkas Mr Zac.[initial]
(fifa/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Timnas Inggris: Uji Nyali Lawan Jepang dan Uruguay Sebelum ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Desember 2025, 16:57
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Tim Nasional 21 Mei 2026, 20:55
-
Luke Shaw Jalani Musim Terbaiknya Bersama Manchester United
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:55
-
West Ham Siap Jual Bintangnya ke MU, Tapi...
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:00
-
Sandro Tonali Gabung MU? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Inggris 21 Mei 2026, 18:30
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25














