Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Gia Yuda Pradana | 5 Juli 2026 18:20
Bola.net - Lonceng makan siang di markas latihan Meksiko memiliki aturan yang tidak biasa. Sebelum menikmati hidangan, para pemain harus lebih dulu menyerahkan telepon genggam kepada Javier Aguirre.
Kebijakan itu terdengar sederhana, bahkan mengundang tawa dari sang pelatih. Namun, di balik cara tersebut, Aguirre sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kebersamaan saat makan.
Suasana ruang ganti Meksiki kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Persaingan yang sehat dan komitmen para pemain menjadi modal penting menjelang laga akbar melawan Inggris di Piala Dunia 2026.
Bagi Aguirre, pertandingan itu memang memiliki arti yang sangat besar. Meski begitu, pelatih berusia 67 tahun tersebut memilih menjaga para pemain agar tidak larut dalam tingginya ekspektasi yang mengiringi perjalanan Meksiko.
Kebersamaan Dibangun dari Hal-hal Sederhana
Aguirre percaya ikatan antarpemain tidak hanya lahir saat berlatih atau bertanding. Momen makan siang bersama juga menjadi ruang untuk berbincang tanpa gangguan dari dunia luar.
"Hal terbaik yang saya lakukan adalah mengambil ponsel mereka saat makan siang," ujar Aguirre sambil tertawa.
Pelatih asal Basque itu menilai disiplin menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter tim. Ia mengingat masa ketika ada pemain yang enggan memperkuat tim nasional, sedangkan kini para pemain sangat ingin mendapat kesempatan mengenakan seragam Meksiko.
Pendekatan tersebut turut membangun persaingan yang sehat di dalam skuad. Setiap pemain memahami bahwa tempat di tim hanya dapat diraih melalui kerja keras dan komitmen.
Laga Besar yang Membawa Kenangan Lama
Inggris menjadi lawan berikutnya dalam pertandingan yang memiliki makna besar bagi Meksiko. Kemenangan akan membawa El Tri semakin dekat dengan impian menembus babak perempat final yang sudah lama dinantikan.
Raul Jimenez mengakui arti penting pertandingan tersebut. "Ini pertandingan penting karena kami sedang bermain sangat baik dan karena hasilnya menentukan langkah ke babak berikutnya."
Aguirre tidak ingin terburu-buru menganggap duel melawan Inggris sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah Meksiko. Menurutnya, perjalanan sepak bola negaranya telah diwarnai banyak momen bersejarah yang layak dikenang.
Ia mengingat kemenangan atas Cekoslowakia pada Piala Dunia 1962 yang menghadirkan kemenangan pertama Meksiko di turnamen tersebut. Delapan tahun kemudian, kekalahan dari Italia di perempat final Piala Dunia 1970 menjadi pengalaman pahit yang masih membekas dalam sejarah.
Mental yang Menghidupkan Asa Meksiko
Aguirre memahami tekanan yang dirasakan pemain pada era sepak bola modern jauh lebih besar. Setelah pertandingan berakhir, berbagai reaksi dari seluruh dunia dapat langsung sampai ke tangan para pemain.
Karena itu, ia memilih memberikan perhatian besar terhadap kesiapan mental skuad. "Grup memahami bagaimana suasana menjelang pertandingan ini. Ketika ekspektasi mulai meningkat, tugas saya adalah mengendalikannya karena itulah yang terbaik bagi tim."
Pendekatan tersebut terlihat dalam kepercayaan yang diberikan kepada Raul Rangel. Sang penjaga gawang dinilai mampu bangkit setiap kali menghadapi tekanan, termasuk ketika menerima cemoohan dari sebagian penonton.
Meksiko pun menikmati perjalanan yang menjanjikan karena belum kebobolan sepanjang turnamen. Modal itu membuat kepercayaan diri tim terus tumbuh menjelang ujian besar menghadapi Inggris.
Di tengah besarnya harapan publik, Aguirre tetap memilih bersikap tenang. "Orang tua saya tidak akan berada di sana, tetapi cucu-cucu saya akan berada di tribune," katanya.
Kalimat penutup pelatih itu terasa seperti cerminan perjalanan Meksiko selama ini. "Jika ada satu hal yang terlihat dari tim saya, mereka tahu cara bersaing."
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








