Mental Messi Terkuras dan Makin Rapuh
Richard Andreas | 26 Juni 2018 16:00
Bola.net - - Pablo Zabaleta menyebut bahwa Lionel Messi saat ini terlihat stres selama bersama timnas Argentina di Piala Dunia 2018 Rusia. Sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, Messi memanggul beban untuk membawa Argentina menuju gelar juara.
Sejauh ini Argentina sudah memainkan dua laga di Grup D dan hanya mampu mengoleksi satu poin hasil dari satu kekalahan dan satu laga berakhir imbang. Magis Messi masih belum ampuh membantu Argentina.
Tekanan pada Messi makin menjadi-jadi di laga pamungkas kontra Nigeria, Rabu (27/6) dini hari WIB nanti. Messi harus membantu Argentina menang untuk menjaga asa lolos ke 16 besar, tugas yang tak mudah karena Nigeria adalah tim kuat.
Mental Messi Terkuras

Zabaleta merasa Messi diperlakukan tidak adil oleh publik Argentina. Selama ini Messi selalu dikritik karena tak bisa membawa kesuksesan di Barcelona menuju timnas, hal inilah yang membuat mental Messi mulai lelah.
Saya rasa semakin sulit bagi Leo bermain untuk Argentina. Dia sudah berusia 31 tahun jadi dia semakin tua dan terkadang, secara mental, anda juga merasa lelah, ujar Zabaleta di bbc.
Sebagian penyebabnya adalah sejarah dia dengan Argentina. Tim ini sudah menelan kekalahan di tiga final terakhir mereka, Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015 dan 2016.
Sikap Argentina

Menurut Zabaleta, di Argentina tidak ada rasa bangga karena timnas mereka berhasil mencapai final. Juara atau tidak sama sekali, dan Messi selalu menjadi sasaran kritik.
Di Argentina, itu (masuk final) tidak cukup. Bagi banyak orang dan beberapa media, anda harus juara, hanya mencapai final tidak bisa diterima.
Jadi kalah di tiga final dalam empat tahun sangat berat untuk mental dan psike seluruh pemain, khususnya Leo, imbuh Zabaleta.
Dianggap Pecundang

Pada akhirnya, karena Messi tak kunjung mempersembahkan trofi pada publik Argentina, Messi dicap sebagai pecundang. Rakyat Argentina mulai tidak mendukung Messi sebagaimana seharusnya.
Rasanya berat ketika banyak orang di negara anda memperlakukan anda seperti seorang pecundang. Mereka melihat dia (Messi) menjuarai trofi tiap musim bersama Barcelona - jadi mereka mengharapkannya melakukan yang sama di tim nasional.
Leo selalu dikritik ketika dia tidak bermain baik, tetapi ketika dia tidak ada, banyak orang memanggilnya kembali, tutupnya
Perjuangan Terakhir

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Korea Selatan 19 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:30
-
Man of the Match Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Johan Manzambi
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:15
-
Tempat Menonton Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 19 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 04:00
-
5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak
Piala Dunia 19 Juni 2026, 02:05
-
Rahasia Lionel Messi di Balik Awal Gemilang Argentina
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:54
-
Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Manuel Neuer Bersama Jerman
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:47
-
Ayah Lionel Messi di Bawah Pengawasan Medis
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:25
-
Man of the Match Ceko vs Afrika Selatan: Ladislav Krejci
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:11
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Timnas Kanada vs Qatar 19 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 23:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












