Platini Ajak Dunia Sepakbola Perangi Pengaturan Skor
Editor Bolanet | 4 Desember 2013 04:30
- Presiden UEFA, Michel Platini, mengajak seluruh pihak di dunia sepakbola untuk memerangi kasus pengaturan skor, karena sudah termasuk tindak korupsi dalam olahraga.
Konspirasi yang dilakukan untuk menciptakan hasil sebuah pertandingan sebelum laga digelar belakangan kembali menjadi perhatian serius federasi sepakbola dunia. Pekan lalu, National Crime Agency (NCA) berhasil menuntaskan investigasi soal pengaturan skor di Inggris.
Menyikapi kembali maraknya tindakan serupa, Platini mengakui bahwa otoritas sepakbola saat ini wajib bergerak. Selain lebih parah dari kasus rasisme, hal ini menurut Platini juga bisa mengakhiri sepakbola itu sendiri.
Ini adalah sebuah masalah yang menyerang sepakbola. Karena jika sebuah hasil dicurangi sebelum laga dimainkan, olahraga kita sudah berakhir. Ini adalah hal yang harusnya kita semua, termasuk media, tangani bersama. Mengutuk kasus korupsi yang punya indikasi kuat, tegas Platini.
Rasisme adalah kasus lain, karena itu datang dari luar dan dimanifestasikan di stadion. Tetapi pengaturan adalah sesuatu yang lahir di sepakbola, merusak dari dalam.
Platini menambahkan jika pihaknya terus berkoordinasi dengan polisi Eropa untuk mempersempit perkembangan kasus serupa. Namun ia juga kembali menegaskan pentingnya kontribusi seluruh pihak untuk menekan aksi yang sama. [initial]
(as/atg)
Konspirasi yang dilakukan untuk menciptakan hasil sebuah pertandingan sebelum laga digelar belakangan kembali menjadi perhatian serius federasi sepakbola dunia. Pekan lalu, National Crime Agency (NCA) berhasil menuntaskan investigasi soal pengaturan skor di Inggris.
Menyikapi kembali maraknya tindakan serupa, Platini mengakui bahwa otoritas sepakbola saat ini wajib bergerak. Selain lebih parah dari kasus rasisme, hal ini menurut Platini juga bisa mengakhiri sepakbola itu sendiri.
Ini adalah sebuah masalah yang menyerang sepakbola. Karena jika sebuah hasil dicurangi sebelum laga dimainkan, olahraga kita sudah berakhir. Ini adalah hal yang harusnya kita semua, termasuk media, tangani bersama. Mengutuk kasus korupsi yang punya indikasi kuat, tegas Platini.
Rasisme adalah kasus lain, karena itu datang dari luar dan dimanifestasikan di stadion. Tetapi pengaturan adalah sesuatu yang lahir di sepakbola, merusak dari dalam.
Platini menambahkan jika pihaknya terus berkoordinasi dengan polisi Eropa untuk mempersempit perkembangan kasus serupa. Namun ia juga kembali menegaskan pentingnya kontribusi seluruh pihak untuk menekan aksi yang sama. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:47
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












