Preview: Swiss vs Ekuador, Perdana dan Krusial
Editor Bolanet | 14 Juni 2014 22:59
Swiss berangkat ke Brasil dengan bekal tak terkalahkan di babak kualifikasi. Bersama dengan Prancis, Swiss menjadi favorit untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, tetapi Ekuador terbukti bisa menjadi lawan yang sulit melawan tim yang lebih kuat.
Demi mempertahankan catatan tak terkalahkan, pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld bakal tetap mempercayakan duet Johan Djourou dan Fabian Schaer. Dengan begitu, mantan pemain Arsenal, Philippe Senderos bakal mengawali laga dari bangku cadangan.
Fokus bakal tertuju kepada bek kiri Ricardo Rodriguez, yang mulai banyak diincar klub Eropa. Di lini depan, Josip Drmic bakal memimpin serangan Swiss dengan ditopang pergerakan Admir Mehmedi.
Sementara Ekuador belum sempat merasakan kemenangan di laga pemanasan, tetapi masih mampu menahan imbang Inggris dan Belanda. Meski kalah 3-1 dari Meksiko, tetapi reputasi Ekuador terlanjur naik setelah menahan imbang tim kuat Eropa.
Pelatih Reinaldo Rueda bakal bergantung banyak dari serangan di kedua sisi untuk menembus pertahanan lawan. Untuk itu, Rueda akan mengandalkan pemain sayap Manchester United, Antonio Valencia di sisi kanan dan Jefferson Montero di sisi yang berlawanan. (bola/mac)
Perkiraan Susunan Pemain

Ekuador (4-4-2): Dominguez; Ayoví, Guagua, Erazo, Paredes; Montero, Noboa, Castillo, Valencia; Enner, Caicedo.
Data dan Fakta

- Laga nanti akan menjadi pertemuan pertama antara Swiss dan Ekuador.
- Swiss hanya kebobolan sebiji gol pada 7 laga terakhir mereka di Piala Dunia.
- Pasukan Ottmar Hitzfeld itu juga tak terkalahkan di kualifikasi Piala Dunia dengan memenangkan 7 laga dan 3 hasil imbang di 10 laga kualifikasi.
- Ekuador tak pernah menelan hasil imbang di Piala Dunia dengan sejauh ini meraih tiga kemenangan dan kalah empat kali.
- Ekuador sudah memenangkan tiga laga saat mereka mencatatkan clean sheet di Piala Dunia, tetapi kalah di 4 laga saat mereka kebobolan.
- Felipe Caicedo mencetak 7 gol di 9 laga kualifikasi, termasuk mencetak satu gol di 4 laga beruntun.
- Meski finis di posisi ke-4, Ekuador mencatatkan shots on goal terbanyak dibandingkan tim lainnya di kualifikasi Amerika Selatan (201).
- Ekuador juga tercatat sebagai tim yang paling sering melepas umpan silang di babak kualifikasi zona CONMEBOL (396).
Head to Head

Lima Laga Terakhir Kedua Tim

- 16/10/13 Swiss 1 - 0 Slovenia (Kualifikasi PD)
- 15/11/13 Korea Selatan 2 - 1 Swiss (Uji Coba)
- 06/03/14 Swiss 2 - 2 Kroasia (Uji Coba)
- 31/05/14 Swiss 1 - 0 Jamaica (Uji Coba)
- 04/06/14 Swiss 2 - 0 Peru (Uji Coba)
- 20/11/13 Honduras 2 - 2 Ekuador (Uji Coba)
- 06/03/14 Australia 3 - 4 Ekuador (Uji Coba)
- 18/05/14 Belanda 1 - 1 Ekuador (Uji Coba)
- 01/06/14 Meksiko 3 - 1 Ekuador (Uji Coba)
- 05/06/14 Ekuador 2 - 2 Inggris (Uji Coba)
Komparasi Skuat

- Rata-rata umur skuat: 25,6
- Termuda: 21 (G. Xhaka)
- Tertua: 31 (S. von Bergen)
- Pemain di bawah 21 tahun: 3
- Rata-rata umur skuat: 27,3
- Termuda: 19 (C. Gruezo)
- Tertua: 35 (E. Mendez)
- Pemain di bawah 21 tahun: 1
Prediksi

Secara geografis, Ekuador juga bisa lebih mudah beradaptasi dengan iklim di Brasil. Tetapi kualitas Swiss berada di atas mereka, dengan melihat alasan itu Bola.net memprediksi laga akan berjalan ketat dengan Swiss meraih kemenangan tipis 2-1.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
Prediksi Wolves vs Newcastle 18 Januari 2026
Liga Inggris 18 Januari 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



