Review: Argentina Taklukkan Juara Dunia
Editor Bolanet | 4 September 2014 03:37
- Di bawah pelatih baru, Gerardo Martino, berhasil membalas kekalahan di final Piala Dunia 2014 lalu atas . Dalam partai uji coba di Dusseldorf (04/08), Die Mannschaft kalah 2-4.
Sang juara dunia mengawali pertandingan dengan percaya diri, mereka menguasai jalannya bola dan membuat pemain-pemain Argentina mengejar bola. Hingga pada menit ketujuh Mario Gomez muncul untuk menyambut umpan Toni Kroos, sayang usaha Gomez tak maksimal sehingga bola mudah diamankan Sergio Romero.
Argentina yang terus membayangi pergerakan pemain-pemain Jerman belum juga mampu menembus pertahanan yang kali ini digalang oleh Howedes dan Ginter, setidaknya sampai menit ke-20. Angel Di Maria yang bebas di depan kotak penalti mengangkat bola ke depan gawang dan langsung disambar oleh Sergio Aguero yang menembus jebakan offside.
Tiga menit kemudian Toni Kroos membuang peluang untuk menyamakan skor setelah Demichelis melakukan kesalahan dengan memberikan penguasaan bola pada Marco Reus.
Pengaruh Di Maria dalam permainan Albiceleste begitu terasa. Lima menit sebelum babak pertama usai, Di Maria yang diplot di sisi kanan memberi satu assist lagi atas terciptanya gol Erik Lamela yang melepaskan tendangan voli di muka gawang Manuel Neuer.
Babak pertama ditutup dengan kegagalan Gomez memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Reus. Argentina mempertahankan keunggulan 2-0 atas tuan rumah.
Hujan gol terjadi hanya dalam waktu tujuh menit di awal babak kedua.
Assist ketiga Di Maria berujung sundulan Federico Fernandez di menit 47 dan tiga menit kemudian, pemain termahal di Manchester United tersebut mencantumkan namanya dalam papan skor dengan chip ball terukur.
Sayang keunggulan empat gol Argentina tak bertahan, pemain Chelsea, Andre Schurrle memperkecil skor pada menit 52.
Pertahanan Argentina harus kebobolan lagi, 12 menit memasuki akhir pertandingan Federico Fernandez melakukan gol bunuh diri setelah tendangan Mario Gotze mengenainya.
Tanpa ada gol tambahan di sisa pertandingan Argentina pun pulang dengan senyuman. Sementara Joachim Loew harus berpikir keras untuk memberi reaksi di pertandingan kualifikasi Euro 2016 saat menghadapi Skotlandia (08/09) pekan depan.
Susunan pemain
: Manuel Neuer (Weidenfeller 46); Kevin Grosskreutz, Matthias Ginter, Benedikt Howedes, Erik Durm; Christoph Kramer, Toni Kroos, Andre Schurrle (Thomas Muller 57), Marco Reus, Julian Draxler (Podolski 33) ; Mario Gomez (Gotze 57)
: Sergio Romero; Pablo Zabaleta, Federico Fernandez, Martin Demichelis, Marcos Rojo; Enzo Perez (A Fernandez 46), Javier Mascherano, Lucas Biglia; Erik Lamela (Gago 68), Angel Di Maria, Sergio Aguero. (bola/dct)
Sang juara dunia mengawali pertandingan dengan percaya diri, mereka menguasai jalannya bola dan membuat pemain-pemain Argentina mengejar bola. Hingga pada menit ketujuh Mario Gomez muncul untuk menyambut umpan Toni Kroos, sayang usaha Gomez tak maksimal sehingga bola mudah diamankan Sergio Romero.
Argentina yang terus membayangi pergerakan pemain-pemain Jerman belum juga mampu menembus pertahanan yang kali ini digalang oleh Howedes dan Ginter, setidaknya sampai menit ke-20. Angel Di Maria yang bebas di depan kotak penalti mengangkat bola ke depan gawang dan langsung disambar oleh Sergio Aguero yang menembus jebakan offside.
Tiga menit kemudian Toni Kroos membuang peluang untuk menyamakan skor setelah Demichelis melakukan kesalahan dengan memberikan penguasaan bola pada Marco Reus.
Pengaruh Di Maria dalam permainan Albiceleste begitu terasa. Lima menit sebelum babak pertama usai, Di Maria yang diplot di sisi kanan memberi satu assist lagi atas terciptanya gol Erik Lamela yang melepaskan tendangan voli di muka gawang Manuel Neuer.
Babak pertama ditutup dengan kegagalan Gomez memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Reus. Argentina mempertahankan keunggulan 2-0 atas tuan rumah.
Hujan gol terjadi hanya dalam waktu tujuh menit di awal babak kedua.
Assist ketiga Di Maria berujung sundulan Federico Fernandez di menit 47 dan tiga menit kemudian, pemain termahal di Manchester United tersebut mencantumkan namanya dalam papan skor dengan chip ball terukur.
Sayang keunggulan empat gol Argentina tak bertahan, pemain Chelsea, Andre Schurrle memperkecil skor pada menit 52.
Pertahanan Argentina harus kebobolan lagi, 12 menit memasuki akhir pertandingan Federico Fernandez melakukan gol bunuh diri setelah tendangan Mario Gotze mengenainya.
Tanpa ada gol tambahan di sisa pertandingan Argentina pun pulang dengan senyuman. Sementara Joachim Loew harus berpikir keras untuk memberi reaksi di pertandingan kualifikasi Euro 2016 saat menghadapi Skotlandia (08/09) pekan depan.
Susunan pemain
: Manuel Neuer (Weidenfeller 46); Kevin Grosskreutz, Matthias Ginter, Benedikt Howedes, Erik Durm; Christoph Kramer, Toni Kroos, Andre Schurrle (Thomas Muller 57), Marco Reus, Julian Draxler (Podolski 33) ; Mario Gomez (Gotze 57)
: Sergio Romero; Pablo Zabaleta, Federico Fernandez, Martin Demichelis, Marcos Rojo; Enzo Perez (A Fernandez 46), Javier Mascherano, Lucas Biglia; Erik Lamela (Gago 68), Angel Di Maria, Sergio Aguero. (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
PSIM vs Persija Jakarta: Misi Macan Kemayoran Jaga Tren Menang di Gianyar
Bola Indonesia 22 April 2026, 12:18
-
Profil Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Sudah Saatnya Juara Lagi
Piala Dunia 22 April 2026, 12:11
-
Trofi Apa Saja yang Bisa Dimenangkan Inter Milan Musim Ini?
Liga Italia 22 April 2026, 12:00
-
Kalau Gak Main di MU, Bruno Fernandes Sudah Jadi Pemenang Ballon d'Or!
Liga Inggris 22 April 2026, 11:32
-
Inter Milan Sudah di Final Coppa Italia, tapi Siapa Lawannya?
Liga Italia 22 April 2026, 11:10
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
-
Apa Rahasia Hancurkan Chelsea 3-0, Brighton?
Liga Inggris 22 April 2026, 10:22
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59













