Review: Chile Pulangkan Spanyol!
Editor Bolanet | 19 Juni 2014 03:42
- Stadion Maracana kembali menunjukkan daya magisnya. Stadion yang terletak di kota Rio de Janeiro itu menjadi saksi hancurnya harapan sang juara bertahan, untuk melanjutkan perjalanannya di Piala Dunia 2014.
Dalam pertandingan matchday kedua Grup B pada hari Kamis (19/06) pagi, Spanyol dikalahkan dengan skor 0-2. Dengan belum meraih sekalipun meraih kemenangan, juara Piala Dunia 2010 itu dipastikan gagal lolos ke 16 besar meski masih menyisakan satu pertandingan lagi.
Bersama yang menaklukkan Australia di pertandingan sebelumnya, Chile memastikan diri lolos ke 16 besar karena berhasil meraup enam poin.
Vicente Del Bosque mengambil keputusan yang tak populer bagi pecinta sepakbola, yaitu menurunkan starting eleven tanpa Xavi sebagai playmaker.
Segera setelah peluit kick off babak pertama dibunyikan, Chile langsung menekan pertahanan sang juara dunia. Dua peluang pun tercipta di dalam kotak penalti Spanyol.
Tendangan Eduardo Vargas hampir menjadi gol bunuh diri dan dari tendangan sudut, Gonzalo Jara yang berdiri bebas melepaskan sundulan yang masih melebar di kanan gawang Iker Casillas.
Pertandingan berlanjut dengan semangat tinggi yang ditunjukkan kedua tim. Spanyol banyak melakukan tekanan, namun dengan disiplin Chile menutup pertahanannya sambil sesekali mencoba keluar untuk melakukan serangan balik.
Peluang Spanyol pun datang di menit ke-15 lewat tendangan Xabi Alonso yang merangsek kotak penalti La Roja. Sayangnya gagal menjadi gol setelah Claudio Bravo melakukan tugasnya dengan baik.
Lima menit kemudian Casillas harus memungut bola dari gawangnya setelah kombinasi umpan Alexis Sanchez dan Gary Medel membebaskan Edu Vargas di depan gawang Spanyol. Striker Napoli itu membawa Chile unggul 1-0.
Terlihat mulai meninggalkan tiki taka, beberapa kali Spanyol melepaskan umpan-umpan jauh namun tetap saja tak benar-benar mampu menembus pertahanan Chile. Satu menit jelang bubar babak pertama, Maracana kembali menggelegar dengan gol Charles Aranguiz yang membuat Chile menjauh dengan skor 2-0.
Berawal dari tendangan bebas di luar kotak penalti yang dieksekusi Alexis Sanchez, bola berhasil diblok Casillas. Tetapi tak lama berselang Aranguiz yang berada di tempat yang tepat mampu melesakkan bola rebound menembus jala Spanyol.
Memasuki babak kedua, giliran Spanyol yang mengambil inisiatif serangan, hasilnya tiga menit setelah kick off, Diego Costa mendapat umpan di dalam kotak penalti. Sekali lagi peluang itu berhasil diamankan pemain bertahan Chile sehingga menghasilkan tendangan penjuru.
Free kick Sergio Ramos, peluang Sergio Busquets di muka gawang Bravo, pergantian pemain hingga tekanan yang lebih kuat dilakukan Spanyol untuk bisa memecah kebuntuan namun semuanya nihil. Bahkan lewat beberapa serangan balik Chile malah mendapatkan peluang untuk mencetak gol ketiga, namun hingga wasit asal Amerika Serikat, Mark Geiger meniupkan peluit panjang, keunggulan 2-0 Chile atas Spanyol tak berubah.
Line up Spanyol: Casillas, Javi Martinez, Iniesta, Pedro (Cazorla 76'), Xabi Alonso (Koke 46') , Sergio Ramos, Sergio Busquets, Jordi Alba, Diego Costa (Torres 64'), David SIlva, Cesar Azpilicueta.
Line up : Claudio Bravo, Mena, Isla, F Silva, Alexis Sanchez, Vidal (Carmona 88'), Vargas (Valdivia 85'), Medel, jara, CH Aranguiz (Gutierrez 64'), Marcelo Diaz. (bola/dct)
Dalam pertandingan matchday kedua Grup B pada hari Kamis (19/06) pagi, Spanyol dikalahkan dengan skor 0-2. Dengan belum meraih sekalipun meraih kemenangan, juara Piala Dunia 2010 itu dipastikan gagal lolos ke 16 besar meski masih menyisakan satu pertandingan lagi.
Bersama yang menaklukkan Australia di pertandingan sebelumnya, Chile memastikan diri lolos ke 16 besar karena berhasil meraup enam poin.
Vicente Del Bosque mengambil keputusan yang tak populer bagi pecinta sepakbola, yaitu menurunkan starting eleven tanpa Xavi sebagai playmaker.
Segera setelah peluit kick off babak pertama dibunyikan, Chile langsung menekan pertahanan sang juara dunia. Dua peluang pun tercipta di dalam kotak penalti Spanyol.
Tendangan Eduardo Vargas hampir menjadi gol bunuh diri dan dari tendangan sudut, Gonzalo Jara yang berdiri bebas melepaskan sundulan yang masih melebar di kanan gawang Iker Casillas.
Pertandingan berlanjut dengan semangat tinggi yang ditunjukkan kedua tim. Spanyol banyak melakukan tekanan, namun dengan disiplin Chile menutup pertahanannya sambil sesekali mencoba keluar untuk melakukan serangan balik.
Peluang Spanyol pun datang di menit ke-15 lewat tendangan Xabi Alonso yang merangsek kotak penalti La Roja. Sayangnya gagal menjadi gol setelah Claudio Bravo melakukan tugasnya dengan baik.
Lima menit kemudian Casillas harus memungut bola dari gawangnya setelah kombinasi umpan Alexis Sanchez dan Gary Medel membebaskan Edu Vargas di depan gawang Spanyol. Striker Napoli itu membawa Chile unggul 1-0.
Terlihat mulai meninggalkan tiki taka, beberapa kali Spanyol melepaskan umpan-umpan jauh namun tetap saja tak benar-benar mampu menembus pertahanan Chile. Satu menit jelang bubar babak pertama, Maracana kembali menggelegar dengan gol Charles Aranguiz yang membuat Chile menjauh dengan skor 2-0.
Berawal dari tendangan bebas di luar kotak penalti yang dieksekusi Alexis Sanchez, bola berhasil diblok Casillas. Tetapi tak lama berselang Aranguiz yang berada di tempat yang tepat mampu melesakkan bola rebound menembus jala Spanyol.
Memasuki babak kedua, giliran Spanyol yang mengambil inisiatif serangan, hasilnya tiga menit setelah kick off, Diego Costa mendapat umpan di dalam kotak penalti. Sekali lagi peluang itu berhasil diamankan pemain bertahan Chile sehingga menghasilkan tendangan penjuru.
Free kick Sergio Ramos, peluang Sergio Busquets di muka gawang Bravo, pergantian pemain hingga tekanan yang lebih kuat dilakukan Spanyol untuk bisa memecah kebuntuan namun semuanya nihil. Bahkan lewat beberapa serangan balik Chile malah mendapatkan peluang untuk mencetak gol ketiga, namun hingga wasit asal Amerika Serikat, Mark Geiger meniupkan peluit panjang, keunggulan 2-0 Chile atas Spanyol tak berubah.
Line up Spanyol: Casillas, Javi Martinez, Iniesta, Pedro (Cazorla 76'), Xabi Alonso (Koke 46') , Sergio Ramos, Sergio Busquets, Jordi Alba, Diego Costa (Torres 64'), David SIlva, Cesar Azpilicueta.
Line up : Claudio Bravo, Mena, Isla, F Silva, Alexis Sanchez, Vidal (Carmona 88'), Vargas (Valdivia 85'), Medel, jara, CH Aranguiz (Gutierrez 64'), Marcelo Diaz. (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Gol Injury Time Persita Gagalkan Kemenangan Bali United
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:34
-
Hasil Arema FC vs Dewa United: Singa Edan Pesta Empat Gol
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:28
-
Hasil Inter vs Shakhtar Donetsk: 10 Pemain Nerazzurri Menang Dramatis 1-0
Liga Champions 22 Oktober 2026, 04:22
-
Hasil Bayern vs Arsenal: Declan Rice Jadi Penyelamat, The Gunners Paksa Imbang 2-2
Liga Champions 22 Oktober 2026, 04:09
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







