Review: Kejayaan Taeguk Warriors
Editor Bolanet | 12 Juni 2010 20:30
Yunani memulai laga dengan menurunkan duet Angelos Charisteas dan Georgios Samaras, sementara Korsel mengandalkan duo Park, kapten Park Ji Sung dan striker Park Chu Young, satu pemain veteran lain yan g diturunkan adalah Lee Young Pyo mantan bek PSV.
Peluang pertama di dapat Torosidis, saat ia menyontek bola sepak pojok kiriman dari sang kapten, Karagounis, yang juga mantan pemain Inter Milan. namun sepakannya belum akurat dan membuat bola melayang sedikit di atas mistar Korsel.
Lee Jung-Soo seorang bek memecah kebuntuan di menit ke-7, tendangan bebas dari samping kanan kotak penalti Yunani, melesat dan disambut Jung Soo yang muncul dari belakang, bola yang jatuh tepat di kakinya langsung membuat bola menghunjam gawang Yunani, membuat Korea Selatan unggul 1-0 untuk sementara.
Gol pertama Korsel oleh Lee Jung-Soo (c)AFP
Tertinggal membuat Yunani sempat berapi-api namun semua daya dan upaya belum menghasilkan buah yang nyata, bahkan untuk sekedar menghasilkan peluang berarti pun mereka belum mampu mendapatkannya.
Korsel bahkan nyaris unggul lagi melalui Park Chu Young, umpan terobosan jarak jauh yang dilepaskan playmaker Park Ji Sung menemui sasaran, Chu Young yang langsung menyambutnya dengan sprint, tinggal berhadapan dengan kiper tembakannya masih membentur kaki kiper, Alexandros Tzorvas, dan membuat bola terbuang.
Alhasil babak pertama skor laga belum berubah, keunggulan 1-0 masih didapatkan Tim Negeri Ginseng. Yunani membuka babak kedua dengan kick off yang mereka lakukan, inisiatif serangan coba dibangun namun selalu mampu diredam lini tengah Korsel.
Secara penguasaan bola masih relatif sama dengan babak pertama, Korsel lebih mendominasi, hal ini pula yang mendasari mereka bisa kembali unggul, gol disumbangkan oleh kapten, Park Ji-Sung.
Dari tengah ia menggiring bola sendirian menyerobot bola dari kaki bek Hellas, lalu ia melewati hadangan sejumlah bek untuk menaklukkan kiper Alexandros Tzorvas dengan menempatkan bola di sudut yang tak terjangkau. Taeguk Warriors pun memimpin dengan dua gol saat laga memasuki menit ke-52.
Yunani yang mulai frustasi sampai mengganti dua striker mereka Samaras dan Charisteas ditarik namun perubahan juga belum nampak, secara permainan Yunani memang terkesan lamban, mereka tak mampu mengimbangi kecepatan yang ditawarkan oleh permainan anak-anak Korsel.
Chu Young hampir membuat Korsel kembali memimpin jika saja tandukannya tak bisa dijinakkan kiper, Tzorvas, crossing-crossing yang dilepaskan oleh Cha Do Ri memang menakutkan, ia tampil trengginas dan menjadi salah satu bintang andalan Korsel malam itu.
Yunani mendapat peluang melalui Gekas menit 76, bola liar yang jatuh di depannya ia sambar sambil melepaskan tembakan berbalik badan, namun bola yang melaju deras mampu ditepis oleh kiper Korsel, Jung Sung Ryong, dengan sangat cemerlang.
5 Menit jelang bubar Korsel kembali mendapatkan kesempatan emas, kali ini giliran pemain mereka yang merumput di Liga Inggris bersama , Lee Chung Yong, tendangan kerasnya yang mendatar dari sisi kiri pertahanan Yunani mampu ditepis kiper Hellas dengan sigap.
Wasit memberikan perpanjangan waktu selama 2 menit, namun skor tetap di angka 2-0, Sah! wakil Asia berhasil menundukkan mantan juara Piala Eropa tahun 2004, Hellas Yunani.
Berikut Data Statistik Laga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











