Salah Sebut Nama Iran dan Selandia Baru Saat Siaran Piala Dunia 2026, Komentator Asal Turki Langsung Dipecat

Asad Arifin | 19 Juni 2026 15:47
Salah Sebut Nama Iran dan Selandia Baru Saat Siaran Piala Dunia 2026, Komentator Asal Turki Langsung Dipecat
Pemain Selandia Baru, Chris Wood berduel dengan pemain Iran, Shoja Khalilzadeh dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Andre Penner

Bola.net - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan cerita dari dalam lapangan, tetapi juga drama yang terjadi di balik layar siaran televisi. Salah satu kisah yang menyita perhatian datang dari Turki, menyusul nasib buruk komentator senior Murat Ekrem Cimen.

Komentator berpengalaman itu harus mengakhiri tugasnya secara mendadak setelah melakukan sejumlah kesalahan saat memandu pertandingan Iran melawan Selandia Baru. Laga yang berakhir imbang 2-2 di Stadion SoFi tersebut justru menjadi pertandingan terakhirnya di turnamen.

Advertisement

Keputusan tegas diambil oleh TRT, stasiun televisi yang memegang hak siar Piala Dunia 2026 di Turki. Cimen tidak hanya ditarik dari pertandingan tersebut, tetapi juga diskors dari seluruh sisa turnamen.

Kasus ini langsung menjadi perbincangan luas di media sosial dan media Turki. Banyak pihak menilai hukuman yang diterima Cimen terlalu berat, sementara yang lain menilai standar siaran internasional memang menuntut tingkat akurasi yang tinggi.

1 dari 2 halaman

Kesalahan Berulang yang Berujung Pemecatan

Kesalahan Berulang yang Berujung Pemecatan

Pemain Selandia Baru, Elijah Just berduel dengan pemain Iran, Saman Ghoddos, dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Andre Penner

Masalah bermula pada menit-menit awal pertandingan Iran melawan Selandia Baru. Menurut laporan media Turki, Murat Ekrem Cimen beberapa kali tertukar menyebut identitas kedua tim yang sedang bertanding.

Dalam sejumlah momen, ia menyebut serangan Iran sebagai serangan Selandia Baru. Sebaliknya, pergerakan pemain Selandia Baru juga beberapa kali disebut berasal dari kubu Iran.

Potongan video kesalahan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Reaksi publik pun bermunculan karena kekeliruan itu terjadi berulang kali dalam siaran langsung ajang sebesar Piala Dunia.

TRT kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut kesalahan tersebut tidak sesuai dengan standar penyiaran yang mereka terapkan. Akibatnya, Cimen dihentikan dari tugas siaran saat jeda pertandingan dan tidak pernah kembali bertugas selama turnamen berlangsung.

2 dari 2 halaman

Mengulang Kisah Kontroversial Piala Dunia 2022

Mengulang Kisah Kontroversial Piala Dunia 2022

Profil Timnas Turki di Piala Dunia 2026 (c) Bola.net

Kasus yang menimpa Murat Ekrem Cimen ternyata bukan pertama kali terjadi dalam dunia penyiaran olahraga Turki. Piala Dunia 2026 menjadi turnamen kedua secara beruntun yang diwarnai pemecatan komentator oleh TRT.

Pada Piala Dunia 2022, komentator Alper Bakircigil juga mengalami nasib serupa. Ia diberhentikan di tengah pertandingan Maroko melawan Kanada setelah menyebut nama mantan striker legendaris Turki, Hakan Sukur.

Nama Sukur dianggap sensitif di Turki karena berbagai kontroversi yang menyertainya dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, secara statistik, ia masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Turki dengan 51 gol dari 112 pertandingan.

Sumber: Sportbible

LATEST UPDATE