Sebastian Beccacece Resmi Tinggalkan Ekuador setelah Kalah dari Meksiko

Aga Deta | 1 Juli 2026 16:18
Sebastian Beccacece Resmi Tinggalkan Ekuador setelah Kalah dari Meksiko
Sebastian Beccacece saat memimpin Ekuador dalam pertandingan melawan Meksiko di Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026). (c) AP Photo/Ricardo Mazalan

Bola.net - Sebastian Beccacece resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Ekuador setelah timnya tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih asal Argentina itu mengumumkan keputusannya sesaat setelah kalah 0-2 dari Meksiko di Estadio Azteca.

Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Ekuador di turnamen. Beccacece mengungkapkan kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Ekuador memang berakhir bersamaan dengan kiprah tim di Piala Dunia.

Advertisement

Selama turnamen, Ekuador sempat mencuri perhatian berkat kemenangan atas Jerman pada fase grup. Namun, mereka gagal melanjutkan langkah setelah dihentikan tuan rumah Meksiko.

Beccacece mengaku kecewa karena tidak mampu memenuhi target yang telah dicanangkan sejak awal turnamen. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain sepanjang kompetisi.

1 dari 4 halaman

Kontrak Berakhir Bersamaan dengan Kiprah Ekuador

Kontrak Berakhir Bersamaan dengan Kiprah Ekuador

Pelatih Timnas Ekuador, Sebastian Beccacece (c) AP Photo/Ed Zurga

Beccacece menegaskan bahwa kontraknya memang berakhir setelah Piala Dunia 2026 selesai bagi Ekuador. Karena itu, ia merasa sudah saatnya mengakhiri pekerjaannya sebagai pelatih La Tri.

Menurutnya, target untuk membawa Ekuador mencatat prestasi terbaik di Piala Dunia tidak berhasil diwujudkan. Hal itulah yang membuatnya memilih mengakhiri masa jabatannya.

"Kontrak kami memang berakhir bersama Piala Dunia. Saya rasa kami tidak mampu mewujudkan apa yang kami janjikan, yaitu menjadikan ini Piala Dunia terbaik bagi Ekuador. Hari ini saatnya saya mengucapkan selamat tinggal," kata Beccacece.

"Saya meninggalkan tim dengan penuh rasa hormat kepada semua pihak. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai harapan," ujar Beccacece.

2 dari 4 halaman

Beccacece Akui Keputusan Mundur Sangat Menyakitkan

Beccacece Akui Keputusan Mundur Sangat Menyakitkan

Pemain Ekuador Nilson Angulo dan pemain Meksiko Jorge Sanchez berebut bola dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026). (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Pelatih berusia 44 tahun itu mengaku sebenarnya masih ingin melanjutkan pekerjaannya bersama skuad Ekuador. Ia merasa mendapat dukungan besar dari para pemain maupun jajaran federasi.

Namun, Beccacece memahami bahwa kegagalan mencapai target memiliki konsekuensi. Karena itu, ia menilai mundur merupakan keputusan yang paling tepat.

"Itulah sebabnya saya harus pergi. Saya sebenarnya ingin terus melanjutkan karena apa yang saya terima dari para pemain dan manajemen memberi alasan untuk tetap bertahan," kata Beccacece.

"Tetapi saya memahami bagaimana dunia sepak bola bekerja. Rasanya memang menyakitkan, namun saya merasa keputusan ini sudah sangat jelas," tegas Beccacece.

3 dari 4 halaman

Ekuador Kesulitan Mengimbangi Permainan Meksiko

Ekuador Kesulitan Mengimbangi Permainan Meksiko

Pemain Ekuador, John Yeboah, berebut bola dengan pemain Meksiko, Julian Quinones, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026). (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Beccacece mengakui timnya kalah bersaing pada babak pertama akibat permainan agresif Meksiko. Dukungan penuh publik tuan rumah juga membuat Ekuador berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tampil lebih baik setelah turun minum, Ekuador gagal mencetak gol balasan. Pertahanan disiplin Meksiko membuat peluang yang dimiliki La Tri tidak mampu dikonversi menjadi gol.

"Kami kalah dalam permainan pada babak pertama. Kami sempat bangkit, tetapi tidak mampu menemukan gol yang bisa mengubah jalannya pertandingan," kata Beccacece.

"Kami sudah berusaha hingga akhir, tetapi itu belum cukup untuk membawa kami melangkah lebih jauh," tutur Beccacece.

4 dari 4 halaman

Beccacece Bangga dengan Generasi Muda Ekuador

Beccacece Bangga dengan Generasi Muda Ekuador

Pemain Ekuador Willian Pacho berebut bola dengan pemain Meksiko Gilberto Mora dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026). (c) AP Photo/Ricardo Mazalan

Di balik kekecewaan tersebut, Beccacece tetap melihat sisi positif dari tim yang ditanganinya. Ia menilai skuad muda Ekuador menjadi fondasi penting untuk masa depan sepak bola negara tersebut.

Beccacece juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain, suporter, dan pihak federasi atas dukungan yang diterimanya. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin akan menjadi kenangan berharga.

"Warisan sesungguhnya adalah milik para pemain karena mereka merupakan generasi termuda yang pernah dimiliki Ekuador. Saya tidak memiliki keluhan, hanya rasa terima kasih kepada masyarakat dan para pemain," kata Beccacece.

"Saya menerima begitu banyak penghargaan dan kasih sayang dengan sepenuh hati. Para pemain memberi saya dua jam yang sangat indah setelah pertandingan, dan itulah kenangan yang akan saya bawa," tutup Beccacece.

Sumber: Goal International

LATEST UPDATE