Tak Kunjung Lirik Tevez, Argentina Dikritik Marotta
Editor Bolanet | 11 April 2014 13:15
- Menjalani musim debutnya di Serie A bersama , Carlos Tevez di luar dugaan tampil super dan memimpin daftar capocannoniere hingga giornata 32. Total ia telah mencetak 18 gol, bersaing ketat dengan attacante , Ciro Immobile.
Meskipun tampil luar biasa di level klub, namun pintu tim nasional tak jua terbuka bagi pemain 30 tahun tersebut. Hal ini disesalkan oleh Direktur Umum Juve, Giuseppe Marotta. Pria 57 tahun itu menganggap bahwa Tevez seharusnya layak menjadi ujung tombak utama .
Sudah jelas bahwa Tevez adalah pemain yang ideal untuk mengenakan jersey negaranya, terutama dengan perhelatan Piala Dunia yang sudah di depan mata, kata Marotta seperti dilansir Sky Italia.
Performanya layak diberi penghargaan, namun tetap saja pelatih yang menjadi pemutus kebijakan. Saya pikir Tevez tak dipanggil karena alasan di luar sepakbola.
Tevez memang sejak lama disebut memiliki perselisihan dengan pelatih tim nasional, Alejandro Sabella. Kali terakhir Tevez bermain untuk Argentina adalah pada laga kontra Uruguay pada Juli 2011 lalu, saat itu pelatih timnas masih dijabat oleh Sergio Batista.
Sebagai seorang profesional, Tevez mampu menerima keputusan tersebut walau jelas kecewa. Ia percaya bisa mendapatkan kepuasan lain dalam karirnya walau tidak membela timnas, imbuh Marotta. (sky/mri)
Meskipun tampil luar biasa di level klub, namun pintu tim nasional tak jua terbuka bagi pemain 30 tahun tersebut. Hal ini disesalkan oleh Direktur Umum Juve, Giuseppe Marotta. Pria 57 tahun itu menganggap bahwa Tevez seharusnya layak menjadi ujung tombak utama .
Sudah jelas bahwa Tevez adalah pemain yang ideal untuk mengenakan jersey negaranya, terutama dengan perhelatan Piala Dunia yang sudah di depan mata, kata Marotta seperti dilansir Sky Italia.
Performanya layak diberi penghargaan, namun tetap saja pelatih yang menjadi pemutus kebijakan. Saya pikir Tevez tak dipanggil karena alasan di luar sepakbola.
Tevez memang sejak lama disebut memiliki perselisihan dengan pelatih tim nasional, Alejandro Sabella. Kali terakhir Tevez bermain untuk Argentina adalah pada laga kontra Uruguay pada Juli 2011 lalu, saat itu pelatih timnas masih dijabat oleh Sergio Batista.
Sebagai seorang profesional, Tevez mampu menerima keputusan tersebut walau jelas kecewa. Ia percaya bisa mendapatkan kepuasan lain dalam karirnya walau tidak membela timnas, imbuh Marotta. (sky/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hanya DNA 'Edan' Inter yang Bisa Balikkan Ketinggalan 0-2 Dua Kali atas Como
Liga Italia 22 April 2026, 08:55
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
LATEST UPDATE
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














