Termasuk Afrika Selatan, Ini 5 Tuan Rumah Terbaik di Piala Dunia
Aga Deta | 12 November 2022 09:01
Bola.net - Piala Dunia merupakan pesta sepak bola terbesar di dunia itu. Negara-negara dari berbagai penjuru dunia pun banyak yang ingin menjadi turnamen empat tahunan tersebut.
Negara yang terpilih menjadi rumah Piala Dunia biasanya akan habis-habisan menyuguhkan yang terbaik. Mereka ingin dikenang sebagai salah satu tuan rumah terbaik.
Acara-acara hiburan yang menarik dan menggembirakan akan disuguhkan kepada penonton. Tujuannya supaya para suporter dari seluruh penjuru dunia yang hadir merasakan kegembiraan. Hal ini terlihat dari 21 edisi Piala Dunia yang telah berlangsung.
Dari 21 edisi tersebut, total ada 17 negara yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia. Meski memiliki tradisi dan budaya yang berbeda, tuan rumah selalu berusaha membuat para tamunya bergembira di pesta sepak bola dunia.
Eropa dan Amerika menjadi benua yang paling sering menjadi tuan rumah Piala Dunia. Afrika baru sekali dan Asia akan menjadi kali kedua menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022.
Lalu siapa saja tuan rumah terbaik yang pernah menggelar 21 edisi Piala Dunia? Tanpa basa-basi lagi, kita simak lima tuan rumah terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Amerika Serikat (Piala Dunia 1994)
Sepak bola bukanlah olahraga paling populer di Amerika Serikat. Meski demikian, Piala Dunia 1994 memecahkan rekor penonton terbanyak yang hadir langsung ke stadion yakni 3.587.538 orang.
Angka itu mencapai hampir 69.000 penonton per pertandingan, dan paling tinggi sepanjang sejarah Piala Dunia. Selepas Piala Dunia 1994, sepak bola makin digemari di Amerika Serikat.
Inggris (Piala Dunia 1966)
Memang baru 16 negara yang tampil dan hanya ada 32 laga berlangsung di Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris. Namun rata-rata penonton yang hadir saat itu 51.000 orang per laga yang membuat Piala Dunia edisi ini berada di peringkat ketiga untuk kehadiran langsung di stadion.
Stadion yang menjadi saksi Inggris meraih gelar Piala Dunia juga masih kukuh berdiri hingga saat ini. Misalnya Villa Park, Stadion Wembley, Goodison Park, dan Old Trafford adalah empat dari delapan stadion yang digunakan untuk laga Piala Dunia 1966.
Korea Selatan dan Jepang (Piala Dunia 2002)
Piala Dunia 2002 jadi ajang paling inovatif karena pertama kali berlangsung di dua negara serta pertama di Benua Asia. Piala Dunia 2022 juga menjadi ajang terakhir kalinya gol emas masih dipakai.
Jepang dan Korea Selatan begitu memanjakan para suporter yang hadir langsung dengan hiburan malamnya yang hebat. Sayangnya, Piala Dunia tahun ini jumlah penontonnya tidak terlalu mengesankan.
Prancis (Piala Dunia 1998)
Piala Dunia 1998 di Prancis adalah terakhir kalinya negara tuan rumah mengangkat trofi juara. Les Bleus, dipimpin oleh Zinedine Zidane dan Thierry Henry muda, mengalahkan Brasil yang berisi pemain hebat seperti Ronaldo dan Roberto Carlos.
Untuk pertama kalinya, Piala Dunia menampilkan 32 peserta di final dan format standar masih terpakai hingga sekarang. Piala Dunia yang pertama kali memperkenalkan aturan gol emas ini juga menyuguhkan tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Afrika Selatan (Piala Dunia 2010)
Ini adalah pertama kalinya Piala Dunia diadakan di Benua Afrika. Stadion baru yang berkilau ditambah dengan latar belakang yang tak terlupakan dan penggemar yang antusias dibuat menjadi saksi munculnya juara baru yakni Spanyol.
Meski Vuvuzela sempat menjadi kontroversi tetapi terompet khas Afrika Selatan ini menjadi dicintai usai turnamen. Faktor-faktor rini yang membuat Piala Dunia di Afrika Selatan menjadi tidak terlupakan.
Sumber: Blecher report
Disadur dari: Bola.com (Suharno, Yus Mei Sawitri) 7 November 2022
Baca Juga:
- 5 Bintang Premier League yang Pernah Dicoret dari Skuat Karena Melanggar Disiplin, Termasuk Ronaldo
- Punya Banyak Trofi, 4 Pelatih Top Ini Justru Dipecat dengan Kejam
- 3 Pemain Liverpool yang Diyakini Akan Ditendang di Januari 2023: Bakal Dirindukan Gak Ya?
- 3 Bekal Chelsea untuk Tumbangkan Arsenal
- 6 Pelatih di Liga Inggris yang Didepak Secara Semena-mena Oleh Klubnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Media Vietnam Mengulas Babak Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman
Tim Nasional 14 Januari 2026, 20:52
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







