Termasuk Messi, Ini 5 Pemain Top yang Belum Pernah Memenangi Gelar Bergengsi bersama Timnas
Aga Deta | 2 April 2020 10:12
Bola.net - Hampir semua pesepakbola profesional mempunyai impian besar membela negaranya. Terlebih jika mereka bisa mengangkat trofi bergengsi di turnamen internasional.
Namun, pastinya tak mudah untuk bisa mempersembahkan gelar juara bersama tim nasional. Meski, beberapa pemain mampu tampil ciamik saat bermain di level klub.
Bagi pesepak bola top dunia, bisa memenangi gelar bergengsi seperti Piala Eropa, Copa Amerika hingga Piala Dunia menjadi tujuan utama.
Kendati demikian, ada beberapa bintang sepak bola yang belum bisa atau bahkan sudah tidak mungkin meraih trofi-trofi bergengsi tersebut dan harus puas dengan prestasi personal, atau di level klub saja.
Meski masih belum berhasil bersama timnas, pemain-pemain tersebut tetap diakui sebagai pesepak bola top dunia.
Siapa saja pemain-pemain yang belum pernah meraih gelar bergengsi di level timnas?
Berikut ini lima bintang sepak bola yang belum pernah memenangi trofi bergengsi bersama timnas seperti dilansir Ronaldo.com.
Lionel Messi
Dianggap sebagai pemain terbaik dunia, Lionel Messi justru belum pernah merasakan gelar juara bersama Timnas Argentina. Di sisi lain, Messi sangat sukses di level klub bersama Barcelona, tetapi justru belum bisa memberikan yang sama untuk negaranya.
Sebagai satu di antara pemain yang disebut terhebat sepanjang masa, Messi punya satu utang besar untuk publik Argentina. Bersama La Albiceleste, Messi hanya bisa jadi runner-up Piala Dunia 2014 serta Copa America 2015 dan 2016.
Dalam urusan statistik, La Pulga sudah membela Timnas Argentina sebanyak 138 pertandingan dengan menyumbang 70 gol dan 45 assist.
Sepanjang berkostum Timnas Argentina, Messi hanya memenangi medali emas Olimpiade pada 2008 dan Piala Dunia U-20.
Roberto Baggio
Roberto Baggio merupakan satu di antara pemain besar yang dimiliki Italia. Baggio memiliki gaya dan teknik bermain di atas rata-rata.
Namun, cedera lutut pernah membuat kariernya terhambat. Masalah besar lainnya, Baggio tak merasakan kejayaan bersama Timnas Italia.
Raihan terbaiknya hanya membantu Italia finis di tempat ketiga pada Piala Dunia 1990 dan mencapai final empat tahun kemudian.
Luis Figo
Luis Figo didapuk menjadi kapten saat Portugal tampil di final Piala Eropa 2004. Sayang, di partai puncak, Portugal harus takluk dari Yunani.
Kemudian Figo kembali ditunjuk menjadi kapten saat Portugal finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2006. Dua momen tersebut menjadi yang terbaik buat Figo selama membela Timnas Portugal.
Kondisi tersebut pastinya sangat mengecewakan buat Figo, mengingat ia menjalani karier luar biasa di level klub bersama Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan.
Sebagai bukti, Figo pernah meraih lima gelar La Liga, empat trofi Serie A dan satu Liga Champions. Tak hanya itu, Figo juga mampu memenangi penghargaan Ballon d'Or pada 2000.
Johan Cruyff
Johan Cruyff memegang peran penting bersama dua klub berbeda. Wajar tentunya Cruyff mendapatkan status legenda di Ajax Amsterdam dan Barcelona.
Bersama Ajax, Cruyff total bermain selama 10 tahun dan memenangi beberapa trofi bergengsi seperti tiga gelar Piala Eropa secara beruntun.
Sepanjang kariernya Cruyff juga pernah jadi pemenang Ballon d'Or sebanyak tiga kali.
Kendati demikian, Cruyff tidak bisa memberikan yang terbaik di level timnas bersama Belanda. Torehan terbaiknya hanya sebagai runner-up Piala Dunia 1974 dan finis di tempat ketiga pada Piala Eropa 1976.
Paolo Maldini
Paolo Maldini menjadi pemain yang tidak tergantikan baik di level klub bersama AC Milan dan Timnas Italia. Maldini memegang peran penting di lini pertahanan AC Milan dan Italia.
Performa apiknya ikut mengantarkan AC Milan meraih tujuh gelar Serie A dan lima trofi Liga Champions.
Khusus di level timnas, Maldini sudah berjuang dengan Italia pada empat edisi Piala Dunia. Selama tampil di ajang tersebut, Maldini belum pernah menjadi juara.
Pada Piala Dunia terakhirnya, 2002, Maldini dkk. hanya sampai babak 16 besar setelah disingkirkan Korea Selatan. Setelah ia pensiun dari timnas, Italia justru berhasil menjadi juara Piala Dunia pada edisi 2006.
Sumber: Ronaldo.com
Disadur dari: Bola.com/Penulis Faozan Tri Nugroho/Editor Aning Jati
Published: 1 April 2020
Baca Juga:
- Cerita Juventus yang 'Degradasi' ke Serie B dan Mereka yang Tetap Setia
- Deretan Pesepak Bola Naik Daun yang Dapat Pujian Khusus dari Lionel Messi
- Ini Beragam Tips Untuk Membersihkan Ponsel Agar Bebas Corona Covid19
- Gelisah Karena Corona? Ini Empat Jurus Untuk Mengatasinya
- Pandemi Virus Corona, Ini Beragam Aktivitas Fisik yang Aman Dilakukan di Luar Ruangan
- Football Manager 2020 Berikan Prank Kejam Pada Penggunanya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
-
Kabar Timnas Indonesia: Pengamat Bilang John Herdman Bawa Aura Positif, Apa Itu?
Tim Nasional 27 Februari 2026, 08:25
-
Mantan Tangan Kanan Shin Tae-yong Gabung Persijap Jepara di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 08:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25











