Trefoil Kembali ke Panggung Piala Dunia, adidas Rilis Jersey Tandang 26 Negara untuk 2026

Ari Prayoga | 20 Maret 2026 22:38
Trefoil Kembali ke Panggung Piala Dunia, adidas Rilis Jersey Tandang 26 Negara untuk 2026
Jersey away dari adidas untuk 2026. (c) adidas

Bola.net - Pabrikan adidas resmi memperkenalkan koleksi jersey tandang terbaru untuk seluruh federasi sepak bola yang menjadi mitra mereka menjelang Piala Dunia 2026. Peluncuran ini sekaligus menandai kembalinya logo ikonik Trefoil ke ajang sepak bola terbesar dunia setelah absen selama lebih dari tiga dekade.

Dalam satu pengumuman besar, brand asal Jerman tersebut merilis jersey tandang untuk 13 negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Advertisement

Koleksi ini melanjutkan strategi yang sebelumnya diterapkan saat peluncuran jersey kandang pada November lalu, dengan pendekatan desain yang menonjolkan identitas dan cerita khas masing-masing negara.

1 dari 4 halaman

Trefoil Kembali Setelah 36 Tahun

Salah satu sorotan utama dari koleksi terbaru ini adalah penggunaan kembali logo Trefoil, simbol klasik adidas yang identik dengan lini Originals.

Logo ini terakhir kali tampil di panggung Piala Dunia pada akhir 1980-an, sehingga kemunculannya di turnamen 2026 menjadi momen bersejarah bagi penggemar sepak bola dan pecinta budaya streetwear.

Langkah ini juga mengikuti tren yang lebih dulu diterapkan adidas di level klub, di mana Trefoil kembali digunakan untuk menghadirkan nuansa retro sekaligus memperkuat koneksi antara sepak bola dan gaya hidup modern.

2 dari 4 halaman

Menggabungkan Budaya Lokal dan Sentuhan Modern

Setiap jersey tandang dirancang dengan pendekatan yang sangat personal. Desainer adidas mengambil inspirasi dari karakter, budaya, dan elemen visual khas masing-masing negara, mulai dari lanskap alam, seni lokal, hingga arsitektur ikonik.

Hasilnya adalah koleksi yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan olahraga, tetapi juga sebagai representasi identitas nasional.

Motif geometris berani, garis vertikal elegan, serta palet warna yang terinspirasi dari simbol budaya menjadi benang merah dalam seluruh desain. Meski tampil modern, sentuhan klasik khas jersey Piala Dunia tetap dipertahankan agar terasa familiar bagi pemain maupun suporter.

3 dari 4 halaman

Filosofi di Balik Desain

General Manager Football adidas, Sam Handy, menyebut bahwa kembalinya Trefoil adalah keputusan yang tepat di era sepak bola saat ini, di mana pengaruh budaya sepak bola semakin meluas ke berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, jersey sepak bola kini bukan sekadar perlengkapan pertandingan, tetapi juga simbol gaya hidup dan identitas subkultur.

Karena itu, desain terbaru ini dibuat agar mampu melampaui fungsi di lapangan dan tetap relevan ketika dikenakan di luar stadion.

4 dari 4 halaman

Perpaduan Teknologi dan Warisan Sejarah

Selain aspek estetika, adidas juga menanamkan teknologi material terbaru pada setiap jersey untuk memastikan kenyamanan, sirkulasi udara, dan performa optimal bagi para pemain. Dengan demikian, koleksi ini tidak hanya merayakan sejarah dan warisan budaya, tetapi juga menatap masa depan melalui inovasi.

Kombinasi antara cerita lokal, desain modern, serta kembalinya logo legendaris menjadikan peluncuran jersey tandang ini sebagai salah satu rilisan paling menonjol dalam sejarah budaya jersey sepak bola.

Bagi banyak penggemar, koleksi ini diprediksi akan menjadi barang kolektor sekaligus simbol era baru sepak bola global.

LATEST UPDATE